Temu Mantan Pejabat Berlangsung Meriah

Sleman – Dengan dihadiri antara lain mantan Bupati Sleman Drs H Samirin, mantan Sekda Sleman Ir Sutrisno MES, mantan Asekda Bidang Pemerintahan Drs Setyo Budi, mantan Ketua Bappeda Drs P Suyanto dan para purna bhakti pejabat dilingkungan Pemkab Sleman acara Temu Purna Bhakti yang berlangsung di  Pendopo Parasamya, Kamis (7/5) berlangsung meriah,  terlebih dengan hadirnya Dalijo, Yu Beruk dan Jonet membuat suasana lebih hidup.

Undangan yang hadir para mantan pejabat Pemkab Sleman yang jumlahnya mencapai 300an merupakan acara keakraban dalam rangka menyambut Hari Jadi Sleman, ke-99, 15 Mei 2015. Drs Setyo Budhi mewakili mantan pejabat mengapresiasi pencapaian hasil pembangunan Sleman namun juga mengkritisi kondisi riil kekurangan di lapangan.

Seperti, drainase yang kurang bagus di sepanjang Ring Road Utara sebelah Timur Asrama Haji yang bila hujan selalu banjir, pembangunan taman yang kurang mendapatkan perawatan dan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan munculnya beberapa tempat sampah liar.

Menurut Setyo Budi, beberapa kondisi tersebut tampaknya sepele namun bila tidak mendapatkan perhatian dan penanganan serius akan menimbulkan akibat yang cukup luas dampaknya di masyarakat. Sementara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  mengatakan menyadari bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sleman merupakan hasil dari proses pembangunan yang berkesinambungan.

Hasil pembangunan yang dirasakan saat ini adalah hasil jerih payah dan kerja keras para mantan pejabat serta dukungan dari semua pihak. Terhadap berbagai kekurangan dalam proses pembangunan di Sleman akan diupayakan terobosan dan dalam mengambil tindakan dengan melibatkan masyarakat.

Bupati mengakui untuk mengubah budaya dan kesadaran masyarakat perlu proses, seperti halnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, tidak coret-coret, tidak melanggar lalulintas dan lainnya.

“Bila diluar negeri kesadaran masyarakat sudah tinggi karena setiap sudut jalan dan tempat-tempat rawan di pasang cctv dan setiap pelanggaran akan diberikan sanksi yang tegas dan berat. Kondisi tersebut akan coba diterapkan di Sleman dengan proses yang perlahan tetapi pasti sehingga akan tercipta kondisi yang ideal,” kata Sri Purnomo.




Family Gatering HUT Korpri Berlangsung Meriah

DSC_1206Sleman – Peringatan HUT Korpri ke 43 di Kabupaten Sleman cukup meriah dengan diadakannya Family Getering di Desa Wisata Pulesari Wonokerto TuriSleman, Sabtu, (29/11). Acara dihadiri sekitar 1000 PNS di lingkungan Pemkab Sleman yang diawali dengan senam sehat bersama dilanjutkan dengan gerak jalan santai mengitari wilayah Desa Wisata Pulesari.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, memimpin gerak jalan menyusuri sungai dan kebun salak pondoh diikuti Sekda Sleman, Ketua KORPRI Sleman dan pejabat Sleman lainnya. Perjalanan susur sungai ini cukup menarik dan menantang karena sepanjang jalan yang dilewati terdapat aral rintangan seperti jembatan gantung dari tali, terowongan air dan tangga menyusuri air terjun. 

Peserta juga diajak menyusuri rimbunnya salak pondoh yang tampak buahnya begitu lebat sehingga bagi yang menginginkan makan buah salak pondoh tinggal memetik sendiri. Sesampainya di tempat dipusatkannya acara peserta disuguhi dengan makanan tradisional setempat dan kesenian topeng ireng.

Ditempat ini juga diadakan bazar pasar murah sembako bagi masyarakat sekitar, pemeriksaan kesehatan gratis dan penanaman pohon buah-buahan. Juga diserahkan bantuan tong sampah dari Bank Sleman, sumbangan lampu pijar dari GE Lighting dan sumbangan buku-buku bacaan.

