Theater Game, Belajar Sambil Bermain

Gamping – Theater Game secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah pendekatan pembelajaran melalui permainan. Waktu yang tersedia biasanya sangatlah terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sebuah pendekatan lain yang dapat dikerjakan dengan cara yang lebih rileks namun mencapai tujuan yang diharapkan. Hal ini disampaikan oleh Whani Darmawan seorang pakar penulis dan pegiat olah tubuh dalam kegiatan lokakarya penulisan naskah yang dihelat Rabu (25/10) di Ruang Sutan Takdir Alisyahbana Balai Bahasa Daerah Istimewa Yogyakarta (BBY).

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang berasal dari berbagai daerah yaitu Cirebon, NTB, Purworejo, Surakartà, Banjarmasin, dan Yogyakarta. KIM Kecamatan Gamping juga ikut berpartisipasi sebagai peserta kegiatan lokakarya ini karena permainan yang diciptakan dapat digunakan untuk mempelajari berbagai bidang ilmu baik secara mandiri maupun terintegrasi.

Selanjutnya, Whani Darmawan mengatakan theater game yang mengajarkan sesuatu secara tidak langsung melalui sebuah permainan. Sehingga tanpa disadari, kita sedang atau telah mempelajari sesuatu dalam permainan tersebut. Lokakarya yang dimoderatori Heri Mardiyanto ini memiliki manfaat lain yaitu menyeimbangkan otak kiri dan otak kanan (Adnan Nurtjahjo)




Lombok Barat Belajar Pengelolaan Desa Wisata ke Sleman

Sleman – Selama ini Kabupaten Sleman terkenal dengan desa wisatanya yang dinilai maju dibandingkan dengan daerah lainnya. Tak pelak banyak daerah lain yang tertarik untuk belajar tentang pengelolaan desa wisata ke Sleman, terlebih lagi bagi daerah yang desa wisatanya dinilai belum membuahkan hasil.

Begitu pula Kabupaten Lombok Barat juga tertarik untuk belajar pengelolaan desa wisata di Kabupaten Sleman. Rombongan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat yang berjumlah 10 orang dan dipimpin oleh Kepala Bidang SDM Pariwisata Drs. Mujahiddin, MM melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Rabu (7/12).

Rombongan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM didampingi oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dra. Nurhadiyati Patminingsih dan Kepala Seksi Dokinfo Pariwisata Wasita, SS, MAP. Dalam kesempatan tersebut Mujahiddin mengatakan bahwa pihaknya juga berkeinginan untuk mengembangkan desa wisata seperti halnya yang dilakukan oleh Sleman.

Pihaknya menilai pengembangan desa wisata merupakan pembangunan sektor pariwisata yang benar-benar melibatkan masyarakat secara utuh. Selain itu aspek pemberdayaan masyarakat dinilai sangat dominan sehingga secara otomatis akan dapat mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan multiplier effect dari pengembangan desa wisata dapat berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM memberikan gambaran tentang pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sleman khususnya prospek pengembangan desa wisata.

Bahwa selama ini tren wisatawan sudah bergeser kepada destinasi yang menyuguhkan kelokalan dan tradisionalitas yang banyak disuguhkan oleh kebanyakan desa wisata. Wisatawan akan dapat melihat dan ikut terlibat dalam aktivitas tradisional di desa wisata.

Disampaikan pula bahwa dalam pengembangan desa wisata aspek penting adalah bersifat dari, oleh dan untuk warga masyarakat. Dengan demikian pengembangan desa wisata hendaknya berpola bottom-up, dengan demikian masyarakat akan merasa handarbeni terhadap potensi yang dimikilinya sehingga mereka akan bersemangat dan dengan penuh kesadaran membangun desa wisatanya.

Dalam hal ini pula aspek keberlangsungan menjadi hal yang utama, dalam arti pemanfaatan potensi yang dimiliki bukan untuk eksploitasi namun justru untuk mempertahankan dan melestarikan potensi tersebut tanpa menimbulkan kerusakan.

Usai penerimaan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman rombongan Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat mengunjungi desa wisata Pulesari Wonokerto Turi untuk melihat secara langsung dan memotret best practice yang dilakukan di desa wisata tersebut. Kunjungan tersebut didampingi oleh Kepala Seksi Dokinfo Pariwisata Wasita, SS, MAP.




Dekranasda Ngawi Belajar Kerajinan Di Sleman

Sleman – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sleman untuk belajar pengelolaan berbagai potensi kerajinan, Rabu (11/6) kemarin.

Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Ngawi Eko Rustiyani Budi Sulistyono didampingi Wakil Bupati Ngawi Ana Mursyida Ony Anwar serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Ngawi Sofyan.

“Maksud dan tujuan Dekranasda Ngawi berkunjung ke Kabupaten Sleman ingin berguru atau ngangsu kaweruh, karena Sleman adalah kabupaten yang terkenal dengan banyaknya kerajinan batik dan berbagai olahan makanan serta kerajinan dari plastik,” kata Eko Rustiyani.

Menurut dia, diharapkan nantinya setelah pulang dari belajar di Dekranasda Kabupaten Sleman ini, pihaknya minimal bisa menyamai Kabupaten Sleman dalam berkreasi. “Harapan nantinya Dekranasda Kabupaten Sleman bisa berkunjung ke Dekranasda Kabupaten Ngawi juga,” katanya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sleman Ny Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa Dekranasda Sleman telah melakukan lomba desain batik motif khas Sleman dan diperoleh tujuh motif khas Sleman, di antaranya motif parijoto salak, belud, salakan, parang rusak barong, gajah dan lain-lain.

“Batik di Pasar Beringharjo memang lebih murah dan sangat terjangkau harganya karena itu batik printing. Namun batik di Sleman tidak boleh diprinting, hanya boleh dibatik secara manual dan cap di Sleman oleh orang-orang Sleman, sehingga harganya memang lebih mahal bila dibanding dengan batik printing,” tutur Kustini.

Kustini juga mempersilakan rombongan dari Dekranasda Ngawi untuk meninjau secara langsung di lapangan, baik di kerajinan plastik, kerajinan batik, dan Sentra olahan Salak pondoh.

“Nantinya hasil dari tinjauan lapangan secara langsung ini diharapkan menambah ilmu sebagai bekal dalam berkarya,” katanya.