Budaya SATRIYA Diharapkan Perkuat Budaya Organisasi Pemkab Sleman

SatryaSleman – Bupati Sleman berharap, budaya pemerintahan SATRIYA dapat semakin memperkuat budaya organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Administrasi, R Djoko Handoyo SH di hadapan peserta Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pemerintahan “SATRIYA” di lingkungan Pemkab Sleman, Rabu (29/7).

Bupati mengatakan budaya organisasi atau prinsip keyakinan baik dan benar merupakan sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap individu dalam institusi. Good Governance menuntut parapenyelenggara pemerintahan atau para aparatur memiliki daya tanggap, akuntabilitas, profesionalisme kerja, serta mampu memberikan pelayanan yang prima.

“Mewujudkan kondisi aparatur yang demikian, memerlukan budaya organisasi yang baik, dalam arti tata nilai dan kerangka kerja yang benar-benar menjadi pedoman tingkah laku sehari-hari setiapaparatur,” kata Sri Purnomo dalam sambutan tertulisnya.

Menurut Bupati budaya “SATRIYA” merupakan nilai-nilai budaya lokal asli masyarakat Jogja dan  telah lama menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Jogja. Nilai-nilai ini sangat strategis bagi peningkatan kinerja aparatur guna semakin mewujudkan tata pemerintahan yang baik di Pemkab Sleman.

Namun demikian lanjutnya, memahami dan mengimplementasikan budaya organisasi menurut Bupati bukanlah perkara mudah, bahkan hal ini merupakan masalah yang mendasar. Perlu waktu, agar budaya pemerintahan ini mampu mendasari pola-pikir, menjadi karakter, sikap dan perilaku setiap aparatur.

Oleh karena itu Bupati berharap, sosialisasi segera diikuti dengan proses sosialisasi dan internalisasi yang kontinyu dan konsekuen. Kegiatan Sosialisasi dan Internalisasi Budaya Pemerintahan”SATRIYA” menghadirkan pembicara diantaranya RM Tirun Marwito SH (KRT Jatiningrat), Ir Yuwana Sri Suwita MM (KRT Widya Anindita).