Bupati Panen Perdana Mina Padi di Berbah

Bupati Sleman Panen IkanSleman – Kelompok Tani Ikan (KTI) Mino Rukun Tegaltirto Berbah patut berbangga dengan hasil panen padinya. Kalau selama ini mereka hanya panen padi namun saat ini para petani selain panen padi juga panen ikan nila. Hal itu terjadi saat panen perdana Minapadi, Selasa (2/8) yang dihadiri oleh Bupati Sleman, Dandim Sleman, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman.

Edi Susanto, Ketua KTI Mina Rukun menyampaikan lahan yang dipakai untuk mina padi saat ini 1 ha dengan menyewa tanah kas desa. Setelah dikurangi untuk kolam lahan yang bisa ditanami padi 6,5 dari namun segi hasil padi tidak berkurang, semakin mentes dan anaknya semakin banyak, masih panen ikan juga. Beras yang dihasilkan menjadi beras organik dengan harga lebih tinggi.

Dua keuntungan yang didapat yakni panen padi sekaligus panen ikan. Diakui dari segi modal agak mahal tapi final keuntungan cukup menggiurkan. Rata rata per ha Rp 50 juta. Biaya produksi per ha sekitar Rp 40 juta. Jenis padi 64, ciherang padi tahan air. Dari hasil ubinan yang dilakukan bisa mencapai 6,8 ton/ha untuk ikan nila mencapai 3,9 ton per ha.

Sementara itu Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI  mengaku bangga dengan petani yang  bekerja keras, terus berinovasi dan terus mengembangkan usaha pertanian diwilayah masing-msing sehingga tidak perlu mencari nafkah diluar daerahnya.

“Ketahanan pangan di Sleman diupayakan bareng-bareng untuk terus mempertahankan produktitas beras. Mina padi yang telah dilaksanakan di wilayah Sleman Barat dan Sleman Utara cukup berhasil sehingga wilayah Berbah yang memiliki sumber air cukup juga dikembangkan untuk mina padi,” kata Sri Purnomo.

Diharapkan kepada petani budidaya mina padi ini dapat dikembangkan berkelanjutan, karena keuntungan ganda yang didapat yakni bisa panen padi dengan kualitas organik yang saat ini digemari masyarakat dengan harga yang cukup tinggi serta panen ikan yang dapat meningkatkan gizi masyarakat.

Panen padi ditandai dengan panen ikan nila terlebih dahulu oleh Bupati Sleman, Dandim Sleman Letkol Armd DJoko Sujarwo serta Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman Ir Widi Sutikno MSi. Dilanjutkan dengan menyusuri pematang sawah untuk melakukan panen padi menggunakan tresor (alat berat pemanen padi) maupun dengan cara manual dengan arit.




Berbah Terbaik dalam Festival Jathilan

Sleman – Kontingen “Kudho Wiromo” asal Kecamatan Berbah terpilih sebagai penyaji terbaik I dalam Festival Jathilan Kabupaten Sleman yang diselenggarakan pada hari Kamis dan Jumat (14 – 15/7) di Parkir Utara Lapangan Denggung Sleman. 

Atas prestasi tersebut kontingen ini memperoleh tropi dan hadiah uang pembinaan sebesar Rp 7,5 juta. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (18/7).

Sedang penyaji terbaik II adalah Suwito Raharjo dari Kecamatan Sleman mendapat tropi dan uang pembinaan  Rp 6 juta dan Penyaji Terbaik III diraih oleh Kudho Prasetyo dari Kecamatan Gamping yang mendapatkan tropi serta uang pembinaan Rp 5,5 juta.

Sementara untuk kategori Juara harapan, kontingen “Kudho Bramudo” dari kecamatan Kalasan menjadi Juara Harapan I mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp 4 juta, dilanjutkan dengan Juara Harapan II adalah kontingen dari kecamatan Moyudan ”Kudho Nalendro” yang  mendapatkan Tropi dan hadiah uang Pembinaan Rp 3,5 juta dan Juara Harapan III diraih oleh “Turonggo Satrio Mudo” dari Prambanan yang mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan Rp 3 juta.

Sementara itu untuk Penyaji Terbaik Festival Kesenian Religius yang diselenggarakan Jumat dan Sabtu (15 – 16/7) di desa wisata Grogol Margodadi Seyegan adalah grup Badui Babussalam dari kecamatan Godean, atas prestasi yang diraih Kontingen ini mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan sebesar Rp 7,5 juta.

