Baznas Pusat Serahkan SK UPZ pada PT BPRS MCI

Ngaglik – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membuat gebrakan baru dalam memperluas dan mengintervensi program, tidak hanya melalui jalur pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) tetapi sudah memulai mencari potensi yang bisa digerakan untuk memperbanyak pundi-pundi pengumpulan zakat agar nantinya bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan utamanya bagi penerima zakat. Hal tersebut adalah harapan dari dibentuknya Unit Pengumpul Zakat (UPZ) PT BPRS MCI yang berkantor di Jalan Kaliurang km 9 Kecamatan Ngaglik ini.

Direktur Utama PT BPRS MCI Indra Wicaksono, dalam sambutannya pada pembentukan UPZ Rabu (25/10) di Joglodahar Ngaglik, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada pimpinan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) se-DIY karena telah menerima sosialisasi zakat melalui perwakilan Baznas yang nantinya bisa menjadi kepanjangan PT BPRS MCI sebagai unit pengumpul zakat di wilayah kerjanya masing-masing. Kerja sama dan kemitraan ini menjadi penting untuk menggerakkan zakat melalui BMT di DIY.

Ke depan, harus segera membuat peta operasional agar target sasaran UPZ PT BPRS MCI dapat dicapai dan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang memang membutuhkan hasil pengumpulan zakat ini.

Sementara itu, Perwakilan dari Baznas Pusat, Agus Siswanto mengatakan dalam paparannya, bahwa setelah pertemuan di Bogor PT BPRS MCI akan segera membentuk UPZ. Baznas pusat merespon sehingga hari ini akan diserahkan SK UPZ PT BPRS MCI dari Ketua Baznas yang ditandatangani Prof. DR. Bambang Sudibyo. Dengan diserahkannya SK tersebut PT BPRS MCI sudah bisa operasional untuk merencanakan dan membuat strategi operasional sehingga target sasaran dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.

Di Yogyakarta sudah bisa berjalan Baznas, dan telah mempunyai gedung di Imogiri yang bernama Rumah Sehat Baznas dan sudah mempunyai mobil ambulans untuk kepentingan masyarakat. Fasilitas ini disediakan secara gratis dalam melayani masyarakat.

Akhir sosialisasi banyak tanggapan dan usulan serta saran dari peserta semuanya untuk lebih memperbaiki dan sekaligus upaya untuk lebih meningkatkan pelayanan dan kinerja Baznas baik di Pusat dan Daerah. (Suripto)




Badan Amil Zakat Sleman Memprogramkan Bedah 100 Rumah di 2016‬

Sleman – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman di tahun 2016 ini akan melakukan program bedah 100 rumah, dalam rangka membantu keluarga miskin.‬ ‪Sekretaris Baznas Sleman, Drs Heri Sutopo mengatakan,  program bedah rumah bagi kelurga miskin tersebut, menurut rencana dilaksanakan bersamaan menyambut peringatan Hari Jadi 100 tahun Kabupaten Sleman bulan Mei mendatang‬.

‪”Dari kegiatan Baznas tahun 2015, berjalan relatif baik dan lancar. Jumlah pengumpulan zakat terutama panutan meningkat dari Rp 120 juta menjadi Rp 230 juta, sedangkan sisa dana Baznas hingga kwartal ketiga tahun ini, masih mencapai Rp 1 miliar, dan untuk dana yang disalurkan secara total mencapai Rp 1,9 miliar,” kata Heri, kemarin.

‪Selain itu, terkait dengan evaluasi Baznas, penjabat Sekda Sleman Iswoyo Hadiwarno menjelaskan, bahwa Baznas kedepan harus mampu menyesuaikan dengan dinamika masyarakat, termasuk dalam hal meningkatkan kesadaran membayar zakat di Sleman yang potensinya sangat besar, khusus kabupaten Sleman yang saat ini masih memiliki hampir 12 % penduduk miskin.‬

‪Menurutnya, penyaluran dana Baznas harus benar-benar tepat sasaran, sehingga dapat membantu warga kurang mampu untuk membangun kehidupan yang lebih baik.