Tingkatkan Produktivitas Kerja, Budpar Sleman Lakukan Tes Kebugaran

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman melakukan program tes kebugaran cara rockport dan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang dilakukan di halaman Disbudpar Sleman, Senin (21/11).

Metode rockport merupakan tes kebugaran jantung dan paru dengan jalan cepat atau jogging 1,6 KM yang dapat dijadikan panduan untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani.

Selain tes kebugaran, adanya program Posbindu suatu instansi juga dilakukan untuk mengetahui faktor resiko penyakit tidak menular sehingga peserta dapat dibina dan dipantau agar penyakit tidak lebih parah.

Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM menyampaikan bahwa program ini sangat luar biasa yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kerja para karyawan.

Dengan dilaksanakannya kedua program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran karyawan untuk mengetahui kondisi kesehatan lebih dini. Kedepannya Ayu juga akan menindaklanjuti kegiatan ini dengan pembinaan dan pemantauan kesehatan karyawan.

“Hasil dari tes kebugaran tersebut nantinya akan direkap, sehingga mengetahui kecenderungan penyakit yang dialami,” jelas Ayu.

Disampaikan pula, masing-masing peserta mendapat Kartu Menuju Bugar dan Kartu Menuju Sehat. Rangkaian program tersebut meliputi, pertama pendaftaran, kedua melakukan tes parque untuk mengetahui  faktor resiko penyakit tidak menular, ketiga konsultasi dengan dokter mengenai hasil tes parque tersebut.

Dan, terakhir panitia mendata semua peserta yang telah melakukan tes, sehingga dapat menentukan program latihan fisik yang tepat sebagaimana tertera dalam Kartu Menuju Bugar. Dari hasil tes parquet ini peserta diharapkan dapat lebih memperhatikan pola olahraga dan pola makan yang lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan pemeriksaan gula darah, asam urat, indeks masa tubuh. Kepala Bidang Penanggulangi Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, dr Wisnu Murti Yani MSc menjelaskan bahwa dengan pemeriksaan kesehatan ini dapat menghindari penyakit tidak menular.

Selain itu, penting juga membiasakan diri berperilaku hidup sehat dengan menghindari merokok dan mengkonsumsi makanan sehat yang bebas kolesterol.




Jaga Eksistensi Dongeng, Budpar Sleman Gelar Lomba Mendongeng

dongeng-300x200Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sleman menyelenggarakan Lomba Mendongeng Anak Kabupaten Sleman Tahun 2015 di Sleman, Rabu (2/12). Kepala Bidang Peninggalan Budaya Nilai dan Tradisi Dinas Budpar Sleman, Siswanto mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga eksistensi dongeng dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Siswanto juga berharap lomba ini dapat meningkatkan kreatifitas dan aktifitas bagi guru dan siswa dalam mendongeng.

Kegiatan Lomba mendongeng  diikuti oleh 41 peserta yang terdiri dari siswa TK/SD sebanyak 23 siswa dan Guru TK/ PAUD sebanyak 18 orang. Materi lomba untuk siswa adalah mendongengkan salah satu dari tiga dongeng yaitu Asal Mula Upacara Adat, Asal Mula Gunung Jamur dan Rara Jongrang. Sedangkan materi lomba untuk guru adalah membuat cerita atau dongeng yang berkaitan dengan hewan untuk diceritakan.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman , Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan bahwa kegiatan ini sangat strategis. Kegiatan mendongeng dinilai strategis karena umur anak-anak merupakan waktu yang tepat untuk menitipkan pesan yang terkandung dalam dongeng yang penuh dengan nilai-nilai luhur.

Menurut Ayu mendongeng merupakan bentuk komunikasi yang bisa mempererat hubungan keluarga. Pada kesempatan tersebut Ayu juga menceritakan bagaimana kebiasaannya mendongeng untuk anak-anaknya pada saat menjelang tidur. Ayu Berharap para guru di Sleman dapat mengembangkannya dalam kegiatan belajar mengajar.
Ayu menyarankan agar disela kegiatan belajar mengajar disekolah para guru dapat memberikan selingan dongeng untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada anak didiknya.

Ayu berharap kegiatan lomba mendongeng ini dapat dilanjutkan di tahun-tahun yang akan datang. Kegiatan ini juga diharapkan dapat dikembangkan lebih baik lagi sehingga semakin memberikan manfaat berupa penanaman nilai-nilai luhur yang sekaligus melestarikan kekayaan dongeng yang dimiliki.




Budpar Sleman gelar Famtrip Media Sosial

IMG_1538Sleman – Dinas Budaya dan Pariwisata Sleman mengadakan even Famtrip Media Sosial untuk mengenalkan objek wisata yang berada di Sleman, Senin (30/11). Belakangan ini, Media Sosial menjadi kekuatan yang luar biasa untuk mengenalkan objek wisata kepada masyarakat.

Panitia Famtrip Media Sosial, Wasita menyampaikan kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan objek wisata yang belum begitu dikenal. Melalui media sosial diharapkan mampu mengenalkan objek wisata yang ada di Sleman ke masyarakat, tambahnya.

Dikemas dengan konsep Famtrip Media Sosial, Dinas Budaya dan Pariwisata mengajak untuk diikuti oleh 20 peserta dari berbagai komunitas media sosial dan travel blogger. Komunitas media sosial dan blogger yang mengikuti even ini tidak hanya berasal dari area Yogyakarta saja melainkan dari luar kota seperti Jakarta dan Semarang.

Adapun objek wisata yang dikunjungi dalam Famtrip Media Sosial ialah Museum Gempa Sarwidi, Omah Petruk, Desa Wisata Pulesari, dan KWT Sri Rejeki. Di Museum Gempa Sarwidi peserta diajak untuk mengenal struktur bangunan tahan gempa, jenis – jenis gempa dan sejarah dari museum itu sendiri. Sedang di Omah Petruk peserta diajak untuk mengenal kegiatan seni yang rutin digelar, karya seni berupa patung – patung dari seniman, serta fasilitas penginapan yang unik untuk pengunjung.

Untuk Desa Wisata Pulesari, selain dikenalkan tentang kegiatan – kegiatan desa, peserta diajak mencicipi makanan dan olahan dari bahan salak. Sedangkan untuk tujuan akhir famtrip peserta diajak mengunjungi KWT Sri Rejeki. Dalam kunjungan tersebut peserta diajak untuk mengetahui sejarah berdirinya KWT Sri Rejeki dan berbagai olahan salak seperti kopi, wajik, keripik, manisan, asinan, caramel, dan geplak.