Bupati Sleman Sidak Manfaatkan Video Call

Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo dan Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun melakukan sidak kehadiran PNS sekaligus pelayanan di beberapa kantor SKPD pada hari pertama masuk kerja pasca libur lebaran Idul Fitri, Senin (3/7).

Pantauan ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Perhubungan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPMPPT), serta Kantor Kecamatan Sleman.

Berdasarkan sidak yang dilakukan di keempat tempat tersebut hanya satu PNS yang tidak masuk karena sakit. “Di hari pertama ini seluruh PNS hampir semuanya masuk, hanya satu yang izin karena sakit,” ujar Sri Purnomo.

Terkait pelayanan pada hari pertama masuk kerja ini, Sri Purnomo juga menjelaskan bahwa aktivitas pelayanan sudah berjalan seperti biasa. Contohnya di Dinas Perhubungan, telah melakukan Uji KIR ke lebih dari 70 kendaraan saat pantauan dilaksanakan.

Mardiyana, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa pada hari biasa Uji KIR kendaraan rata-rata bisa mencapai 100 hingga 110 kendaraan per harinya. “Hari pertama masuk ini antusias awak kendaraan yang melakukan KIR cukup tinggi, pagi ini sudah mencapai 70 lebih kendaraan,” sebut Mardiyana.

Kantor Kecamatan Sleman menjadi tujuan akhir dari sidak yang dilakukan rombongan Bupati. Pelayanan di Kantor Kecamatan Sleman pun sudah berjalan seperti hari biasanya. Saat sidak berlangsung, tercatat 46 berkas pemohon administrasi kependudukan yang sudah masuk.

Di sela-sela sidak di Kantor Kecamatan Sleman ini, Sri Purnomo melakukan pemantauan pelayanan di Kantor Kecamatan Depok dengan memanfaatkan teknologi video call. Sri Purnomo melakukan video call langsung dengan Camat Depok dan petugas pelayanan di Kantor Kecamatan Depok.

“Camat Depok melaporkan bahwa sudah ada 90 berkas pemohon administrasi kependudukan yang masuk. Aktivitas pelayanan juga sudah berjalan normal seperti biasanya seperti yang terpantau pada video call tadi,” tambah Sri Purnomo.

Tak lupa bupati menyampaikan harapannya untuk kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Sleman yang tidak terkena sidak untuk dapat dapat menjalankan pelayanannya dengan baik dan lancar.




Bupati Serahkan Bantuan Korban Angin Kencang

Bupati Sleman Serahkan BantuanSleman – Sebanyak 70 orang korban bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Seyegan yang terjadi tanggal 4,5 dan 9 Januari 2017 lalu mendapat bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman. Bantuan diserahkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di Aula Kecamatan Seyegan,  Senin (23/1). Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 84,7 juta dengan nilai terkecil Rp 200 ribu dan terbesar Rp 6,5 juta.

Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)Sleman, Drs Joko Supriyanto MSi wilayah yang terdampak angin kencang mencakup 7 wilayah kecamatan yakni Moyudan, Minggir, Seyegan, Sleman, Mlati, Tempel dan Godean. Kerusakan rumah mencapai 418 rumah, kerusakan fasos fasum 5 buah, kerusakan tempat usaha 10 buah dan korban meninggal 1 orang dan luka 7 orang.

“Total kerugian mencapai Rp 539,7 juta,” kata Joko.

Adapun rincian penerima bantuan korban angin kencang di Seyegan untuk Desa Margoagung  sejumlah 50 orang, dengan nilai bantuan Rp 57,3 juta, Desa Margodadi jumlah 6 orang nilai Rp 9,8 juta, Desa Margokaton sejumlah 2 orang nilai Rp 2,3 juta dan Desa Margoluwih 121 orang dengan bantuan senilai Rp 15,3 juta.

Menurut Joko bantuan untuk wilayah lain masih dalam proses verifikasi dan setelah selesai juga akan segera diberikan bantuan sesuai Perda 114 tahun 2016 tentang Bantuan Bencana.

Sri Purnomo secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 5 orang didampingi Kepala Pelaksana BPBD Sleman dan Camat Seyegan. Sri Purnomo juga menyampaikan Pemkab Sleman senantiasa bertindak cepat dalam mengatasi bencana yang terjadi yakni dengan segera melakukan evakuasi dan memberikan bantuan kepada korban.