Sri Purnomo mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana hiburan dan rekreasi bagi PNS Pemkab Sleman, setelah dalam kesehariannya disibukkan dalam pekerjaan yang cukup menyita waktu, tenaga dan pikiran. Dengan jalan kaki menyusuri sungai dan perkebunan yang pemandangannya cukup menarik dengan hawa yang masih sejuk diharapkan dapat merefres para PNS untuk esok hari dapat bersemangat kembali dalam bekerja.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Korpri kepada masyarakat sekitar, sebagai sarana promosi wisata pedesaan serta sarana melestarikan kesenian tradisional masyarakat. Dengan ulang tahun Korpri diharapkan kinerja aparat pemerintah semakin meningkat dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Acara semakin menarik karena panitia menyediakan banyak door price manarik dan mengundang Mbok Beruk dan Dalijo untuk menghibur peserta.




Puncak HUT RSUD Sleman Berlangsung Meriah

DSC_0581Sleman – Puncak acara HUT ke   RSUD Sleman di halaman depan RSUD, Sabtu (21/11) berlangsung meriah. Acara dimeriahkan dengan penampilan tari kreasi cuci tangan dengan sabun yang ditampilkan oleh para karyawan RSUD Sleman baik pramedis maupun non paramedis sampai dengan juru parkir juga ikut lomba.  Tarian ini dilombakan dan yang menjadi nominator juara berhak tampil dalam puncak HUT RSUD. Penampilan peserta cukup menarik dengan kreasi tari, ide cerita dan kostum beraneka ragam.

Dalam kesempatan ini Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang  hadir beserta istri Ny Kustini Sri Purnomo, Sekda Sleman, Direktur PD BPR Bank Sleman, Direktur BPD DIY Cabang Sleman, Direktur Bank Mandiri, Komite Medis RSUD, Kepala Dinas Kesehatan Sleman dan pejabat lainnya serta tokoh masyarakat sekitar RSUD. Yang menarik dalam acara ini semua karyawan/karyawati menggunakan busana adat Jawa sehingga cukup mengundang perhatian dari pengunjung RSUD Sleman.

Dr Senik Windyawati selaku ketua penyelenggara mengatakan berbagai kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT RSUD Sleman di antaranya kegiatan lomba resensi buku dari TBM Taman Bacaan Masyarakat yang ada di RSUD kerjasama dengan TPKK Sleman, futsal, lomba menghias tumpeng dan lomba tari kreasi cuci tangan yang diikuti 34 group mulai dari pejabat struktural direktur, wakil direktur, perwakilan bagian, subag, bidang, seksi, unit pelayanan, instalasi, poliklinik, bangsal, kru satpan, cleaning service sampai dengan juru parkir yang berhasil menjadi juara favorit yang penampilannya yang heboh dengan kostum dan dandan ala pasukan banci. Sebagai juara I tari kreasi cuci tangan bangsal nusa indah, juara II poliklinik dan juara III intalasi farmasi.

Lomba cuci tangan ini diadakan mengingat cuci tangan menjadi keharusan bagi semua personil dan diharapkan menjadi budaya sehari-hari di RSUD. Dari misi tersebut panitia mengadakan lomba cuci tangan yang dikemas dalam kreasi dan modifikasi gerak, lagu, musik dan tari sehingga menghasilkan suatu kolaborasi hasil karya seni gerak tari yang indah dan mendapat respon yang luar biasa dari seluruh jajaran yang ada di RSUD.

Sementara  dr Joko Hastaryo MKes, Direktur RSUD Sleman menyampaikan dalam acara HUT RSUD Sleman ini menggunakan busana Jawa dimaksudkan untuk ikut nguri-uri melestarikan budaya sekaligus dalam mendukung Keistimewaan Jogja. Disampaikan juga sebenarnya RSUD Sleman sudah melakukan pelayanan sejak jaman kemerdekaan namun baru diakui sebagai rumah sakit daerah sejak 7 November 1977 sehingga dijadikan sebagai Hari Ulang Tahun RSUD Sleman.

