Ajarkan Budaya Jawa melalui Kegiatan Perkemahan

Dalam rangka pelestarian budaya Jawa, Pemerintah Kecamatan Depok menyelenggarakan Kemah Budaya yang diikuti 250 peserta Pramuka Siaga dan Penggalang.  Kemah Budaya berlangsung selama dua hari, Kamis (27/4) dan Jumat (28/4) di Halaman Kantor Kecamatan Depok.

Para peserta diberikan materi Sesorah Bahasa Jawa, Berbusana Jawa Jangkep Gagrag Ngayogyakarta dan keterampilan Seni Merangkai Janur.

Kemah Budaya hasil kerja sama dengan Kwartir Ranting (Kwarran) itu dibuka oleh Camat Depok Joni Suhartana dan dihadiri oleh jajaran Majelis Pembimbing Ranting.




Wariskan Budaya Jawa ke Anak Cucu

Kalasan – Sanggar Pembinaan Budi Pekerti dan Pelestari Budaya Jawa menggelar Pawiyatan Jawa Memetri Wiji, sejak Minggu (25/3) di Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, Kalasan. Kegiatan ini rutin berjalan setiap hari Rabu dan Minggu dari pukul WIB sampai pukul WIB sejak Kamis (1/3).

Peserta pawiyatan tidak hanya anak usia TK-SLTA, saat ini sanggar juga merekrut peserta dari kalangan orang tua yang usianya berkisar antara 30 hingga 60 tahun.

Hingga tujuh bulan ke depan peserta khusus ini diberi pelajaran meliputi membaca dan menulis huruf Jawa, tatacara berbusana Jawa gaya Jogja, sesorah (pidato-red) bahasa Jawa, upacara adat Jawa, karawitan, dan kaligrafi huruf Jawa.

Kegiatan ini bertujuan untuk pelestarian Budaya Jawa. Usai mengikuti pawiyatan, peserta diharapkan bisa meneruskan kepada yang lain, contoh paling sederhana bila anak cucu diberi pekerjaan rumah Aksara Jawa, orang tua sudah bisa membimbingnya. (Tri Jack)




Depok Genjot Upaya Pelestarian Budaya Jawa

Depok – Seiring dengan peradaban baru di era globalisasi, ada kecenderungan dilupakanya kebudayaan Jawa yang sarat dengan makna filosofi dan ajaran budi pekerti dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk mulai ditinggalkannya bahasa ibu yaitu bahasa Jawa dan pakaian adat Jawa. Tidak hanya kalangan muda, usia tua pun sudah tidak tahu bahasa Jawa bahkan tidak memiliki pakaian adat Jawa.

Kondisi yang demikian sangatlah memprihatinkan dan mengkhawatirkan mengingat akan semakin hilangnya budaya adiluhung yang merupakan warisan leluhur ini.

Melihat hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Depok mengadakan Pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa selama dua hari, yakni pada Sabtu-Minggu, 2-3 September 2017 di Gedung Sasana Anglocitatama Kecamatan Depok. Peserta yang terdiri dari PKK, Guru PAUD, RT, RW dan Dukuh ini mendapat materi sesorah (pidato-red), tatacara MC, serta cara berbusana Jawa Gagrak Mataram Ngayogyakarta.

Narasumber dari pelatihan ini adalah Andi Wisnu Wicaksono dan Faisal Nur Singgih yang berasal dari Jogja TV. Keduanya tak hanya memberikan materi teori kepada para peserta tetapi juga membimbing untuk proses praktik.