2015 Di Sleman Ditemukan 710 Kasus TB

Sleman – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan di Kabupaten Sleman  temuan Tuberkulosis (TB) BTA positif tahun 2015 sebanyak 415 kasus (61 %) dari target 70 % dan angka kesembuhan 88 % dari target nasional 85 %.

“Sedang jumlah seluruh kasus TB di Kabupaten Sleman pada tahun 2015 sebanyak 710 kasus,” kata Linda panggilan Mafilindati disela-sela peringatan Hari Tuberkulosis sedunia yang dilaksanakan di Pendopo Parasamya, Kamis (24/3).

Untuk menangani kasus TB tersebut menurut Linda, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya. Dan upaya yang dilakukan dalam rangka penaggulangan TB antara lain, penanganan TB dengan strategi DOTS di 25 Puskesmas dan 14 rumah sakit, mengembangkan rumah sakit non DOTS menjadi DOTS, penyuluhan dan sosialisasi, dan lainnya.

Sementara Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan lintas sektoral, petugas kesehatan, kader kesehatan, kader TB Aisyiyah, UPT Dinas Pendidikan, Guru serta seluruh lapisan masyarakat yang telah menyukseskan pengendalian TB di Sleman.

“Saya berharap dukungan ini terus dilanjutkan dan makin ditingkatkan di masa mendatang agar ke depan Sleman terbebas dari TB,” kata Sri Muslimatun.

Menurutnya kasus TB yang terjadi pada anak usia 0-14 tahun diperkirakan mencapai 6-12% dari seluruh kasus TB. Dan kasus TB anak sering disertai dengan status gizi yang kurang. Kondisi ini sangat perlu mendapatkan perhatian  semua pihak. Sistem imunitas pada anak akan mempengaruhi terjadinya infeksi atau sakit TB pada anak.

Untuk membentuk imunitas yang baik pada anak maka asupan gizi pada anak harus tercukupi. Salah satu upaya untuk mencukupi kebutuhan gizi anak adalah dengan membudayakan makan sayur dan buah setiap hari. Disampaikan pula bahwa  saat ini banyak dipasarkan makanan siap saji untuk bayi dan anak yang kurang memenuhi standar gizi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Sri Muslimatun juga  menyambut baik dilaksanakannya Kampanye Makan Buah dan Sayur pada hari ini.

“Diharapkan dengan kegiatan tersebut kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi anak secara baik dapat terwujud,” tutur Sri Muslimatun.




2015, Di Sleman Ditemukan 520 Kasus DBD, 9 Orang Meninggal

KaderSleman – Sepanjang tahun 2015 di Kabupaten Sleman telah ditemukan  520 kasus  Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan kasus  9 orang meninggal dunia. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan, dr Mafilindati Nuraini MKes di Sleman, Jumat (29/1).

“Sedangkan sampai tanggal 27 Januari  2016  ini di Kabupaten Sleman  sudah ditemukan 12 kasus DBD dengan catatan 1 orang meniggal dunia di Kecamatan Seyegan, Kecamatan Kalasan 5 kasus, Kecamatan Sleman 1 kasus, Kecamatan Godean 3 kasus,  Depok 2 kasus,” kata Linda panggilan Mafilindati.

Guna mengantisipasi berkembangnya kasus DBD ini dikatakan Linda, pada awal tahun 2016 dikatakan Linda,  Tim Kelompok Kerja Operasaional   DBD ( Pokjanal DBD ) mulai mengaktifkan  gerakan Jumat bersih  dan monitoring utamanya kegiatan pemberantasan Sarang Nyamiuk   (PSN)    untuk menanggulangi dan mengurangi kasus DBD di Kabupaten Sleman.

Dan pada hari Jumat (29/1) Tim Kelompok I dan II yang beranggotakan dari Dinas Kesehatan, TNI/POLRI, Dinas Pendidikan, Bapeda, Bagian Pemdes, Bag Kesra serta Camat, kades dibantu Kader ibu-ibu melaksanakan  pemantauan jentik  berkala. Untuk Kelompok  I  meninjau dan monitoring di  Padukuhan  Ngemplak Caban, Desa Tridadi  di Wilayah Puskesmas Sleman,

Pemantauan  dengan melihat langsung pekarangan/halaman  bak mandi, tempat penampungan air, disspenser dan sangkar 114  rumah / titik  menemukan 18 rumah/titik positif ada jentik sehingga ABJ baru mencapai 84 % masih dibawah  angka Bebas Jentik yaitu 95 %.