RSUD Sleman dari tahun ke tahun selalu berbenah dan berupaya meningkatkan pelayanan, di antaranya pembangunan gedung baru sudah mencapai 75 % dan diharapkan akhir 2015 sudah dapat selesai. Selain itu RSUD Sleman juga telah membuka Bank Darah 24 jam sebagai syarat Rumah sakit PONEK (pelayanan obstetri neonatal komprehensif/pelayanan persalinan), unit CSSD yang merupakan pusat sterilisasi RSUD dan CT Scan diinstalasi radiologi sehingga pasien tidak perlu dirujuk ke luar langsung bisa dilayanai serta klinik eksekuti.

Sementara Bupati Sleman Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang dilakukan untuk memeriahkan HUT ke 37 RSUD Sleman terlebih dengan tarian cuci tangan yang dipentaskan, mengingat kebersihan mutlak harus dilakukan oleh tenaga paramedis di RSUD Sleman. Selain itu dalam memberikan pelayanan kesehatan telah dapat dirasakan manfaatnya yakni dengan meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Terbukti dengan meningkatnya indeks pembangunan manusia menjadi 84 dan rata-rata untuk tahun 2013 sebesar 79,97 sehingga hampir mendekati 80 dari target visi misi Sleman­.

Dengan derajat kesehatan meningkat maka usia harapan hidup masyarakat Sleman juga meningkat sampai 76 tahun. HUT RSUD Sleman ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman yang kemudian diserahkan kepada Direktur Bank Sleman dan Wakil Direktur serta pembukaan slubung logo baru RSUD Sleman sebagai wujud komitmen peningkatan kualitas pelayanan RSUD.




Festival Kesenian Sleman Tahun 2014 Berlangsung Meriah

211_20140622104857Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman  menggelar Festival Kesenian Sleman (FKS) tahun 2014 yang berlangsung pada hari Sabtu & Minggu  (21-22/6) dan meriah.

Festival yang dilaksanakan Minggu (22/6) di halaman parkir Lapangan Denggung tersebut, dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Mengawali pembukaan FKS, Sabtu (21/6),  telah digelar pentas kesenian   meliputi Jatilan Keprajuritan Ponco Waseso dari Ngawen Sidokarto,Godean, Kethoprak Lesung Wahyu Nugroho dari Blendangan,Tegaltirto, Berbah dan Kesenian Sronthol dari Ngangkrik, Triharjo, Sleman.

Untuk acara pembukaan Minggu (22/6)  pada pra acara ditampilkan  kesenian Rampak Buta “Krincing Manis” dari Jaban Tridadi, Sleman dan tari “Pudyastuti” dari Ikatan Dimas Diajeng Sleman,  dan dilanjutkan kirab dan display kesenian yang diikuti 17 kecamatan se Kabupaten Sleman.

Sementara pada acara penutupan yang juga berlangsung pada hari Minggu malam, diadakan gelar tari dari sanggar tari Sasana Krido Budoyo dari Taman Martani, Kalasan Sleman serta pada puncak acara akan dipentaskan pagelaran Wayang Orang dari Sungyangtaprak Kecamatan Minggir, Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi MM, selaku penyelenggara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Kesenian Sleman (FKS) tahun 2014 ini dimaksudkan sebagai wahana ekspresi bagi para pelaku seni di Kabupaten Sleman.

Dengan berbagai pertimbangan FKS tahun ini dilaksanakan secara sederhana, tapi tetap melibatkan pelaku dan insan seni budaya yang ada di masyarakat.

Meskipun dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan sikap handarbeni terhadap potensi seni budaya yang adiluhung. Selain tentunya bisa menumbuhkan apresiasi bagi warga masyarakat terhadap keberadaan seni dan budaya lokal.

Event ini diharapkan dapat menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sleman.

Sementara Bupati Sri Purnomo berharap festival kesenian ini dapat menjadi wadah tampilan dari hasil binaan dan pengembangan kesenian khususnya di kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya.

Bupati Sri Purnomo  juga berharap ke depan kecamatan  dapat memiliki seni tradisi yang menjadi ciri kas dan identitas kecamatan yang berbeda antara kecamatan satu dengan lainnya, karena kekayaan seni budaya lokal merupakan modal pariwisata yang dapat mengerakkan roda perekonomian.

Untuk itu, Sri Purnomo meminta  para seniman dan pelaku seni untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitasnya untuk mengembangkan kesenian di Kabuapten Sleman.