Bupati Minta Masyarakat Tingkatkan Minat Baca

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta masyarakat Sleman untuk meningkatkan minat baca, karena itu melalui lomba minat baca untuk tingkat SD/MI dan SMP/MTS dimaksudkan untuk menyambut hari kunjungan wisatawan dan meningkatkan minat baca siswa. Untuk itu sangat strategis untuk mengajak masyarakat baik anak – anak maupun orang dewasa untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

“Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa kita untuk mempertajam pengamatan terhadap informasi – informasi yang beredar. Salah satu  kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca,” kata Sri Purnomo ketika menutup lomba minat baca tingkat SD/MI, SMP/MTS Kabupaten Sleman di gedung Serbaguna Sleman, kemarin.

Ditambahkan Sri Purnomo bahwa sumber bacaan baik buku, bulletin, koran ataupun sejenisnya merupakan jendela dunia bagi manusia yang tidak mampu untuk menjelajahinya secara langsung. Oleh karena itu Sri Purnomo mengajak untuk memperbaiki kondisi sumber bacaan dan mencoba untuk menggali minat baca yang telah lama tersembunyi dalam diri manusia. Penyelenggaraan lomba minat baca SD/MI, SMP/MTS ini dapat menjadi upaya yang sangat tepat untuk meningkatkan rasa percaya diri anak dalam menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya. Sehingga anak dapat mengembangkan kemampuan dan bakat secara optimal.

Sementara Menurut Kepala Perpustakaan Daerah Kabupaten Sleman, Dra Sri Hartati maksud dantujuan diadakan lomba minat baca ini adalah sarana memasyarakatkan hari kunjung perpustakaan pada tanggal 14 September, meningkatkan minat baca anak untuk mengembangkan kecerdasan, kepribadian dengan referensi perubahan perilaku, membudayakan anaik gemar membaca, menulis dan sekaligus berceritera dengan reverensi bahan-bahan, buku-buku perpustakaan dan mendukung Kabupaten Sleman layak Anak KLA. Lomba baca tersebutdiikuti oleh 400  Peserta terdiri dari SD /MI 117 orang tingkat SMP/MTS  223 orang dan diambil 5 pemenang baik SD/MI maupun SMP/MTS.

Adapun Pemenang lomba minat baca tersebut mendapat uang pembinaan dan tropy Bupati Sleman untuk juara satu  SD N Model Ngemplak Fathurrahman Kafi, juara II SDN Ngemplak Dominiqiue Naura Illari Namorin, juara III SD N Percobaan Depok  Amani Zahwa. Untuk tingkat SMP/MTS Juara satu SMP IT Baitussalam Prambanan Fadila Zahra Azzura. Juara II SMPN I Kalasan Dika Putra Permana dan juara III Tansyah Bagas Ramadani SMP N I Kalasan.




Bupati Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Sleman – Pada pelaksanaan Pilpres 2014,  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beseta Istri dan anak-anaknya akan menyampaikan hak suaranya di TPS 26 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman bersama keluarganya. Sementara itu Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS. MHum beserta keluarga akan melakukan pencoblosan di TPS dusun Pugeran Desa Maguwoharjo Depok Sleman.  Usai melakukan pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati bersama Pimpinan SKPD akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman.

Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik dan berharap agar pelaksanaan pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai. Kepada jajaran SKPD terkait, KPU dan Bawaslu Kabupaten harus tetap memantau dan menjaga suasana tetap kondusif dan mendukung kelancaran serta suksesnya acara pesta demokrasi.

Di samping itu harus selalu waspada dan tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan baik langsung maupun tidak langsung terhadap situasi yang  berkembang selama pelaksanaan dan paska Pilpres. Sementara untuk memenuhi penggunaan hak pilih bagi pasien RSUD Sleman dan Prambanan diharapkan TPS yang berdekatan dengan Rumah sakit untuk aktif mendatangi pasien ke rumah sakit.

Dan untuk RS JIH dan RS Sarjito sudah diadakan TPS tersendiri. Sampai dengan 30 Juni terdapat Form A 5 sejumlah 4545, sementara untuk yang belum mendapatkan Form A5 bagi mahasiswa luar Sleman bisa menggunakan hak suaranya di TPS setempat dengan surat keterangan dari desa setempat.

Bagi TPS yang kemungkinan banyak mahasiswa yang menggunakan surat keterangan ini, maka KPPS perlu mengantisipasi apabila terjadi kekurangan surat suara dapat  dikoordinasikan dengan TPS terdekat sehingga semua mahasiswa dapat terlayani dalam menggunakan hak pilihnya.