Sinergi Program Masyarakat dengan Instansi Pendidikan

Gamping – Minggu (29/07/2018) pukul WIB bertempat di Ruang Rapat lantai 2 Kantor Kecamatan Gamping, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kecamatan Gamping mengadakan audiensi dengan Plt. Camat Gamping, Samsul Bakri.

Turut hadir dalam audiensi ini Plh. Sekcam Gamping Usman Supriyadi sekaligus bertindak sebagai moderator, Kasi Trantib Harley Benyamin, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM), Pengurus Cabang Nasyiatul Aisiyah (PCNA), serta Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).

Di awal acara, Ibrahim yang menjabat sebagai Ketua PCPM Gamping mengemukakan bahwa maksud dan tujuan AMM berkunjung di Kantor Kecamatan Gamping ini untuk memperkenalkan pengurus AMM kepada Camat Gamping yang baru selepas pindah tugasnya Camat Gamping Abu Bakar di Kecamatan Depok.

Selanjutnya, Ibrahim memaparkan program-program positif PCPM yang sudah dilaksanakan, antara lain safari subuh berjemaah yang dilaksanakan bergiliran sebulan sekali di masjid lima desa di wilayah Gamping bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat setempat yang dikunjungi.

“Selain itu ada kajian rutin AMM Gamping (Kantin Amga) dengan tema remaja untuk menambah wawasan dan mempersatukan remaja-remaja masjid di wilayah Gamping,” lanjut Ibrahim.

Di samping program keagamaan menurut Ibrahim, PCPM juga mempunyai program di bidang olahraga dan bidang ekonomi yaitu futsal, pemasaran beras para petani binaan Muhammadiyah, dan pelatihan petugas keamanan (security).

Di sesi berikutnya, Megawati yang bertindak sebagai Ketua PCNA Gamping mengatakan program unggulan yang ada di PCNA yaitu pelayanan remaja sehat milik nasyiatul aisiyah (Pasmina) yang mencakup pemeriksaan kesehatan tubuh dan pendampingan psikologi remaja.  Selain itu, ada kajian rutin kemuslimahan dan semarak Ramadan Gamping dengan Nasyiatul Aisiyah (SERAGAM- NA) berupa bazar dan perlombaan.

Di akhir pertemuan Samsul Bakri memberikan pesan dengan banyak dan kreatifnya program yang dimiliki PCPM dan PCNA Gamping maka Pemerintah Kecamatan Gamping akan mendukung dan berharap masyarakat bisa berkarya lebih baik.

“Potensi di Gamping itu ada dan semoga bisa bersinergi tidak hanya dengan kecamatan setempat saja melainkan dapat menggandeng instansi pendidikan yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta untuk melaksanakan program AMM,” tutur Samsul Bakri.  (Adnan Nurtjahjo)




FORANS Salah Satu Implementasi Sleman Ramah Anak

Jumat (19/1) pukul WIB, DPRD Sleman, mengadakan Audiensi Forum Anak dan pengenalan proses kepemerintahan Kabupaten Sleman di Gedung DPRD Sleman. 

Untuk mewujudkan Sleman yang ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman membentuk Forum Anak Sleman (FORANS) pada November 2009.

Dalam kesempatan ini, anggota FORNAS yang telah dilantik pada Desember 2017 lalu, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melakukan simulasi dialog seperti layaknya para anggota legislatif DPRD Sleman.

Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini, dalam sambutannya berharap agar FORANS dapat menjadi pelopor dan pelapor perwakilan anak-anak Sleman. Pelapor di sini terkait dengan hal-hal negative yang mungkin terjadi di kalangan anak-anak sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang atau yang membidangi.

FORANS juga diharapkan menjadi salah satu upaya agar anak Sleman dapat memiliki kecerdasan, iman, dan takwa yang baik untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Kami prihatin adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi tentang anak, juga pada perempuan kasus yang terdata di Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) tercatat 471 kasus,” ungkap Linda.

Dari 471 kasus, 111 kasus kekerasan terhadap laki-laki dan 360 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 175 korban anak-anak dan 296 korban dewasa.

“Kasus-kasus ini harus dilakukan upaya preventif agar di kemudian hari tidak terjadi kasus serupa dan kasus yang ada agar tidak berulang. Selain itu, pemerintah Sleman memfasilitasi dan menaungi FORANS, kami juga melakukan sosialisasi pelayanan PUSAGA,” tambah Linda.