Jelang Porwanas 2016 PWI dan SIWO Jogja Audiensi dengan Bupati

Sleman – Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) tahun 2016 akan dilaksanakan tanggal 25-30 Juli 2016 di Bandung.

Untuk mengikuti even tersebut PWI Jogja/SIWO telah mempersiapkan para tletnya untuk mengikuti 10 cabang olah raga yang dipertandingkan, termasuk mengundang pelatih padaa masing-masing cabang olah raga. Hanya saja untuk dua cabang olah raga Bulu Tangkis dan Tenis Lapangan sampai saat ini belum ada, mengingat keterbatasaan semuanya.

Hal tersebut terungkap saat Pengurus PWI Jogja/SIWO Jogja melakukan audensi dengan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di ruang tamu Bupati, Rabu (15/6). Pengurus PWI  yang hadir saat audensi tersebut antara lain Ketuanya Sihono dan didampingi beberapa pengurus juga Ketua SIWO Janu Riyanto.

Sedangkan Bupati Sleman didampingi antara lain Ketua KONI Sleman Ir. Pramono, Asekda Bidang Administrasi Djoko Handoyo SH, Kepala Bagian Kesra Drs Hery Sutopo.

Sihono menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi PWI Jogja dalam  menghadapi Porwanas yang akan berlangsung bulan depan, yaitu pendanaan dari beberapa KONI Kabupaten/Kota yang sampai saat ini belum cair, padahal kebutuhan dana tersebut sangat mendesak, terutama untuk pesan tiket atlet dan offisial.

Lebih lanjut disampaikan Sihono bahwa jumlah aatlet dan offisial dari PWI Jogja berkekuatan 80 orang dan dari sleman sendiri sebanyak 25 atlet/offisial.

Ditambahkan Janu Riyanto selaku ketua SIWO bahwa kemungkinan untuk mendapatkan medali emas pada Porwanas 2016 nanti cukup besar dengan persiapan yang cukup, disamping atlet yang lolos dalam kontingen Porwanas PWI Jogja dari seleksi Porwada yang sudah berlangsung.

Sementara  Sri Purnomo menyampaikan bahwa untuk mengikuti Porwanas yang berlangsung dalam waktu dekat nanti perlu persiapan yang matang, termasuk persiapan atlet dan perlengkapan yang lain.

Dengan persiapan yang matang diharapkan akan membawa hasil yang maksimal, mengingat sampai saat ini kontingen PWI  belum pernah mendapatkan medali emas.

“Insya Allah Porwanas tahun 2016 nanti kontingen PWI Jogja akan bisa pecah telur dengan membawa pulang medali emas,” kata Sri Purnomo.

Ditambahkan pula, yang biasanya wartawan membuat berita maka dalam Porwanas di Bandung nanti wartawan yang tergabung dalam PWI Jogja menjadi berita karena mampu membawa pulang medali emas. Dengan semangat tinggi, meskipun dengan keterbatasan dana biasanya akan berprestasi, tentu dengan semangat daan perjuangan yaang tinggi.

Sedangkan Ketua KONI Sleman Ir. Pramono menambahkan bahwa bantuan dana sebesar Rp 30 juta dari KONI Sleman sudah siap dicairkan sewaktu-waktu. Bantuan tersebut diharapkan mampu memotivasi atlet dan official PWI Jogja yang berlaga dalam Porwanas di Bandung nanti.

Menyinggung pelatih Bulutangkis dan Tenis Lapangan, KONI Sleman siap untuk membantu untuk memvasilitasi, hanya saja PWI yang harus aktif berkomunikasi dengan KONI Sleman. Intinya KONI Sleman siap untuk membantu persiapan.




Kontingen MTQ Sleman Dilepas Bupati

Sleman – Kontingen MTQ Kabupaten Sleman berkekuatan  55 personil yang terdiri 44 peserta MTQ dan 11 pelatih/pendamping  akan mengikuti MTQ tingkat DIY yang berlangsung di Gunungkidul selama 3 hari mulai Jumat-Minggu, 22-24 April 2016. Kontingen Kabupaten Sleman dilepas Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI di rumah Dinas Bupati, Jumat (22/4). 

Dalam MTQ tersebut akan mempertandingkan/melombakan  beberapa cabaang antara lain Tilawah remaja, tilawah anak-anak daan tuna netra, Tilawah dewasa,  Taafsir baahasa Arab, taafsir Bahasa Indonesia, Tahfidz 30 juz, Tahfidz  1 juz dan Tilawah, Tahfidz 10 juz, Tahfidz 5 juz dan Tilawah, MFQ, MSQ, Qiro,ah Sab’ah, Tartil, Tafsir bahasaa Inggris, Tahfidz 20 juz, MMQ, dan lainnya.

Sri Purnomo menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ merupakan salah satu bentuk pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ibadah umat islam, khususnya dalam membaca, memahami dan menghayati kitab suci Al Qur’an. Kegiatan ini juga merupakan wujud syiar islam yang sangat bermanfaat, tidak saja bagi umat islam, tetapi juga bagi masyarakat .