Selanjutnya kontingen “Badui Sirojan Muniro “dari Kecamatan Mlati sebagai Penyaji Terbaik II mendapatkan Tropi serta Uang Pembinaan Rp 6 juta, lalu Penyaji Terbaik III diperoleh Kontingen dari Kecamatan Seyegan “Kubro Mudo Siswo” yang mendapatkan Tropi dan Uang Pembinaan sebesar Rp 5,5 juta.

Selanjutnya untuk kategori  Juara Harapan, Kontingen asal Kecamatan Minggir “Badui Sabilul Mutaqin” mendapatkan Juara Harapan I dengan mendapatkan hadiah Tropi serta Uang Pembinaan Rp 4 juta.

Dan, kontingen “Badui Tunas Muda” dari Ngemplak mendapatkan Juara Harapan II dengan membawa Hadiah Uang Pembinaan sebesar Rp 3,5 juta dan Tropi Penghargaan, dan Juara Harapan III adalah Kontingen dari Prambanan “Turonggo Satrio Mudo” yang mendapatkan Hadiah Tropi serta Uang Pembinaan Rp 3 juta.

Ayu mengharapkan kepada kontingen yang terpilih sebagai penyaji terbaik agar tetap mempertahankan kualitas tampilannya.

“Kejuaraan bukanlah tujuan akhir akan tetapi merupakan bukti nyata keberhasilan dalam pembinaan kesenian. Sedangkan kepada kontingen yang belum berhasil memperoleh kejuaraan diharapkan tetap bersemangat untuk berkreasi dan berkiprah dalam dunia seni pertunjukan yang merupakan potensi bangsa yang adiluhung,” kata Ayu.




Peringati Hari Jadi Ke – 68, Warga Desa Tegaltirto Gelar Upacara Adat dan Kirab Budaya

baruu (1024 x 683)Sleman – Warga Tegaltirto menggelar upacara adat dan kirab budaya dalam rangka peringatan hari jadi desa ke – 68 di Lapangan Kadisono, Tegaltirto, Berbah Sleman, Minggu (13/12). Upacara adat dan kirab budaya dimeriahkan oleh 14 bergada dari masing masing padukuhan di Tegaltirto. Peringatan HUT Desa Tegaltirto berlangsung dari Minggu, 13 Desember sampai Jumat, 18 Desember.

Dalam kesempatan tersebut Pejabat Bupati Sleman, Ir. Gatot Saptadi menyampaikan upacara adat dalam rangka peringatan HUT Desa Tegaltirto merupakan wujud rasa syukur atas rahmat kenikmatan dan kesejahteraan yang telah diberikan oleh Allah kepada warga desa. Turut hadir Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir. AA Ayu Laksmidewi TP, MM beserta jajaran pemerintah Desa Tegaltirto.

Keseluruhan Desa Tegaltirto terdiri dari 14 padukuhan, yaitu Jagalan, Tlogowono, Blendangan, Berbah, Krikilan, Kuncen, Sompilan, Karangwetan, Candirejo, Semoya, Kadisono, Kuton, Tegalsari, dan Pendem. Mayoritas penduduk Desa Tegaltirto bermata pencaharian sebagai petani dan perikanan sesuai dengan potensi air yang melimpah di daerah ini.

Prosesi upacara adat dan kirab budaya dimulai dengan pengambilan air panguripan di kawasan wisata Lava Bantal. Karena Desa Tegaltirto merupakan penggabungan dari 3 kring/kelurahan lama, yaitu Krikilan, Candirejo, dan Tegalsari maka start kirab dimulai dari 3 tempat tersebut.

Pertama, Kring Krikilan dimulai dari perempatan Krikilan, kedua Kring Candirejo dimulai dari perempatan sumber, dan ketiga Kring Tegalsari dari pertigaan Lojisari. Sesampainya di Lapangan Kadisono, air panguripan yang merupakan wujud dari persatuan dan kesatuan warga desa diserahkan kepada Kepala Desa Tegaltirto. Upacara dan kirab budaya diakhiri dengan rebutan gunungan yang dibawa oleh masing – masing bergada dari 3 kring.

Selain upacara adat dan kirab budaya, HUT Desa Tegaltirto juga dimeriahkan dengan kegiatan bakti sosial seperti sunatan masal, pemerikasaan kesehatan, pembagian daging pada hari minggu (13/12), Tasyakuran HUT Desa Tegaltirto ke – 68 pada hari Rabu (16/12), dan puncaknya akan digelar pentas wayang kulit dengan lakon Babat Alas Wonomarto oleh  Dalang Ki Seno Nugroho pada hari Jumat (18/12) pukul WIB sampai selesai.




