Pasca Penetapan SKPD, Sleman Marathon Siapkan Personil dan Anggaran

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah selesai melakukan pembahasan perombakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ditetapkan bersama DPRD Kabupaten Sleman pada Senin (31/8) lalu.

Terkait hal tersebut Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan Kabupaten Sleman Dra Suyamsih MPd di Sleman, Kamis (8/9) menyampaikan bahwa saat ini Pemkab Sleman secara paralel sedang merancang penataan  SDM, keuangan, dan asset setelah penetapan perombakan SKPD.

Senada dengan Suyamsih, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Hery Dwi Kuryanto SH menjelaskan bahwa saat ini Pemkab Sleman sedang mematangkan penataan organisasi yang dipimpin oleh Sekda menindaklanjuti Perda Perangkat Daerah.

“Pemkab Sleman saat ini secara maraton membahas percepatan penetapan APBD 2017, penataan SDM dan sarana prasarana yang sudah menyesuaikan dengan struktur kelembagaan baru,  targetnya bisa selesai akhir November 2016,” kata Heri.

Heri juga menjelaskan bahwa SKPD di Lingkungan Pemkab Sleman yang sudah ditetapkan yaitu Sekretariat DPRD, Inspektorat Kabupaten, Satuan Polisi Pamong Praja, 21 Dinas, 5 Badan, dan 17 Kecamatan.

Penetapan ini menurut Heri merupakan komitmen Bupati Sleman dan DPRD Kabupaten Sleman untuk melaksanakan PP No. 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah serta menjalankan instruksi pusat.

“Berdasarkan PP No. 18 tahun 2016, Perangkat Daerah baik yang digabung maupun dipisah dengan pendekatan urusan karena kelembagaan dibentuk berdasarkan rumpun urusan  sebagai mana urusan-urusan yang diatur dalam UU tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” jelas Heri.***




Anggaran Menjadi Kendala Perbaikan Gedung Bidang Kesenian

Sleman – Perbaikan Gedung Bidang Kesenian milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman terkendala anggaran. Pasalnya hingga saat ini anggaran untuk perbaikan gedung yang rusak akibat tertimpa beringin itu belum direncanakan. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Sleman, Nurbandi mengatakan, tindak lanjut untuk gedung tersebut masih harus didiskusikan bersama pimpinan daerah.

“Jika pemulihan digunakan memakai dana perbaikan atau perawatan yang ada tidak akan cukup. Kita juga belum menghitung (biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung),” kata Nurbandi, Jumat(19/2).

Adapun hal yang dilakukan saat ini adalah mengidentifikasi apakah gedung tersebut layak diperbaiki atau malah dibuatkan gedung baru untuk bagian kesenian. Jika ke depannya gedung tersebut harus dipindahkan, maka DPUP akan membangun gedung baru dan membongkar bangunan yang saat ini mengalami kerusakkan.

Di sisi lain, perbaikan bagi gedung milik Disbudpar dapat dibiayai melalui anggaran biaya tambahan (ABT). Namun begitu, hal tersebut tetap harus direncanakan dan dibahas lebih lanjut bersama Kepala Daerah yang baru.

“Sekarang kan Kepala Daerahnya baru sehingga sedang masa transisi, jadi mungkin menunggu sampai stabil dulu,” kata Nurbandi.

Adapun terkait rencana pembangunan area kebudayaan terpadu di kawasan Lapangan Denggung, Nurbandi menyampaikan, program tersebut terkendala pembebasan lahan. Menurutnya, pembangunan area kebudayaan terpadu merupakan program turunan untuk penggunaan dana istimewa.

“Itu masih masalah tanahnya. Jadi realisasinya ya menunggu penyelesaian tanahnya,” kata Nurbandi. Sehingga proses pembangunan area tersebut diperkirakan masih akan memakan waktu panjang.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmi Dewi TP MM  berharap pimpinan Pemkab Sleman segera mengambil kebijakan untuk memperbaiki atau merelokasi gedung bagian kesenian. Pasalnya pelayanan terhadap masyarakat masih harus terus berjalan.

“Kalau menurut saya gedungnya sih memang harus dipindahkan. Karena di lokasi yang sekarang memang kurang pas. Itu kan nantinya mau dibuat area budaya terpadu,” kata Ayu.

Namun begitu Ayu menyerahkan sepenuhnya kebijakan perbaikan gedung kesenian pada pimpinan Pemkab Sleman. Seperti diketahui, dua pohon berdiameter lebih dari dua meter di sebelah barat daya Lapangan Denggung, Sleman ambruk ketika hujan deras disertai angin kencang, Senin (15/2) lalu. Salah satunya menimpa Kantor Bidang Kesenian Disbudpar Sleman. Akibatnya tiga orang luka-luka langsung dibawa ke Rumah Sakit Akademik UGM.

Adapun korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit, yaitu staf seksi pengembangan budaya Heri Nursusanto (32), serta ahli pranatadana istimewa  Tzalis (25) dan Widia Hapsari (27) yang sedang hamil empat bulan. Pada musim hujan, pohon-pohon di Lapangan Denggung memang sering tumbang karena angin kencang.