BPJS Mengedukasi Antisipasi Biaya Pengobatan Masyarakat

Bupati mencoba aplikasi pelayanan BPJS 4 (1024 x 683)Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menaruh harapan besar atas keberadaan Kantor  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat di Kabupaten Sleman.

Setelah dua tahun beroperasi BPJS telah mengedukasi masyarakat untuk mengantisipasi biaya pengobatan melalui BPJS. Meski demikian masih banyak ditemui pelayanan kesehatan yang dirasa menyulitkan masyarakat.

“Sejumlah keluhan yang kami terima dari masyarakat terkait panjangnya antrian pendaftaran dan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar,” kata Gatot

Ketika meresmikan kantor BPJS Cabang Sleman di Aparko Kusuma Raffles Regency kav. 16 Jl. Magelang,  Kamis (31/12).

Dikatakan Gatot bahwa seluruh peserta BPJS akan mendapatkan pelayanan yang merata, namun membludaknya jumlah pasien tidak sebanding dengan SDM kesehatan sehingga belum tertangani secara merata.

“Hal ini menjadi pe-er  kita bersama yang perlu diselesaikan secara tuntas sehingga masyarakat benar-benar merasa puas mendapat pelayanan kesehatan secara menyeluruh di wilayah Kabupaten Sleman,” tutur Gatot.

Yang jelas lanjutnya keberadaan BPJS Kesehatan juga menuntut konsekuensi kesiapan dari fasilitas kesehatan yang nantinya akan menerima pasien BPJS. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemkab Sleman juga terus berupaya meningkatkan standar pelayanan kesehatan mulai dari Puskesmas, Klinik Pratama, Rumah Sakit, Dokter Perorangan dan Apotik.

Hingga saat ini sejumlah 25 Puskesmas Sleman telah terstandardisassi ISO dan memberikan layanan kesehatan bagi peserta BPJS. Untuk mengakomodir tingginya peserta BPJS, sejumlah 22 rumah sakit, 1 RS TNI Bhayangkara, 18 klinik pratama, 2 Klinik Pratam TNI, 1 Klinik Pratam POLRI,  52 dokter praktek perorangan, 18 dokter gigi perorangan, serta 23 apotik di Sleman juga telah melayani peserta BPJS.

Sedangkan kepala BPJS Cabang Sleman, Djanu Teguh Prasetijo menyampaikan bahwa sampai saat ini jumlah peserta yang telah terdaftar di BPJS kesehatan KCU Yogyakarta mencapai dan hampir satu jutanya di kantor BPJS Cabang Sleman.

Peresmian kantor BPJS cabang Sleman ditandai dengan pengguntingan buntal dan pembukaan pintu oleh Penjabat Bupati Sleman didampingi Kepala kantor BPJS Kesehatan KCU Yogyakarta dr Upik Handayani dan Kepala BPJS Cabang Sleman.




Antisipasi Kebakaran Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Sleman– Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Juli Setiono SH MM mengatakan  dalam kondisi musim kemarau yang cukup panjang seperti sekarang I ni masyarakat di Kabupaten Sleman diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab dalam musim kemarau yang berkepanjangan ini membuat lahan hutan rakyat diwilayah Kabupaten Sleman menjadi sangat kering, yang dampaknya menjadikan lahan hutan rakyat mudah terbakar.

“Dengan kondisi musim kemarau dan suaca seperti sekarang ini, kami minta   masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan. Di antaranya dengan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Terutama di lahan maupun hutan, baik yang jauh ataupun berdekatan dengan pemukiman. Karena api mudah tersebar dan menjadi besar bila terkena angin sehingga sulit dipadamkan,” kata Juli di Sleman, Senin (28/9).

Juli juga menghimbau warga tidak membuang puntung rokok dalam kondisi menyala dan dibuang disembarang tempat. Pasalnya bara yang masih menyala pada puntung rokok seringkali menjadi pemicu kebakaran besar.

Apalagi  lanjut Juli, rumput yang berada di tepi jalan raya kondisinya sudah sangat kering. Jika terbakar dapat merambat ke pemukiman sehingga dampak kebakaran semakin luas dan tidak terdeteksi.