Bupati Resmikan Lumbung Pangan Berbah

Lumbung PanganSleman – Tingginya harga beras dipasaran saat ini bukan karena produksi padi yang kurang dan akibat gagal panen namun kemungkinan masalah ada pada distribusi dan manajemen perdagangan di pasaran. Selain itu juga selama ini beras raskin juga belum terdistribusi sehingga kebutuhan beras meningkat di masyarakat mengakibatkan kenaikan harga beras. 

Hal itu disampaikan Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Sleman pada acara panen perdana padi di Karongan Jogotirto Berbah, Rabu (4/3).  Dikatakan Widi untuk wilayah Berbah padi yang siap di panen mencapai 400 Ha dan untuk total se Kabupaten Sleman mulai pertengahan Maret nanti siap dipanen Ha.

Panen perdana ini dilakukan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Ir Sri Sulihanti MSi selaku Penanggungjawab Program Padi Jagung Kedelai Sleman dan Kulonprogo, Kepala Dinas Pertanian Sleman, Kepala BPPT DIY Dr Sudarmaji, Camat Berbah serta Kades Jogotirto.

Hasil ubinan untuk panen raya kelompok tani Tekat Makmur Rejosari dari 4 sampel mencapai 9,92 ton/ha GKP. Sementara untuk kelompok lain yakni Sido Rukun Klampengan 9,47 ton/ha GKP, Klomtan Rukun Krasaan 5 sampel  9,28 ton/ha GKP, Klomtan Ngesti Tunggal II Bercak 3 sampel 9,52 ton/ha GKP dan Klomtan Sedyo Rahayu Kranggan II 4 sampel 10,02 ton/ha GKP sehingga diperoleh rata-rata 9,57 ton / ha GKP.

Sebelum melakukan panen raya Bupati Sleman bersama rombongan meninjau budidaya ayam KUB “Sawung Maju”. Ayam KUB merupakan Ayam Kampung Unggul hasil penelitian Ternak Balitbang Pertanian RI yang dilakukan sejak tahun 1997 dan telah dilisensikan kepada PT AKI (Ayam Kampung Indonesia) untuk dikembangkan menghasilkan produk-produk parent stock ayam kampung petelur unggul, final stock pedaging dan petelur mulai tahun 2011.

Keunggulan ayam KUB ini menurut Sudarmaji yakni produksi telur mencapai 180 butir pertahun dan siklusnya cepat dan tidak mau mengerami, dan pertumbuhan ayamnya cepat selama 70 hari dengan pakan 90 gram per hari akan mencapai bobot 1 kg.

Kelompok budidaya yang mengembangkan ayam KUB ini yakni Sawung Maju Karongan Jogotirto Berbah yang beranggotakan 25 orang dengan 15 pembudidaya indukan dan 10 usaha pembesaran. Untuk volume penjualan ayam (bibit umur 1 minggu) seminggu dapat terjual 300 bibit ayam dengan harga Rp per DOC.

Menurut Camat Berbah  Dra Tina Hastani MM menyampaikan kelompok Sawung Maju telah memberikan kontribusi dengan memberikan 5 butir telur per anggota per bulan untuk kegiatan Posyandu sehingga hal ini menunjukkan bukti partisipasi masyarakat dalam meningkatkan program pemenuhan gizi wilayahnya.

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut juga meresmikan Lumbung Pangan KWT Sido Rukun Klampengan Jlatren Jogotirto Berbah dan menyerahkan bantuan benih padi dan papan nama dalam rangka Program Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GPTT) di wilayah Berbah seluas 500 ha dengan bantuan keseluruhan mencapai Rp 725 juta.

Kegiatan yang telah dilakukan oleh Lumbung Pangan KWT Sido Rukun yang beranggotakan 38 orang ini meliputi arisan gabah kering dan pinjaman untuk anggota yang mempunyai hajat yang memerlukan kebutuhan beras yang cukup banyak dan dikembalikan saat musim panen.

Sri Purnomo juga menyampaikan Kecamatan Berbah mempunyai banyak prestasi khususnya dalam bidang perikanan, peternakan, pertanian padi dan perkebunan yakni Jambu Dalhari. Prestasi ini dapat dicapai dengan semangat yang tinggi dan kerja keras dari para petani dengan kelompoknya untuk selalu menerapkan inovasi teknologi baik ternak melalui ayam KUB maupun pertanian dengan penerapan teknologi pertanian terpadu hasil penelitian para ahli khususnya BPPT DIY.

Dengan penerapan teknologi yang tepat terbukti dapat berhasil meraih panen yang cukup bagus untuk padi. Dan untuk ayam KUB semakin banyak diminati masyarkat dan kebutuhan akan semakin meningkat mengingat Sleman merupakan pusat kuliner DIY yang membutuhkan suply bahan pokok seperti ayam KUB yang dikembangkan di Berbah ini.