BNN Sleman Mendadak Tes Urine Anggota Dewan

Sleman – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Rabu (2/11) petang melakukan  test narkoba bagi anggota DPRD Sleman dengan melakukan pemeriksaan urine.

Pemeriksaan urine oleh BNN Kabupaten Sleman bagi anggota DPRD cukup mengejutkan sejumlah wakil rakyat karena dilakukan mendadak usai rapat paripurna DRPD Sleman.  Pemeriksaan urine bagi anggota DPRD tersebut, menurut kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi  guna meneguhkan komitmen bebas  narkoba  baik bagi Aparat Sipil Negara atau para wakil rakyat.

Terkait kedua pilar pemerintahan tersebut harus dapat menjadi contoh  masyarakat dari pemeriksaan terhadap anggota DPRD Sleman sebanyak  38 orang dari 50 anggota DPRD Sleman sudah dilakukan pemeriksaan.  Sedang 12 orang anggota lainya akan dilakukan pemeriksaan dilain kesempatan. Sementara untuk hasil pemeriksaan urine tersebut, menurut Kuntadi, hasilnya 37 dinyatakan negatif dan seorang lainnya belum diperoleh keterangan.

Untuk penanggulangan narkoba di Sleman lanjut Kuntadi lebih menekankan pada upaya pencegahan dengan cara lebih memahamkan masyarakat. Fungsi keluarga dapat menjadi filter pertama pencegahan.

Sementara dalam rangka lebih menunjukkan kepeloporan aparat akan bebas narkoba, BNN Kabupaten Sleman dalam akhir tahun ini akan melakukan test urine bagi para pejabat Sleman mulai eselon, dua, tiga dan empat. Untuk waktunya Kuntadi tidak menjelaskan rinci tetapi pasti dilaksanakan pada akhir tahun ini
Sementara Ketua DPRD Sleman, Haris Sugiharta, mengaku terkejut dan tak tahu adanya tes bebas narkoba tersebut.‬

Menurut Haris tidak ada yang memberi tahu kalau ada tes dari BNN. Dan tes ini baru pertama kali dilakukan di Sekretaris Dewan. Disebutkan, ada 38 anggota dewan yang mengikuti tes urine.‬ Sedangkan 12 orang lainnya diketahui tidak hadir sejak saat rapat paripurna digelar, baik karena izin maupun tanpa keterangan apapun.




Kampanye Stop Narkoba, BNN Sleman Dengan Bagi-Bagi Takjil

13501850_1656752844649576_2069280359402602521_nSleman – Kegiatan kampanye Stop narkoba oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Kabupaten Sleman dikemas secara unik dan menarik dengan membagikan takjil kepada pengguna jalandi perempatan Denggung Sleman, Senin (27/6). 

Takjil yang dibagikan oleh personil BNNK Kabupaten Sleman tersebut sebanyak 200 dos/tas yang berisi makanan dan minuman. Hanya dalam waktu sekejap, tidak lebih dari 20 menit takjil tersebut habis dibagikan kepada pengguna jalan. Pembagian takjil tersebut dilakukan saat menjelang buka puasa.

Menurut Kepala BNN Kabupaten Sleman, Drs Kuntadi MSi  bahwa tujuan kampanye Stop Narkoba tersebut untuk mengkampanyekan kepada masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba, karena yang menjadi sasaran narkoba saat ini bukan hanya kalangan pelajar/mahasiswa saja, tetapi sudah merambah kepada masyarakat, bahkan sudah masuk ke pelosok.

“Seperti saat ini sudah merupakan darurat narkoba, tanpa peran serta masyarakat maka memerangi narkoba tidak akan berhasil,” kata Kuntadi.

Sedangkan yang  terlibat dalam kampanye stop narkoba dengan membagikan takjil di perempatan Denggung tersebut SMAN I Depok, SMAN I Minggir, SMAN 2 Sleman dan SMK Nasional Berbah.




BNN Sleman Galakkan Penyuluhan Bahaya Narkoba pada Pelajar

Sleman – Generasi muda khususnya pelajar merupakan sasaran yang empuk bagi peredaran narkoba karena pelajar ini masih dalam masa transisi dan maunya mencoba hal-hal yang dianggap baru namun seringkali membahayakan. Untuk itu Badan Narkotila Nasional (BNN) Sleman menggalakan penyuluhan tentang narkoba dan bahayanya bagi pelajar SMP N 2 Kalasan, Jumat (13/3). Penyuluhan ini dilakukan oleh Kepala BNN Sleman, Drs Kuntadi beserta jajarannya.

Menurut Kuntadi penyelenggaraan kegiatan penyuluhan bahaya Narkoba bagi generasi muda khususnya bagi siswa-siswi SMP ini merupakan salah satu upaya dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.

“Perang terhadap narkoba perlu terus dilakukan, ini karena masalah narkoba merupakan ancaman serius bagi seluruh warga masyarakat, karena narkoba sudah merambah keseluruh penjuru wilayah Sleman, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, dari perguruan tinggi hingga SD, dari masyarakat biasa hingga kalangan pejabat,” kata Kuntadi.

Melalui penyuluhan ini Kuntadi berharap semua siswa untuk memiliki pengetahuan yang benar tentang narkoba dan bahayanya. Dengan harapan semua siswa dapat lebih waspada untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan narkoba dan membantu teman keluar dari penggunaan narkoba.

 Pelajar sebagai generasi muda, juga harus lebih aktif untuk sejak dini mengetahui bahaya narkoba baik melalui penyuluhan maupun dengan membaca-baca referensi tentang bahaya napza. Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang menjadi penyebab penyalahgunaan narkoba, yang pertama adalah faktor diri yaitu diantaranya adalah rasa keingin tahuan yang besar untuk mencoba, untuk bersenang-senang serta untuk bisa diterima dalam satu komunitas.

Sedangkan faktor kedua adalah faktor lingkungan, yaitu di antaranya keluarga yang bermasalah, pergaulan yang salam maupun kurangnya aktifitas/menganggur. Yang terakhir adalah faktor ketersediaan narkoba di lingkungan sekitar. Saat ini akses untuk memperoleh narkoba semakin mudah dengan jenis dan harga narkoba yang sangat beragam. Terlebih lagi masih banyak laboratorium gelap produsen narkoba yang belum terungkap.

“Faktor-faktor tersebutlah yang harus di waspadai,” tutur Kuntadi.

Ditekankan Kuntadi bahwa penyuluhan bagi kalangan siswa-siswi, karena penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda semakin marak. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan manusia baik secara fisik, emosi, maupun perilaku pemakainya. Kuntadi juga mengingatkan agar para siswa tidak merokok karena merokok merupakan pintu awal bagi penyalahgunaan narkoba.

Sementara Kepala Sekolah SMP N 2 Kalasan, Nurul Wachidah mengatakan sekolahnya juga telah melakukan kegiatan penyuluhan narkoba maupun kesehatan pada umumnya kepada siswa melalui kader kesehatan remaja di sekolah maupun kegiatan penyuluhan tim UKS tiap hari Jumat. Sekolahnya saat ini ada 18 kelas terdiri dari 587 anak dan saat ini sedang menyiapkan untuk lomba sekolah sehat tingkat nasional sehingga kegiatan penyuluhan ini menjadi point tersendiri untuk menambah wawasan siswa tentang narkoba.

Guru kelas juga senantiasa menyisipkan kegiatan ini di setiap mata pelajaran dengan materi yang mudah dipahami oleh siswa sehingga benar-benar siswa dapat terhindar dari narkoba yang saat ini sedang marak peredarannya dikalangan generasi muda.