Sementara dari data yang ada d Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadaman Kebakaran (Damkar) Sleman,  tercatat  ada tiga kecamatan di Kabupaten Sleman menjadi wilayah paling rentan terjadi kebakaran hutan. Hal ini lantaran banyaknya tanaman yang kering seiring terjadinya kemarau panjang di tahun ini. Dan ketiga kecamatan tersebut  adalah Kecamatan Prambanan, Cangkringan, serta ketiga wilayah tersebut, terdapat lahan yang berupa hutan rakyat yang cukup luas. Saat musim kemarau seperti ini, banyak daun kering berserakan di lahan tersebut. Dipicu api kecil saja sudah bisa mengakibatkan kebakaran yang serius.

Tidak hanya lahan dan hutan saja yang frekuensi kebakaran nya meningkat tetapi juga di pemukinan . Di tahun ini, hingga September lebih dari 75 kejadian kebakaran yang ditangani oleh UPT Damkar.
Peningkatan cukup signifikan terjadi mulai puasa lalu. Wilayah padat penduduk, seperti Depok, Ngaglik, dan Godean menjadi daerah yang riskan terjadi kebakaran.



Antisipasi Ancaman Hama Wereng, DPPK Sleman Beri Pestisida Gratis

Sleman – Para petani di Kabupaten Sleman mengkhawatirkan adanya ancaman hama wereng pada musim tanam padi kali ini. Hal ini dikarenakan wereng telah menyerang beberapa tanaman padi milik petani di beberapa wilayah di Kabupaten Sleman.

Kekhawatiran petani terhadap ancaman hama wereng ini juga diakui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Edy Sri Harmanta.

“Tidak hanya di Sleman, hama wereng telah menyerang beberapa sawah di Kulonprogo dan Magelang. Untuk itu petani harus waspada terhadap penyebaran hama wereng,” kata Edy di Sleman, Jumat (4/4).

Untuk itu, Dinas Pertanian Sleman telah memberikan edaran kepada seluruh kelompok tani di Sleman untuk mewaspadai ancaman wereng. Bila diketahui ada serangan hama wereng diharapkan para petani segera melapor agar dapat diatasi.

Selain itu, para petani juga dihimbau agar petani menanam padi yang tahan hama wereng.

Beberapa wilayah yang melakukan panen padi pada bulan April ini membuat serangan hama wereng dapat itu pencegahan perlu dilakukan agar jangan sampai wereng meluas ke tanaman padi yang belum dipanen karena dapat menyebabkan produktivitas padi menurun.

Antisipasi serangan wereng untuk musim tanam padi akan ditambah pestisida bubuk maupun cair yang disediakan langsung DPPK Sleman. Untuk mendapatkan pestisida tersebut petani akan diberi gratis setelah ada rekomendasi petugas lapangan di masing-masing wilayah.




Damkar Sleman Semprot Abu Vulkanik Antisipasi Dampak Kesehatan

211_20140216043044

Sleman – UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman menerjunkan 2 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit mobil tangki guna menyemprot dan membersihkan abu vulkanik, untuk mengantisipasi dampak kesehatan dan  memperlancar aktivitas warga.

 Akibat erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur, wilayah Kabupaten Sleman diguyur hujan abu vulkanik sampai ketebalan tak kurang dari 2 cm.

Sementara itu, Kasubbag UPT Pemadam Kebakaran Tri Widodo, Minggu (16/2), menyebutkan untuk saat ini pihaknya fokus membersihkan abu vulkanik di wilayah kompleks Kantor Kabupaten Sleman, dan selanjutnya  akan dilakukan di titik-titik lokasi lainnrya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Kabupaten Sleman agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak buruk bagi kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat terpaan abu vulkanik Gunung Kelud.

Bilamana harus melakukan aktivitas keluar rumah, maka warga dianjurkan untuk memakai masker. Bagi semua kendaraan yang melakukan aktivitas diwajibkan menghidupkan lampu demi keselamatan bersama.