Untuk Konservasi Tebing Kali Opak, Pemkab Beri Bantuan Bronjong

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyerahkan bantuan 890 unit bronjong untuk konservasi tebing Kali Opak yang melintasi Candi Prambanan.
Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Ir Sapto Winarno MT mengungkapkan bahwa bantuan bronjong dibagikan pada P3A Umbul Rejeki 230 unit, PT. TWC Prambanan 500 unit, dan Padukuhan Pedak Sinduharjo, Ngaglik 60 unit.
“Bantuan bronjong ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka melakukan konservasi tebing Kali Opak yang melintasi Candi Prambanan”, ungkap Sapto disela-sela peringatan Peringatan Hari Air Dunia Kabupaten Sleman di komplek Taman Wisata Candi Prambanan, Rabu (27/4).
Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengungkapkan bahwa Kali Opak memiliki peran penting bagi hajat hidup masyarakat Sleman. Menurutnya selain sebagai sumber air bagi berbagai keperluan di sepanjang daerah alirannya, sungai ini juga berfungsi sebagai jalur material vulkanik Gunung Merapi.
“Sebagai jalur material vulkanik telah dibangun 20 unit Sabo Dam dengan daya tampung material vulkanik sebanyak 20 juta m3. Sedangkan infrastruktur berupa bendung untuk irigasi pertanian telah dibangun sebanyak 853 unit yang dapat mensuplai air dengan luas cakupan hampir mencapai 22 ribu hektar di Kecamatan Ngemplak, Kalasan, Prambanan dan Berbah,” ungkap Sri Purnomo.
Sedangkan untuk mendukung kelestarian Candi Prambanan dan menjaga keutuhan tebing Kali Opak, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa pada tahun 1994 pemerintah pusat telah membangun talud. Namun menurutnya kondisi talud saat ini telah mengalami kerusakan.
Berkaitan dengan hal tersebut Sri Purnomo mengharapkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat merehabilitasi dan menyempurnakan infrastruktur sumber daya air di Kali Opak dan anak-anaknya yang berada dalam Komplek Taman Wisata Candi Prambanan.
Sementara Kepala PUP ESDM DIY, Ir Y Wibisono MA mengungkapkan bahwa tantangan permasalahan air saat ini cenderung dari pertumbuhan dan perilaku masyarakat.
“Peningkatan jumlah penduduk sangat berpengaruh terhadap ketersediaan dan kebersihan air. Eksploitasi secara besar-besaran, alih fungsi lahan, serta perilaku masyarakat membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan permasalahan sosial seperti kekurangan air bersih dan banjir,” kata Wibisono.
Bupati Sri Purnomo juga sempat melakukan penebaran bibit ikan nila di Sungai Ngampon yang juga menjadi salah satu sungai yang melalui komplek Candi Prambanan.