Turi Jaga Agar Wilayah Tetap Kondusif dan Aman

Turi – Dalam rangka menjaga keamanan dan kondisi di Kecamatan Turi pada hari Kamis (22/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi diadakan Rapat Koordinasi Forum Kerukunan Umat Beragama.

Pertemuan dihadiri Kapolsek, Danramil, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, Romo Pastur, UPT Desa, Babinsa, dan Babinkamtipmas se-Kecamatan Turi.

Pertemuan dipimpin langsung oleh Camat Turi, Siti Anggraeni Susila Prapti. Dalam penjelasannya, Siti menyampaikan agar masyarakat Turi selalu waspada, menjaga kerukunan antar umat beragama, rasa persatuan dan kesatuan, serta terus melestarikan gotong royong sehingga kondisi Turi yang tentram, aman, dan damai dapat dipertahankan.

Selanjutnya, Kapolsek Turi, AKP Robi Y, mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat untuk duduk bersama menjaga Turi selalu aman, tentram, dan damai sehingga umat beragama dalam menjalankan ibadahnya dapat dengan tenang, aman, dan tidak ada rasa khawatir atau takut.

Acara kemudian diisi oleh Danramil Turi, yang meminta agar kondisi yang sudah tentram ini selalu dijaga. “Tidak lupa mari kita musyawarahkan agar kondisi ini tetap kondusif,” tuturnya.

Adapun acara dilanjutkan dengan menampung masukan dari para peserta di antaranya dari Romo Paroki Somohitan Romo Koko Puji yang menyampaikan bahwa kerja sama yang sudah terjalin perlu ditingkatkan sehingga moral masyarakat semakin baik dan agar orang beragama sesuai dengan hati nuraninya sendiri.

Dari , menuturkan jika di Turi tidak ada SARA namun perlu mengkhawatirkan isu yang berkembang di media sosial, lalu Halimin dari KUA yang menekankan agar masyarakat perlu waspadai pada pembenturan agama. Sementara, Suharno memberi ide terkait patroli bersama yang perlu ditingkatkan. Masukan tersebut kemudian dibahas bersama dan diambil jalan keluarnya untuk ditindak lanjuti. (Suharno)




Pendalaman Agama Pelajari Tuntunan Salat

Turi – Dalam rangka memperdalam tentang keagamaan, PRM Donokerto 1 Turi setiap malam Jumat Pon dan malam Jumat Pahing mengadakan pendalaman agama dengan tempat bergilir di rumah para peserta.

Untuk malam Jumat Pon (7/12) dilaksanakan di rumah Hj. Indarwati Turi. Acara yang dimulai pukul hingga WIB ini dihadiri oleh 100 peserta.

Dipimpin oleh Ustaz Darussalam dari Minggir, pendalaman agama menyampaikan tentang peristiwa-peristiwa penting di bulan Rabiul Awal, seperti Rasullulah memilih Khatimah binti Khuwailid pada 10 Rabiul Awal dan bersembunyinya Nabi Muhammad SAW di Gua Tsur pada 2, 3, dan 4 Rabiul Awal.

Selanjutnya, Ustaz menyampaikan mengenai tuntunan salat, yaitu Salat Dhuha, Salat Shafar, Salat Ied, Salat Gerhana, dan Salat Istiqa. Semua diterangkan secara jelas baik mengenai tata cara, hadits, hingga doanya. Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab. (Suharno)




Gedung Dakwah Sebagai Sentral Kegiatan Umat

Gamping – Minggu (26/11) pukul WIB, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, meresmikan Gedung Dakwah Nogotirto di Dusun Jangkang Desa Nogotirto, Gamping. Peresmian gedung milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nogotirto ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita.

Para undangan yang hadir, antara lain tokoh Muhammadiyah dan juga ulama yang menjunjung tinggi nilai toleransi, Ahmad Syafii Maarif, Camat Gamping, Abu Bakar, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Kepala Desa Nogotirto Faizin, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta para jemaah Muhammadiyah Ranting Nogotirto.

Menurut Ketua PRM Nogotirto, Heru Prasetya, dalam sambutannya, peresmian yang sekaligus menyemarakkan hari jadi ke-105 organisasi massa Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan tahun 1912 ini mengambil tema “Untuk Masyarakat yang Berkemajuan”. Gedung dakwah ini dimanfaatkan untuk melanjutkan cita-cita K.H. Ahmad Dahlan dalam memajukan masyarakat sekitar dan menjadi sentral kegiatan umat baik dalam hal kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan hubungan sosial kemasyarakatan.

Beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Muhammadiyah beserta organisasi otonomnya, yakni Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah adalah mengadakan kajian dengan tema aktual, layanan pemeriksaan kesehatan, pelatihan perawatan jenazah, pasar ramadhan yang diikuti pelaku ekonomi dari masyarakat setempat, dan pemberian tunjangan kepada siswa-siswi yatim.

Selanjutnya Ketua PRM Nogotirto memberitahukan bahwa Gedung dua lantai ini didirikan di atas tanah wakaf almarhum Trisno Pawiro seluas 123 m2. Pembangunan dimulai pada tanggal 3 Juni 2016 menelan biaya kurang lebih Rp 373 juta yang berasal dari swadaya jemaah. Sementara itu, bantuan masyarakat berupa uang tunai dan material bangunan, seperti genteng, pasir, semen, granit. Donasi juga diberikan oleh amal usaha Muhammadiyah, yaitu Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Aisyiyah, dan CV. Qumiirato.

Peresmian gedung diakhiri dengan peninjauan ke seluruh ruangan yang ada. (Adnan Nurtjahjo)




Sukoharjo Siapkan Pemimpin Bangsa Masa Depan

Ngaglik – 1 Muharam 1439 Hijrah merupakan babak baru dalam pendidikan agama Islam. Menyambut tahun baru Hijriah ini, masyarakat Desa Sukoharjo khususnya Dusun Karanglo mendapat kabar gembira dengan peresmian Pondok Pesantren Bayt Alquran.

Pondok pesantren yang digagas oleh KH M. Muhaimin dari Kotagede Yogyakarta ini dibangun dengan menempati rumah dan tanah Sulasmi bin Hadisutjipto yang luasnya hampir m2.

Pondok tersebut diresmikan oleh Sri Muslimatun, Wakil Bupati Sleman, Kamis (21/9). Dalam sambutannya mewakili Bupati Sleman, Sri mengatakan bahwa Pemkab Sleman menyambut dengan antusias berdirinya pesantren yang diharapkan bisa menyiapkan pemimpin bangsa masa depan dan sebagai benteng dari pengaruh negatif kondisi sekarang ini.

Selain itu, Sri juga mengharapkan pondok ini mampu menghasilkan cendekiawan muslim sejati yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Sebab, penghafal-penghafal Alquran sekarang ini sangat dibutuhkan di hampir semua stakeholder di masyarakat baik di pemerintahan maupun di perusahaan.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rektor Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Nandang Sutrisno, yang juga mengungkapkan dukungannya atas berdirinya pondok ini. Nandang mewakili civitas akademika UII juga menyampaikan kesiapannya bekerja sama dengan pihak pesantren.  “Banyak yang bisa dikerjasamakan misalnya FAI bisa melalui PKL atau KKN serta membantu pembelajaran yang dibutuhkan pondok ini, saya selaku Rektor UII Yogyakarta sangat menyambut baik adanya pondok ini,” ungkap Nandang.

Nandang menambahkan, selama ini Fakultas Agama Islam (FAI) UII, sudah kerjasama dengan IPHI Sukoharjo dan Masjid Masjid Sukoharjo dalam bidang keagamaan. Ke depannya, ia berharap bisa dikembangkan terus untuk membetengi pengaruh negatif arus globalisasi.

Dalam peresmian pondok ini, Muhammad Mahfud. MD juga berkesempatan memberikan bekal, bimbingan, serta gagasan tentang masa depan pondok. Diungkapkan Mahfud, pondok harus memiliki dua hal dalam mengembangkan kecerdasan, yakni melalui memberdayakan otak untuk berpikir cerdas tetapi juga memberdayakan hati yang diharapkan menghasilkan watak atau moral yang Islami yang baik sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.

Peresmian pondok ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta dari berbagai pihak, seperti Sudjarwadi SU mantan Rektor UGM, Pemerintah Kecamatan Ngaglik, Muspika, Kepala Desa Sukoharjo, Perangkat Desa Sukoharjo dan Dukuh Karanglo, para alim ulama, kyai pimpinan pondok, tokoh agama, serta masyarakat Desa Sukoharjo.