Bantuan yang diberikan diakui Sri Purnomo, tidak dapat mencukupi semua kerugian yang diderita warga namun dapat meringankan beban korban untuk segera melakukan perbaikan/renovasi rumah yang rusak sehingga dapat kembali untuk aktivitas keluarga.

Masyarakat diminta selalu waspada dan berupaya memotong ranting-ranting pohon yang rawan roboh karena daerah Sleman seringkali dilewati angin kencang karena merupakan daerah cekungan.

Walaupun pohon-pohon yang dimiliki masyarakat merupakan asset yang bisa menghasilkan namun bila membahayakan harus tetap diwaspadai untuk dikurangi rantingnya.




Bupati Prihatin Dengan Kenakalan Remaja

Kapolres Sleman Menjadi Pembicara Pembinaan KarakterSleman – Maraknya tindak kriminalitas di DIY yang dilakukan pelajar mendorong semua pihak untuk peduli dan mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Hal ini dilakukan oleh Badan Pendidikan Menengah  Kabupaten Sleman dengan mengadakan pembinaan  penguatan pendidikan karakter di Sekolah SMA/SMK se Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Youth Centre, Kamis (19/1).

Peserta kegiatan tersebut adalah  Kepala Sekolah dan Ketua Komite dari 57 SMK dan 49 SMA. Bertindak sebagai nara sumber Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Kapolres Sleman AKBP Burkhan Rudi Satrio.

Sri Purnomo menyampaikan kondisi kenakalan remaja saat ini memang menjadi keprihatinan sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi jawaban atas permasalahan dan kenakalan remaja dapat tertangani.

Menurut Sri Purnomo  ada tiga hal yang terlibat dalam pembentukan perilaku anak-anak yaitu orang tua, sekolah dan lingkungan. Apabila salah satu dari tiga hal tersebut tidak berfungsi dengan baik maka salah satu dampaknya adalah munculnya kenakalan remaja. Orang tua bertanggungjawab terhadap pembentukan karakter dan pendidikan anak-anak ketika berada di rumah.

“Banyak orangtua sekarang yang terlalu sibuk bekerja sehingga perhatian kepada anak menjadi berkurang. Mereka mengumbar berbagai fasilitas untuk anak mereka tanpa adanya kontrol sehingga terkadang hal tersebut justru menjerumuskan anak ke dalam kenakalan,” kata Sri Purnomo.

Pembentukan karakter anak selanjutnya dipengaruhi oleh sekolah dalam hal ini yang memiliki peran penting adalah guru. Tidak mudah memang untuk menjadi guru yang ideal, namun selayaknya cita-cita untuk menjadi guru didasari oleh sebuah idealisme yang luhur, untuk menciptakan para remaja sebagai generasi penerus yang berkualitas. Ini menjadi tantangan untuk menciptakan pendidikan karakter di sekolah sebagai upaya pencegahan terjadinya kenakalan remaja.

Dikatakan Sri Purnomo yang tidak kalah penting adalah kondisi lingkungan pergaulan. Menciptakan lingkungan pergaulan yang kondusif ini menjadi tanggung jawab bersama.

Peran Lingkungan pun harus lebih peduli, dengan menganggap para remaja yang ada di lingkungannya adalah tanggung jawab bersama, tentunya lingkungan pun akan dapat memberikan informasi yang benar kepada orangtua tentang tindak tanduk si remaja tersebut dan kemudian dapat digunakan untuk mengevaluasi perkembangannya agar tidak terjebak dalam kenakalan remaja.

“Tak kalah penting untuk diperhatikan adalah perkembangan teknologi informasi saat ini. Teknologi informasimembawa banyak manfaat, namun ternyata juga membawa pengaruh negatif. Apalagi anak-anak sudah dengan bebas dan mudahnya mengakses informasi melalui dunia maya. Jika tanpa pengawasan orangtua, guru dan tanpa kepedulian masyarakat, akan mengakibatkan terjadinya kenakalan anak,” tuturnya.

Sri Purnomo juga  berpesan kepada para Kepala Sekolah untuk tingkat SMK agar dapat melakukan inovasi dan evaluasi terhadap sarana dan prasarana praktek sekolah. Karena SMK diharapkan dapat menyiapkan siswa lulus siap kerja dan bersaing baik di negeri sendiri maupun di luar negeri. Hal ini karena saat ini sudah dimulai persaingan tenaga kerja dengan maraknya tenaga kerja asing masuk ke Indonesia.

