Bupati Prihatin Masih Terjadi Kasus Kekerasan Didunia Pendidikan

IMG_8164Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengungkapkan rasa keprihatinannya pada kasus kekerasan yang masih terjadi didunia pendidikan belum lama ini, seperti kasus pemukulan guru oleh orangtua murid. 

Menurut Sri Purnomo kasus-kasus tersebut dapat dihindari dengan lebih intens melakukan komunikasi tidak hanya pada siswa namun juga orangtua wali murid.

“Kurangnya komunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. Saya berharap pada Kepala sekolah yang baru dilantik nanti dapat meningkatkan mutu pendidikan dan komunikasi baik dilingkungan sekolah maupun dengan orangtua wali murid”, jelas Sri Purnomo di Pendopo Parasamya Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Senin (19/9).

Sri Purnomo menambahkan bahwa tantangan yang tidak kalah penting pada era pendidikan saat ini adalah adanya keterbukaan dan kemudahan akses informasi, yang jika tidak disikapi dengan bijak dapat menimbulkan permasalahan tersendiri bagi sejumlah generasi muda.

Sri Purnomo berharap pemberian pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan, sehingga para siswa memiliki kemampuan untuk memfilter berbagai informasi yang masuk.

Menurut Sri Purnomo, saat ini pendidikan menjadi garda terdepan untuk menentukan kualitas dan karakter generasi penerus yang akan datang. Peran sekolah sebagai media pendidikan formal dengan kegiatan belajar mengajarnya menjadi pengaruh besar pembentuk karakter generasi penerus bangsa.

Sri Purnomo juga menyampaikan bahwa kualitas pendidikan sebuah sekolah tidak terlepas dari peran Kepala Sekolah. Menurutnya tugas sebagai kepala sekolah merupakan tugas yang berat dan penuh tantangan karena Kepala Sekolah merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa dalam hal disiplin, netralitas, serta menjunjung tinggi etika dan moral.

”Kepala Sekolah harus mampu meningkatkan dan mengembangkan kualitas manajemen yang mendukung kemajuan proses belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya,” jelas Sri Purnomo.

Peningkatan kualitas pendidikan di seko­lah masing-masing  adalah tugas dan tanggungjawab Kepala Sekolah. Sebagai Kepala Sekolah dituntut untuk mampu memotivasi guru, siswa dan karyawan-karyawati sekolah untuk bersinergi meningkatkan kualitas dan kemajuan sekolah.

Kepala Sekolah memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah. Dengan kata lain keberhasilan Kepala Sekolah dalam menjalankan tugasnya berimplikasi terhadap kemajuan sekolah yang dipimpin.

Pada kesempatan tersebut Bupati Sleman, Sri Purnomo melantik 84 Kepala Sekolah se-Kabupaten Sleman yang terdiri dari 9 Kepala Sekolah tingkat SMA/K, 18 Kepala Sekolah tingkat SMP, dan 57 Kepala Sekolah tingkat SD.




Bupati Ajak Masyarakat Gerakkan Olahraga

DSC_0315 brsSleman – Senam massal dan jalan santai dalam rangka Hari Olah Raga  Nasional ke 33 tahun 2016 tingkat Kabupaten Sleman yang berlangsung di lapangan Denggung diikuti oleh PNS dilingkungan Pemkab Sleman dan siswa disekitar Kabupaten Sleman, Jumat (16/9).

Senam massal dan jalan santai diikui pula oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beserta Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Dra Hj Kustini Sri Purnomo, juga Wakil Bupati Sleman Dra Hj Sri Muslimatun MKes dan Kepala Desa Sendangadi Mlati Drs Damanhuri. Usai senam massal dilajutkan dengan jalan santai diikuti semua peserta senam yang dilepas oleh Bupati Sleman dengan pengibasan bendera.

DiselaI-sela acara jalan sehat, Sri Purnomo mengatakan bahwa untuk menjaga badan tetap bugar tidak perlu dengan biaya yang mahal, yang penting badan bergerak.

