Warga Gayamharjo Terima Bantuan Air Bersih dari Pemda

IMG-20151016-WA0003_1Sleman – Dalam rangka peringatan Natal tahun 2015 panitia peringatan Natal Kabupaten Sleman  mengadakan kegiatan bakti sosial bantuan air bersih di Desa Gayamharjo Kecamatan  Prambanan Sleman.

“Droping air bersih untuk warga Desa Gayamharjo tersebut sudah kita lakukan  pada hari Jumat 16 Oktober 2015 dibalai Desa Gayamjarjo sekitar pukul WIB,” kata Ketua Panitia peringatan Hari Natal Kabupaten Sleman, HY Aji Wulantara SH MHum di Sleman, Senin (19/10).

Menurut Aji Wulantara, saat melakukan droping diterima langsung Kepala Desa Gayamharjo yang selanjutkan dilakukan penerimaan bantuan secara simbolis dan dilanjut penyerahan air bersih dari tangki air untuk dibagikan ke warga Gayamharjo. Pada kesempatan ini panitia menyampaikan bantuan air bersih sebanyak 10 tangki.‬




PMI Sleman Telah Salurkan Air Bersih ke Prambanan dan Gamping 710.000 Liter

Foto BersamaSleman – Ketua PMI Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan pada musim kemarau tahun 2015 ini PMI Kabupaten Sleman telah memberikan bantuan air bersih di wilayah Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gamping yang mengalami kekeringan sejumlah liter air.

“Bantuan air bersih yang disalurkan tersebut merupakan bantuan dari  Rotary Club Jogja, Taft Disel Indonesia dan  RM Pringsewu,” kata Sunartono, disela-sela peringatan HUT ke 70 PMI Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Minggu (20/9).

Sementara Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi dalam sambutan HUT Ke-70 PMI Kabupaten  Sleman  mengajak untuk membangun komitmen yang lebih baik guna melakukan konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan revitalisasi dalam tubuh PMI Kabupaten Sleman. Mengingat tugas, tanggung jawab serta tantangan dan permasalahan yang dihadapi oleh PMI Kabupaten Sleman di masa mendatang tidak semakin ringan namun justru semakin berat dan kompleks.

Diharapkan dengan adanya konsolidasi, koordinasi, sinkronisasi dan kerja sama yang baik maka tugas dan tanggung yang berat tersebut akan dapat dilaksanakan dengan baik. Menyikapi tantangan tugas PMI dimasa mendatang yang semakin berat dan sarat dengan berbagai tantangan, perlu disikapi dengan pengembangan manajemen kepengurus­an yang teratur, tertata rapi, baik tenaga, sarana dan dana yang dilakukan secara demokratis dan transparan.

Sebagai konsekuensinya seluruh jajaran pengurus maupun anggota PMI Kabupaten Sleman harus senantiasa meningkatkan penge­tahuan, wawasan dan kemampuannya. Namun upaya pening­katan kualitas SDM tersebut jangan hanya mengan­dalkan dukungan dan bantuan dari PMI, namun hendaknya dapat dilaksakan secara mandiri dan swadaya.

Untuk menunjukkan kiprah dan kinerjanya kepada ma­sya­rakat secara nyata, hendaknya PMI Kabupaten Sleman dapat membuat program penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. Hal ini dikarenakan pada hakekatnya penanggu­langan bencana bukan hanya pertolongan pada saat darurat saja, tetapi juga upaya pencegahan yang dilakukan bersama-sama masyarakat dan para relawan.

“Saya harapkan agar seluruh Pengurus PMI Kabupaten Sleman periode ini bisa mengoptimalkan peran, ke­mam­puan dan profesioanlismenya, walaupun keberada­annya hanya me­ru­pakan kerja sosial kemanusiaan yang bersifat pengabdian. Peningkatan profesionalisme pengurus PMI sangat diperlukan agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih optimal lagi,” kata Gatot.

Pada acara HUT PMI tersebut diberikan bantuan kepada 5 Sekolah Sehat berupa alat-alat UKS Binaan dari PMI Sleman yaitu SMPN 3 Sleman, SMP N 2 Cangkringan, SMK N 2 Depok, SDN  Grunggon, Cangkringan dan SMP Taman Dewasa Ngemplak serta piagam penghargaan bagi yang 25 kali donor darah oleh Penjabat Bupati didampingi Ketua PMI Sleman.

Dilanjutkan juga penandatanganan MOU  PMI Sleman oleh  Sunartono dengan PT Astra,   guna untuk kebutuhan donor darah setiap saat. Juga diberikan piagam penghargaan kepada Rotray Club  dan Taft Diseil Indonesia atas bantuan air bersih melalui PMI Sleman.




Pengelolaan Air Bersih Prambanan Bakal Ditangani BUMDes

Sleman – Untuk memaksimalkan distribusi air di Kecamatan Prambanan, Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) merencanakan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang air bersih. Mereka akan memanfaatkan tiga sistem saluran air yang berada di wilayah itu.

Ketua OPPA Prambanan, Mujimin, menjelaskan pihaknya merencanakan sistem saluran air Prambanan I di Majasem, Desa Sambirejo, menjadi BUMDes pada 2015 mendatang. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM) untuk ketiga pengelola saluran itu.

“Pada 2015, semoga sudah jadi BUMDes, apalagi tenaga diesel sudah dikonversi menjadi tenaga listrik,” kata Mujimin, kemarin.

Terkait rencana itu, lanjut dia, OPPA sudah membahas secara nonformal dengan pihak Desa Sambirejo untuk menjadikan sistem saluran air Prambanan 1 menjadi BUMDes.

Mujimin  yakin jika sudah dikelola melalui badan usaha, maka distribusi air bersih ke warga akan berjalan maksimal. Hal itu seperti yang dilakukan Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, yang sudah mencapai swasembada air berkat adanya BUMDes air bersih.

Kendati demikian, pembenahan SDM mutlak dilakukan jika sudah menjadi BUMDes. Mulai dari sistem administrasi warga, kesekretariatan hingga mekanik atau yang bertugas melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Seluruh SDM nanti diharapkan mendapatkan upah dari hasil BUMDes tersebut.