Selanjutnya bagi Kepala Sekolah SMA agar dapat menyiapkan siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan kuatir bagi siswa yang kurang mampu bila prestasinya bagus banyak biasiswa yang telah disiapkan oleh Pemerintah maupun swasta yang peduli terhadap pendidikan.

Sementara  Kapolres Sleman memaparkan penanganan masalah kriminalitas Pelajar. Kapolres menyebut kriminalitas karena tindakan pelajar saat ini sudah bukan lagi kenakalan remaja karena sudah merupakan tindakan kriminal mengingat para pelajar bertindak bukan dengan tangan kosong lagi tetapi sudah menggunakan senjata tajam yang bertujuan untuk melukai orang lain.

Kejadian yang terjadi di DIY sampai dengan akhir November kemarin 43 kasus dan di Sleman mencapai 21 kasus. Polres Sleman berupaya membatasi gerak dengan menempatkan 2 anggotanya disekolah-sekolah yang dicurigaisebagai pemicu pada saat pulang sekolah dan melakukan operasi dititik-titik kumpul.

Dan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelanggar hukum bila ancaman hukuman di atas 7 tahun pelaku langsung ditahan dan diproses secara hukum. Saat ini ada 14 anak yang di tahan di Polsek Pakem, Turi dan Gamping.




Bupati Serahkan SPPT PBB P2 Tahun 2017 dan Pemberian Penghargaan

Bupati Sleman Serahkan SPPT PBB P2Sleman – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman menyerahkan SPPT PBB P2 Tahun 2017 sebanyak lembar yang secara simbolis diserahkan  Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI pada 17 Desa dari 17 Kecamatan dan 10 wajib pajak selektif dengan ketetapan PBB P2 tertinggi di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa (17/1).

Kepala BKAD, Hardo Kiswaya SE MSi menjelaskan bahwa untuk ketetapan PBB P2 tahun 2017 ini tidak ada kebijakan kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) PBB P2. Adapun nominal Pokok Ketetapan PBB P2 tahun 2017 sejumlah Rp 79,4 miliar.

Menurut Hardo pada tahun 2016 lalu realisasi atas ketetapan pokok akhir PBB P2 belum terealisasi 100% dimana pokok ketetapan akhir pada tahun 2016 sebesar Rp 74,7 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak lembar realisasinya mencapai Rp 59,3 miliar dengan SPPT PBB P2 sebanyak lembar, atau sebesar 79,4% dari pokok ketetapan akhir.

Hardo menambahkan bahwa sehubungan dengan adanya penataan organisasi perangkat daerah sesuai Peraturan Daerah Nomor 11 tahun 2016 tentang Pembentukan Susunan Perangkat Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman, maka fungsi pengelolaan pendapatan daerah yang tahun lalu ditangani Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda), mulai tahun 2017 menjadi ketugasan instansi baru Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Dengan demikian mulai tahun ini, seluruh pelayanan yang terkait dengan pajak daerah, termasuk PBB P2 dilaksanakan di gedung BKAD Jalan Parasamya Beran Tridadi Sleman.

Sementara  Sri Purnomo menyampaikan bahwa dalam hal pelayanan pembayaran PBB P2, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sleman masih menjalin kerjasama dengan 3 lembaga perbankan, yaitu Bank BPD DIY, Bank BRI Syariah, dan Bank Mandiri.

“Dengan demikian harapan kami masyarakat selaku wajib pajak PBB P2 tetap mendapatkan kemudahan dalam menunaikan kewajiban perpajakan daerahnya di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga menghimbau kepada seluruh wajib pajak selektif untuk dapat segera membayar PBB P2 sebelum tanggal jatuh tempo yaitu pada 30 September 2017 mendatang, serta menghimbau kepada seluruh PNS di lingkungan Pemkab Sleman, terutama yang menjadi wajib pajak PBB agar menjadi panutan dan teladan masyarakat, dengan membayar kewajibannya di awal waktu.

