Java Summer Camp 2017, Media Jalin Kerjasama Pariwisata

Foto Jemparingan Peserta Summer Camp 2017 oleh Wasita

Sleman – Java Summer Camp 2017 resmi dibuka pada Jumat (25/8). Bertempat di Lapangan Siwa Komplek Candi Prambanan, event yang sudah enam kali berjalan ini khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan obyek-obyek wisata yang ada di Kabupaten Sleman. 

“Kita bisa mengenalkan warisan-warisan heritage kepada peserta yang jumlahnya sekitar 170an,” ucap Sudarningsih, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.

Sudarningsih menuturkan, Java Summer Camp 2017 diikuti peserta yang tak hanya berasal dari beberapa kabupaten/kota di Indonesia tetapi juga dari empat negara lain ikut bergabung.

“Dari Pakistan, Jepang, Malaysia, dan Polandia,” ungkap Sudarningsih.

Event ini berlangsung tiga hari dengan beragam aktivitas.

“Besok pagi kita akan ajak mereka mengelilingi candi dan ada kegiatan festivital candi di mana kita bekerjasama dengan Dinas Pariwisata DIY kemudian setelah itu malam harinya mereka akan kita ajak menonton pertunjukan Ramayana,” jelas Sudarningsih.

Sudarningsih juga menyisipkan agenda untuk mengenalkan destinasi baru, yakni geo heritage yang ada di Lava Bantal dan Tebing Breksi. Ryunoshin Mikami, peserta Java Summer Camp 2017 dari Jepang menyampaikan kebahagiaannya mengikuti event tahunan ini.

“I’m happy to be here and I appreciate my friend for telling me this event because I enjoy it,” tutur Mikami.

Ia juga berharap melalui event ini, ia bisa menambah lebih banyak teman dan koneksi terutama dari Indonesia.

Sama halnya dengan Sudarningsih, melalui acara ini ia berharap para peserta dapat berinteraksi sehingga nantinya bisa memberikan impak positif pada pariwisata, terutama di Sleman.

“Peserta untuk lebih terdorong memberikan pemahaman dan kerjasama untuk bisa meningkatkan kegiatan pariwisata dan budaya,” tutur Sudarningsih.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman ini juga menargetkan bahwa ke depannya tidak hanya empat negara yang akan berpartisipasi tapi bisa lebih banyak lagi.

“Kita akan tingkatkan lagi promosinya sehingga banyak mahasiswa asing yang bisa mengikuti kegiatan ini,” jelasnya.




2017, Ada 10 Isu Strategis Ranwal RKPD Sleman

Sleman – Kepala Bappeda Sleman, drg Intriati Yudatiningsih MKes mengatakan dalam Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) Kabupaten Sleman 2017 beberapa waktu lalu muncul isu strategis draft perencanaan awal (ranwal) RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) 2017 di Kabupaten Sleman ada 10.

Kesepuluh isu tersebut yakni persentasi penduduk miskin masih tinggi, kontribusi sektor ekonomi lokal masih rendah, indeks kepuasan mayarakat dan indeks reformasi birokrasi masih perlu ditingkatkan, ketentraman, ketertiban dan perlindungan masyarakat yang masih perlu ditingkatkan.

Dan, masih adanya kematian bayi dan ibu melahirkan, kwalitas pendidikan yang masih perlu ditingkatkan, penurunan kualitas lingkungan hidup, kualitas sarana dan prasarana publik masih perlu ditingkatkan, masih adanya konflik dan permasalahan sosial dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal belum optimal.

“Dalam Musrenbang 2017 juga disampaikan kepada Kepala SKPD serta Camat yaitu agenda kerja penyusunan RKPD, renja, KUA (Kebijakan Umum Anggaran) dan PPAS (Plafon Prioritas Anggaran Sementara) tahun 2017 yang  dimulai 25 Januari hingga 3 Juni 2016,” kata Intriati, Senin (1/2).

Sementara untuk penetapan renja oleh SKPD tanggal 14 Juni 2015 selanjutnya diserahkan ke Bappeda Sleman, untuk dilakukan pembahan dan pencermatan. Sementara proyeksi tahun 2017 untuk pendapatan mencapai Rp 2,3 trilyun dengan perincian PAD Rp 653,37 miliar, dana perimbangan Rp 1,24 trilyun dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 483,33 miliar.

Sedangkan belanja mencapai Rp 2,6 trilyun terdiri dari belanja langsung Rp 1,05 trilyun, belanja tidak langsung Rp 1,57 trilyun  dan untuk pembiayaan terdiri dari penerimaan pembiayaan Rp 251,57 miliar dan pengeluaran pembiayaan Rp 13 miliar.

Sementara Pj Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno menyampaikan untuk lebih memfokuskan perencanaan pembangunan tahun 2017, Pemkab Sleman memiliki tema “Memberdayakan potensi ekonomi lokal menuju kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Sleman yang berbudaya”.

Pemkab Sleman menetapkan tema pembangunan tersebut untuk mendukung tema nasional dan indikasi tema Daerah Istimewa Yogyakarta yakni “Mendayagunakan dan mengoptimalkan (SDM unggul, kesehatan terjamin, pengangguran turun, investasi tumbuh, ekonomi tumbuh dan merata, infrastruktur mantap, masyarakat lebih berbudaya dan DIY lebih berkarakter)”.

Pemkab Sleman telah menentukan sembilan prioritas pembangunan yakni: meningkatkan ketentraman dan ketertiban, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efektif serta kualitas pelayanan publik, pemerataan pembangunan sampai ke tingkat desa, memperkuat penegakan hukum, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, meningkatkan produk dan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Serta, mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi lokal, meningkatkan kualitas pendidikan karakter serta meningkatkan kerukunan masyarakat dengan mengangkat kebudayaan lokal dan kesetaraan gender.

“Dengan berpedoman pada proritas pembangunan tersebut, diharapkan seluruh program kerja dari setiap instansi dilingkungan Pemkab Sleman senantiasa berorientasi pada  peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Iswoyo.