BKM Bantu Pemerintah Desa Kurangi Kemiskinan

Turi – Sabtu (20/1) bertempat di Aula Desa Donokerto Turi, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bakti Manunggal Donokerto menyelenggarakan Rembug Warga Tahunan (RWT) tutup tahun 2017.

Hadir dalam acara ini ialah Kasi Ekobang, Anik, Kades Donokerto, R Waluyo Jati, anggota DPRD Sleman, Aris Suranto, Ketua BPD Donokerto, Anton Mulyatno, dan perwakilan Faskel, Basuki.

Dalam sambutannya Kades Donokerto menyampaikan bahwa RWT ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BKM dalam upayanya membantu Pemerintah Desa Donokerto.

Pemerintah Desa Donokerto memberikan bantuan ke BKM sebesar 5 juta rupiah. BKM yang mempunyai unit-unit kemudian menyalurkan bantuan ke Kelompok Swadaya Masyarakat.

Untuk ke depannya, BKM diminta agar dapat bekerja sama dengan lembaga lain dalam membantu pengurangan kemiskinan pun peningkatan kesejahteraan warga Desa Donokerto.

Kasi Ekobang pun mengapresiasi kinerja dari pengurus BKM tahun 2017 ini dan menghimbau agar pengurus baru tahun 2018 dapat meningkatkan kinerja pengurus sebelumnya.

Acara dilanjutkan dengan laporan koordinator oleh Sagi Hadiwibowo, yang memberi informasi terkait gambaran umum BKM, dasar laporan, bidang organisasi, bidang administrasi. pelaksanaan program, hasil yang telah dilaksanakan oleh UPL, UPS, dan UPK.

Selain itu, juga melaporkan mengenai laporan tutup buku, perkembangan laba rugi, serta anggota dan program BKM periode tahun 2018-2020. (Suharno)




Sleman Kaji Ulang Bantuan Bencana‬

Sleman – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman berencana mengkaji ulang besaran bantuan sosial bagi korban bencana karena dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi keekonomian saat ini. 

Gagasan untuk mengkaji ulang besaran dana bantuan sosial korban bencana alam di Sleman tersebut diungkapkan kepala BPBD Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito SmHk MM, Kamis (4/2).‬

‪Menurut Julisetiono, besaran bantuan sosial bencana yang saat ini berjumlah Rp 2 juta untuk kategori rumah rusak berat dan Rp 1  juta untuk kerusakan sedang serta Rp 500 ribu untuk rusak ringan.

“Bantuan sosial tersebut besarannya sudah tidak sesuai dengan kondisi keekonomian sekarang, sehingga perlu dikaji ulang untuk dilakukan penambahan,” kata Julisetiono.‬

‪Saat ini menurut Julisetiono, akan lakukan kajian dari bantuan dana tersebut karena ini sudah cukup lama, apakah masih visible atau tidak. Sedangkan untuk kajiannya dilakukan segera bersama tim teknis dan jika sudah selesai nanti segera diajukan ke Bupati Sleman untuk dituangkan dalam Peraturan Bupati.‬

‪Penambahan besaran bantuan sosial bencana tersebut, dimaksudkan agar dapat dimanfaatkan lebih maksimal oleh masyarakat yang tertimpa bencana sperti angin kencang, banjir air permukaan serta korban tanah longsor.‬

‪Dana bantuan sosial tidak direncanakan bagi korban bencana alam yang dianggarkan dari APBD Sleman baru sekitar Rp 1 miliar, sehingga perlu ditambah, terlebih kejadian bencana angin kencang selama dua tahun terakhir juga cenderung meningkat.




Pemkab Sleman Serahkan Bantuan Sarana Dan Prasarana Pertanian

Sleman – Bupati Sleman Drs. Sri Purnomo mengatakan, sektor  pertanian  masih  menjadi  salah  satu unggulan perekonomian daerahnya, oleh karena itu untuk rencana  pembangunan  daerah ke  depan pihaknya telah  menempatkan pembangunan sektor pertanian sebagai salah satu prioritas.

“Sebagai bagian dari upaya kami dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan,” kata Bupati  saat menyerahkan bantuan sarana prasarana pertanian di Dinas Pertanian, Perikanan dan kehutanan Kabupaten Sleman, Rabu (18/9).

Berdasarkan struktur mperekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99% dalam PDRB atas harga berlaku Tahun 2012, dan berdasarkanstruktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar  28%  masyarakat  Sleman  yang bergerak  pada sektor tersebut.

Lebih lanjut disampaikan bahwa peningkatan produksi tanaman pangan memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan, sementara pertumbuhan jumlah penduduk terus meningkat, sehingga kebutuhan pangan pun menjadi terus meningkat dari waktu ke waktu.

Mungkin belum disadari sepenuhnya oleh masyarakat Kabupaten Sleman, bahwa padi adalah produksi andalan di Sleman. Hal ini terlihat dari surplus beras dari ke tahun yang selalu meningkat, sehingga Sleman menjadi penyangga produksi beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada tahun 2012 Kabupaten Sleman masih mampu mempertahankan predikat sebagai lumbung beras di Provinsi DIY . Surplus  beras  tahun  2012  sebanyak    ton mengalami  peningkatan  41,79%  dibandingkan  dengansurplus  beras  tahun  2011 sebanyak  ton.

Sedangkan pada tahun 2013 ini diharapkan produksi padi Sleman sebesar ton dapat tercapai. Selain itu bupati juga mengimbau kepada dinas instansi terkait agar terus berusaha menggairahkan swasembada perikanan dan daging, terlebih lagi di Kabupaten Sleman  pada  sektor  perikanan  mengembangkan  produk  unggulan perikanan khususnya Ikan Nila.

Jumlah produksi ikan konsumsi padatahun 2012 sebesar 19,25%, produksi ikan hias meningkat sebesar 11,00%, dan produksi benih ikan meningkatsebesar 7,44%. Tingkatketersediaan  ikan  konsumsi  pada  tahun  2012  meningkat  3,13%  menjadi  28,65kg/kapita/tahun dari 27,78 kg/kapita/tahun pada tahun 2011.

Demikian juga pada sektor peternakan terjadiperkembangan populasi ternak, yang diikuti  dengan  peningkatan  produksi  telur  sebesar  5,99%,  susu  sebesar12,19%  dan  daging sebesar 2,51%.

Upaya tersebut harus terus dijaga oleh dinas instansi terkait dengan melakukanpendampingan secara berkesinambungan dan juga menjaga kestabilan harga.  Sehingga para petani dan peternakdapat terus menjaga ketersediaan dan kontinuitas komoditas masing-masing.

Sedangkan kepala dinas Pertanian, perikanan dan kehutanan kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi pada kesempatan tersebut melaporkan bahwa bantuan sarana prasarana pertanian diberikan pada 106 kelompok tani dan 4 Gapoktan, bantuan tersebut senilai .

Secara rinci bantuaan tersebut berupa, pompa air 60 unit, traktor 29 Unit, genset 5 unit, kendaraan viar 6 unit, power  tresher 4 paket, paket terpal 5 paket dan perajang tembakau 1 paket.

Dilaporkan pula bantuan sarana prasarana tersebut sebagai pendampingan untuk meningkatkan kegiataan dan produksi pertanian bagia kelompok. Penyerahan secara simbolis oleh bupati Sleman.