”Saya berharap pokok ketetapan PBB P2 pada tahun 2017 ini dapat tercapai sepenuhnya, mengingat saat ini PBB telah menjadi bagian dari pajak daerah, yang sangat dibutuhkan sebagai modal pembangunan daerah mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” harap Sri Purnomo.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap wajib pajak daerah yang berprestasi dalam kepatuhan melaporkan dan membayar pajak daerah sesuaI peraturan perundang-udangan yang berlaku, Sri Purnomo juga memberikan piagam penghargaan kepada wajib pajak. Adapun yang menerima Piagam Penghargaan tersebut adalah sejumlah 128 wajib pajak, terdiri dari 46 wajib pajak hotel, 62 wajib pajak  restoran, 20 wajib pajak hiburan.

Selain wajib pajak, piagam penghargaan juga disampaikan kepada sejumlah 9 Pemerintah Desa dan 247 Dukuh yang dapat mencapai lunas awal pembayaran PBB P2 tahun 2016.




Bupati Sleman Resmikan 11 Gedung Baru

bupatiSleman – Sebanyak 11 gedung baru di Kabupaten Sleman diresmikan langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI. Peresmian ditandatangani dengan penandatanganan prasati di  gedung baru Pasar Sleman Unit II, Selasa (27/12).

Sri Purnomo menyampaikan bahwa peresmian tersebut merupakan hasil pembangunan fisik yang selesai pada semester kedua tahun 2016. Adapun pelaksanaan pembangunan meliputi gedung baru Markas Damkar Kecamatan Godean, Pasar Sleman Unit II, Perpustakaan SMK N 1 Cangkringan, Puskesmas Rawat Inap Godean I, Seyegan, Berbah,  dan Puskesmas Tempel I. Selain itu pembangunan penambahan ruang di Puskesmas Kalasan dan Puskesmas Gamping II.

Untuk kantor Kecamatan yaitu Kantor Kecamatan Kalasan dan Mlati, Sampai Tahun 2016 ini Pemkab Sleman telah menyelesaikan pembangunan 10 kantor Kecamatan dari 17 kantor kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman.

“Pembangunan ini merupakan bukti komitmen dan upaya nyata dari Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Dengan gedung yang representatif, diharapkan pelayanan pada masyarakat akan semakin cepat, nyaman, dan mudah,” jelas Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan bahwa dapat dirasakan bersama adanya pertumbuhan permukiman dan sektor jasa di wilayah Kabupaten Sleman bergerak dengan relatif cepat. Konsekuensi logis dari pertumbuhan tersebut adalah pemerintah daerah harus mampu mengimbangi dengan pemberian pelayanan yang prima, baik dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, pelayanan administrasi, maupun pelayanan jika terjadi kebencanaan.

Sementara, Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Sungkana SST MEng menyampaikan bahwa dari data APBD Tahun 2016, Anggaran Belanja Langsung sejumlah Rp 1,07 trilyun dan sekitar Rp 911 miliar atau 84,79 % merupakan pengeluaran dalam rangka pengadaan barang dan jasa serta belanja modal.

“Penyerapan anggaran sampai triwulan I sebesar 7,02%, sampai triwulan II sebesar 28,54%, sampai triwulan III sebesar 45,95% dan sampai triwulan IV hingga tanggal 22 Desember sebesar 90,21%,” jelas Sungkana.

Diinformasikan pula bahwa sebelas gedung tersebut terdiri dari prasarana perekonomian pada Pasar Sleman Unit II dengan total dana Rp 32,799 miliar yang dilaksanakan dalam tahap 3 (tahun 2014-2016), prasarana pendidikan pada ruang perpustakaan SMKN I Cangkringan senilai Rp 318,43 juta, prasarana kesehatan meliputi puskemas rawat inap Godean I  (Rp 3,53 miliar),

Dan, Kalasan (Rp 1,92 miliar), Berbah (Rp 1,98 miliar), Seyegan (Rp 3,68 miliar), Tempel I (Rp 4,28 miliar), Gamping II (Rp 2,43 miliar), serta prasarana pelayanan pemerintahan gedung kantor Kecamatan Kalasan (Rp 3,80 miliar), Kecamatan Mlati (Rp 3,69 miliar), Gedung Markas Pemadam Kebakaran (Rp 3,34 miliar ).

Pada peresmian tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo secara simbolis menyerahkan kunci gedung baru serta penyerahan surat ijin tempat usaha bagi para pedagang yang akan menempati los Pasar Sleman Unit II.