Menurut Sri Purnomo, olahraga apapun mulai dari olahraga rekreasi hingga olahraga untuk meraih prestasi dapat membuat tubuh tetap sehat, menjadi hobi yang menyenangkan, dan mempererat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan.

“Olahraga memberikan kita kesehatan, kekuatan, kejujuran, dan kebanggaan. Di badan yang sehat akan terbentuk jiwa kuat,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa budaya berolahraga tidak dapat tumbuh secara instan tapi harus dimulai dari lingkungan terkecil sampai komunitas masyarakat yang lebih besar. Oleh karena itu, sangat diperlukan peran serta keluarga dengan menerapkan pola hidup aktif dalam aktivitas sehari-hari.

Secara institusional dukungan aktivitas dari aparatur pemerintahan mulai dari RT, RW, Desa sampai ketingkat Pemerintahan Kabupaten sangat diperlukan langkah nyata dalam menggerakkan, memfasilitasi, dan mengedukasi masyarakat kita agar memahami arti pentingnya berolahraga dalam kehidupannya sehari-hari.

Karena itu Sri Purnomo mengajak kepada seluruh aparatur sipil yang mengurusi bidang olahraga di Kabupaten Sleman untuk menggelorakan dan menyemarakkan “AYO OLAHRAGA” sampai lingkungan terkecil sehingga tercapai masyarakat yang sehat dan produktif.




Bupati Ajak Masyarakat Realisasikan Gerakan Kerja Nyata

Bupati Sleman Terima Jabat TanganSleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak masyarakat merealisasikan Gerakan Nasional Kerja Nyata dalam momentum peringatan 71 tahun Indonesia Merdeka  dengan berkontribusi dalam proses pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Kerja nyata haruslah dilakukan dengan didasari oleh semangat kerja dan semangat perubahan menuju ke arah yang lebih baik lagi,” kata Sri Purnomo dalam resepsi kenegaraan di Pendopo Parasamya, Kamis (18/8) malam.

Menurut Sri Purnomo meskipun kemerdekaan telah diproklamirkan 71 tahun yang lalu, akan tetapi perjuangan belumlah usai. Dalam konteks kekinian, baik pemerintah maupun masyarakat masih harus berjuang untuk tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan kemasyarakatan yang lebih baik, baik untuk saat ini dan bahkan juga untuk masa yang datang.

“Tahun 2016 ini merupakan tahun pertama bagi Pemerintah Kabupaten Sleman, untuk melaksanakan pencapaian Visi Kabupaten Sleman. Terwujudnya masyarakat Sleman yang lebih sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasikannya Sistem e-Government menuju Smart Regency pada tahun 2021, melalui misi yang digariskan untuk pengembangan Kabupaten Sleman selama 5 tahun ke depan,” jelas Sri Purnomo.

Kedepannya layanan-layanan pemerintah daerah akan diintegrasikan dalam sebuah sistem, yang dapat secara mudah terpantau untuk memudahkan Pemkab Sleman dalam menemukan permasalahan dalam penyelenggaraan   pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Sistem layanan yang berbasis teknologi informasi dan sudah terintegrasi, diharapkan tidak saja mendukung terciptanya e-government, tetapi juga mendukung  pemerintah Kabupaten Sleman dalam menuju smart people, smart economy, smart mobility, smart environment, dan smart living menuju Sleman Smart Regency.

Sri Purnomo juga menyerahkan piagam dan beasiswa pada 36 Paskibraka Kabupaten Sleman yang telah selesai menjalankan tugas sebagai pengibar bendera pada upacara 17 Agustus lalu.




Bupati Himbau PNS Tetap Jamaah di Masjid Pasca Ramadan‬

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Komplek Pemda Sleman untuk tetap berjamaah di Masjid Agung Sleman meski bulan suci Ramadan telah berlalu. Demikian disampaikan Sri Purnomo usai sholat dzuhur di Masjid Agung dr Wahidin Sudirohusodo, Senin (15/8).‬

‪Sri Purnomo mengatakan meskipun bulan Ramadan telah berlalu, hendaknya kegiatan-kegiatan beribadah tetap berlanjut seterusnya.

