BPCB Berhasil Amankan 235 Blok Batu Candi Prambanan

Sleman – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja berhasil  mengamankan 235 blok batu elemen Candi Prambanan yang ditemukan dalam bangunan talud dan dam di Dusun Kepatihan, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan Sleman beberapa waktu lalu.

“Setelah dilakukan penggalian di lokasi pembangunan talud terdapat 235 blok batu elemen Candi Prambanan. Saat ini semua batu yang ditemukan sudah dibawa ke kompleks Candi Prambanan,” kata Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja,  Wahyu Astuti, kemarin.

Menurut Wahyu, batuan Candi Prambanan tersebut ditemukan saat pembangunan talud jembatan di sekitar dam air Dusun Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan.

“Di bangunan dam tersebut juga terdapat prasasti bahwa dam dibangun pada 1923, ini sesuai dengan catatan di buku Belanda yang menyebutkan bahwa banyak batu Candi Prambanan yang digunakan untuk membangun jembatan, pondasi stasiun kereta api dan bangunan lainnya,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan  setelah seluruh batuan yang ditemukan tersebut selesai dipindahkan ke komplek Candi Prambanan, pihaknya menghentikan sementara upaya pengamanan ini. Karena dalam penggalian yang dilakukan di sekitar titik awal temuan, belum diketemukan lagi. Akan tetapi, jika nantinya warga yang sedang membuat talud di sekitarnya kembali menemukan  akan dilakukan penyisiran  lagi.

Wahyu mengatakan, untuk bebatuan candi yang sudah diangkut tersebut, tak segera disatukan kembali menjadi pagar. Sebab masih perlu dilakukan penelitian untuk dicari kecocokan antara satu batu dengan yang lainnya. “Dengan melakukan studi kelayakan, studi teknis untuk kebutuhan anggaran biayanya. Saat ini baru dicatat, dicocokan. Nanti kalau sudah siap, baru dipugar,” katanya.

Diungkapkan Wahyu , meski belum terlalu mendalam diteliti, namun pihaknya meyakini bebatuan tersebut merupakan bagian dari pagar Candi Prambanan. Yang memang secara visual bentuknya, seperti balok.

“Tidak ada yang bagian Candi Perwaranya. Semuanya batu-batu talud atau pagar candi,” katanya.

Seperti diberitakan, BPCB Jogja beberapa waktu lalu menerima laporan dari warga yang menemukan batu dugaan dari candi. Setelah ditelusuri, ternyata memang benar merupakan pagar dari Candi Prambanan.***




BPCB Temukan Arca Sapi di Situs Kedulan

Sleman – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jogja menemukan sebuah arca Nandi atau patung sapi di kompleks Candi Kedulan, Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman.

“Arca Nandi ditemukan pada Jumat (19/6) di salah satu Candi Perwara (pendamping) yang berada enam meter di bawah permukaan tanah,” kata Tekno Arkeolog dari BPCB Jogja, Erwa Widiyanto, kemarin.

Menurut dia, temuan baru ini merupakan hasil dari studi teknis yang dilakukan, dibantu belasan masyarakat setempat.

“Saat ini temuan arca Nandi tersebut telah kami amankan,” katanya.

Ia mengatakan, penggalian untuk mendapatkan arca Nandi tersebut saat ini masih terus dilakukan, karena baru berhasil diamankan badannya saja.

“Kepalanya masih terendam di dalam tanah, kami masih berupaya mencarinya,” katanya.

Erwa mengatakan, selain mengamankan arca Nandi, sebagian pekerja juga melakukan penggalian ke dua titik Candi Perwara yang juga masih di dalam tanah.

“Tidak harus arca Nandi ini diangkat ke atas. Yang penting diamankan terlebih dahulu, setelah itu dikoordinasikan bersama tim di kantor. Untuk selanjutnya bagaimana,” katanya.

Candi Kedulan, yang berada di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman merupakan candi Hindu.

Arca Nandi, yang telah ditemukan beberapa hari lalu merupakan wahana atau kendaraan Dewa Siwa.

Kepala Seksi Perlindungan Pengembangan dan Pemanfaatan, BPCB Jogja, Wahyu Astuti, mengatakan Candi Kedulan ditemukan sudah sejak 1993. Akan tetapi, pemugaran sampai saat ini masih berlangsung, karena ada beberapa titik tanah yang belum dibebaskan.

“Candi Kedulan merupakan candi Hindu yang terendam tanah sedalam enam meter karena terkena dampak erupsi Gunung Merapi,” katanya.

Candi Kedulan memiliki candi induk yang berada di bagian tengah. Kemudian, ada juga tiga Candi Perwara sebanyak tiga unit, yang berada di sampingnya.

“Candi perwara yang masih terpendam ini nantinya akan ditampakkan,” katanya.