Selanjutnya untuk kelompok II melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung di Kecamatan Kalasan Desa Purwomartani, Dusun Juwangan   oleh Tim, Camat, Kades, dibantu ibu-ibu kader Padukuhan melihat langsung bak mandi, penampungan air dan sangkar  burung  serta air minum / dispenser, kulkas, ban bekas  dari 196  rumah/titik menemukan 39  positif rumah warga /tempat yang positif ada jentik.

Dari hasil pemantuan langsung oleh tim bersama camat dan kader padukuhan menemukan tampungan air kulkas, dispenser dan Ban Bekas ada positif jentik sehingga wilayah tersebut masih sering  terjadi penderita DBD. Sesuai angka bebas jentik (ABJ ) yang yang baru mencapai rata rata  80,1 b% jauh di bawah standar yaitu 95 %.

Evaluasi  dari Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman bersama Camat dan Aparat Desa Pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar  masyarakat  dapat menjaga  lingkungan dengan gerakan 3 M. Setiap 5 hari sekali dapat masing-masing kader bisa melibatkan anak-anak usia  sekolah  untuk dapat  terlibat langsung dengan pendampingan  Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas   kesadaran bersama demi kesehatan bersama.




Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman Formulasikan Rencana Tahun 2015

Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) RKPD untuk membahas aktivitas pembangunan daerah di tahun 2015 nanti selama dua hari, mulai hari ini, Selasa (25/3).

Kegiatan ini untuk memformulasikan rencana pembangunan tahun 2015 terlebih lagi tahun 2015 merupakan tahun terakhir dalam pelaksanaan RPJM Daerah.

Di tahun terakhir ini Pemkab Sleman dituntut untuk lebih cermat dalam menentukan prioritas anggaran dan kegiatan di tahun 2015. Setiap SKPD harus bekerja keras untuk mencapai target yang telah ditetapkan dalam RPJMD dan melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada di tahun-tahun sebelumnya.

Sekretaris Daerah dr. Sunartono, , ketika membuka Musrenbang di aula Bappeda, mengatakan bahwa RPJMD ditetapkan indikator capaian IPM 79,63, untuk kondisi masyarakat yang berdaya saing, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,98%, untuk  daya saing dan indeks gender 74 untuk keadilan gender.

“Kita juga harus melihat outcome dari RPJM Sleman selama ini. Jika outcome tersebut masih kurang, hal ini berarti sinergi dan keterpaduan semua pihak, pemerintah secara lintas sektor, swasta dan masyarakat masih harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Tema perencanaan tahun 2015 adalah “Memantapkan kondisi perekonomian daerah dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat”.

Peningkatan kesejahteraan masyarakat dilakukan dengan menurunkan persentase KK miskin pada tahun 2013 menjadi 13,89%. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2012 yaitu 15,85%.

Tingkat pengangguran terbuka tahun 2013 masih tinggi yaitu 6,47%, lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata nasional sebesar 6,25%. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman juga masih rendah yaitu 5,45%, lebih rendah jika dibandingkan rata-rata nasional yaitu 6,23%.

Melihat kenyataan tersebut, Sunartono berpesan kepada seluruh peserta Musrenbang untuk melakukan perencanaan dan kegiatan pembangunan dengan lebih cermat di segala aspek. Tidak hanya pada aspek fisik sematan namun juga perlu memperhatikan aspek sosial mengingat aspek sosial ini seringkali terlewatkan.

Peserta dalam Musrenbang tersebut antara lain unsur DPRD kabupaten Sleman, seluruh SKPD, instansi vertikal dan BUMD di Kabupaten Sleman, Ormas/profesi, unsur musrenbang kecamatan, utusan Bappeda kabupaten/kota di wilayah DIY dan wilayah perbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.