“Ketika bulan Ramadan masjid terlihat selalu penuh maka diharapkan di bulan-bulan lain juga sama penuhnya. Misalnya bulan Ramadan lalu ada 6 shaf terisi, maka sekarang 5 shaf juga bagus. Yang sisanya 1 shaf semoga sedang mengisi masjid yang lain. Mari kita upayakan untuk Dzuhur dan Ashar ataupun shalat yang lain untuk selalu berjamaah di Masjid Agung ini,” kata Sri Purnomo.‬

‪Sri Purnomo juga menekankan pentingnya membaca Al-Quran.

“Sekarang eranya teknologi. Dengan smartphone kita bisa terhubung dengan orang di belahan dunia manapun setiap saat. Dan kita juga bisa memasang aplikasi apapun di smartphone, termasuk juga membaca Al-Quran dan sejenisnya. Sehingga kita bisa membacanya di mana saja. Dengan mendengarkan orang Al-Quran saja sudah membawa kebaikan, apalagi apabila kita sendiri yang membacanya,” pungkasnya.‬

‪Masjid Agung dr Wahidin Sudirohusodo yang terletak di kompleks perkantoran Pemkab Sleman di Beran, Tridadi, Sleman mengagendakan tausiyah singkat sesudah shalat Dzuhur berjamaah.

Tausiyah sesudah shalat berjamaah ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa ketika Ramadan lalu, dan sempat terhenti sesudah Lebaran dan sekarang diawali lagi. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan secara teratur setiap Senin dan Rabu dan untuk jadwal berikutnya akan diisi bergantian oleh tokoh-tokoh dari berbagai kalangan.




Bupati Minta Masyarakat Pakem Jaga Keamanan Untuk Wujudkan Pariwisata yang Kondusif

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta masyarakat wilayah Kecamatan Pakem untuk menjaga keamanan lingkungannya. Kejadian perusakan warung di wilayah Pakem pada awal Ramadan menjadi pelajaran bagi masyarakat Pakem.

“Kondisi keamanan wilayah perlu mendapat perhatian serius apalagi Pakem merupakan daerah wisata,” kata Sri Purnomo disela-sela tarling di Masjid At Taqwa, Sambi, Pakembinangun, Pakem Kamis (16/6) malam.

Sri Purnomo mengatakan keamanan merupakan faktor penting untuk mewujudkan pariwisata yang kondusif. “Keamanan penting, contohnya ketika Bali dibom maka perekonomian Bali yang bertumpu pada pariwisata menjadi lumpuh. Ini menjadi bukti bahwa keamanan adalah faktor dominan dalam pariwisata,” ungkap Sri Purnomo.

Untuk itu bagi masyarakat Pakem menjaga situasi pariwisata agar kondusif ini penting karena struktur ekonomi masyarakatnya banyak didukung oleh usaha pariwisata. Dalam struktur perekonomian, kondisi Kecamatan Pakem didominasi sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan prosentasi 45,51%.

Sri Purnomo  berharap angka tersebut semakin meningkat di masa yang akan datang. Untuk itu Sri Purnomo  minta agar pengelolaan pariwisata terus ditingkatkan dengan semakin memperbaiki pelayanan kepada wisatawan namun dengan tetap memegang etika dan ajaran agama.

Sri Purnomo juga berpesan agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungannya. Kebersihan lingkungan ini juga penting untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi wisatawan. Apalagi pengembangan pariwisata masih terbuka luas karena semakin digali akan semakin bagus.

Pengembangan pariwisata menurut Sri Purnomo juga berpotensi untuk mendukung pelestarian lingkungan, salah satunya pengembangan desa wisata yang memanfaatkan potensi alam yang ada sebagai daya tarik. Dan desa wisata saat ini semakin banyak diminati orang-orang kota yang ingin merasakan kehidupan di desa yang dekat dengan alam.

Pada kesempatan tersebut Bupati menyerahkan bantuan kepada masyarakat Sambi. Bantuan yang diserahkan berupa uang Rp18,40 juta dan 10 mukena. Diharapkan bantuan yang disampaikan dapat digunakan untuk pembangunan fasilitas dan pengembangan kegiatan masjid At Taqwa Sambi.