Seluruh kafilah MTQ Kabupaten Sleman diharapkan tidak saja mampu melafalkan ayat ayat Al Qur’an dengan tartil, namun yang lebih penting adalah mampu melaksanakan dan mensyiarkan ajaran-ajaran yang tercantum di dalam Al Qur’an kepada masyarakat luas. Sehingga para kafilah MTQ ini dapat menjadi suri tauladan bagi masyarakat di Sleman.

Disampaikan bahwa sebagai umat Islam, harus mampu memahami serta mampu mengaplikasikan isi kandungan dalam Al Qur’an secara menyeluruh dan sempurna.

Mengingat apa yang tercantum dalam Al Qur’an merupakan petunjuk, acuan serta kaidah-kaidah yang harus ditaati oleh umat islam dalam menjalani kehidupan di dunia. Dengan berpegang pada ajaran yang tercantum dalam Al Qur’an, maka akan dapat bertahan dalam menghadapi segala permasalahan yang ada.

Terlebih lagi Al Qur’an merupakan sumber utama syariat Islam. Al Qur’an memuat seperangkat aturan yang mengatur hubungan manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan sesamanya dan hubungan manusia dengan alam.

“Selain dibaca, kesempurnaan ilmu agama adalah diamalkan, oleh karena itu saya berharap agar seluruh kafilah MTQ Kabupaten Sleman dapat menjadi motivator masyarakat untuk mengamalkannya,” kata Sri Purnomo.




Bupati dan Muspida Jalani Tes Urine

Bupati Sleman Jalani Tes UrineSleman – Tes urine jajaran Muspida Kabupaten Sleman dan personil Polres Sleman  dilakukaan di Mapolres Sleman,  Rabu (13/4). 

Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dan  semua Muspida yaitu Kapolres Sleman AKBP Yulianto, Ketua DPRD Sleman Drs Haris Sugiarto, Kejari Sleman Diah Retnowati Astuti SH MH,  Dandim 0732 Sleman  Letkol  Joko Sujarwo, Wakil Bupati Sleman Dra Sri Muslimatun MKes, Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Kepala BNNK Sleman Drs Kuntadi menjalani tes urine.

Dari  pejabat yang telah melakukan tes urine tersebut sumuanya negatif dari narkoba, sedangkan personil kepolisian Polres Sleman semua diwajibkan mengikuti tes urine. Untuk hasil tes urine personil Polres Sleman belum diketahui. Apakah semuanya negatif atau ada yang positif narkoba, hal ini karena jumlah personil yang lakukan tes urine cukup banyak.

Sri Purnomo usai menjalani tes urine mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendukung langkah yang dilakukan oleh Polres Sleman, termasuk bagi semua aparat.

“Kalau ada aparat yang terbukti, ada yang mengkomsumsi maka ada sangsinya yang cukup berat. Termasuk tes urine secara berkala Pemkab Sleman sangat mendukung,” kata Sri Purnomo.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa tes urine secara berkala baik kepada pejabat maupun staf sangat positif kalau hal tersebut bisa dilakukan akan sangat baik.

Terlebih saat ini menurut Sri Purnomo peredaran narkoba sudah merambah ke semua lapisan, bukan hanya kalangan menengah saja namun sudah merambah ke semua lapisan, maka  untuk mencegahnya perlu peran semua pihak.




Bupati Terima Penghargaan Bidang KB

DSC_8249 ok 2Sleman – Di akhir masa jabatannya Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI kembali berhasil menorehkan keberhasilan dalam bidang KB, dengan diterimanya penghargaan Satya Lencana Wira Karya Kencana yang diserahkan langsung Presiden RI Joko Widodo di Lapangan Sunburst Tangerang Selatan Provinsi Banten bersamaan dengan Peringatan Harganas (Hari Keluarga Nasioanal) XXII tahun 2015, Sabtu (1/8).

Penghargaan ini diterima Bupati Sleman, berkat prestasi dalam pembangunan bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana di Kabupaten Sleman. Tema yang diangkat dalam peringatan harganas XXII ini yakni Harganas merupakan momentum upaya membangun karakter bangsa mewujudkan Indonesia Sejahtera. Hadir dalam acara ini Mendagri, Kepala BKKBN Pusat, Gubernur Banten serta para kader KB se Indonesia.

Bupati Sri Purnomo berharap keberhasilan dalam bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana ini dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan pada waktu yang akan datang untuk menciptakan keluarga yang harmonis, bahagia dan sejahtera lahir dan batin di Kabupaten Sleman.

Ikut mendampingi dalam penerimaan penghargaan ini Istri Bupati Hj Kustini Sri Purnomo dan Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman. Sejumlah Kader dan PLKB dari Sleman juga turut diundang dalam acara ini, karena sebelumnya juga ada perwakilan Kader KB di Sleman yang ikut lomba di tingkat nasional dan yang berhasil menjadi juara.

Yakni, peserta KB lestari 10 tahun H Sugeng Rohmadi dan Istri Suryati alamat Kejambon Lor Sindumartani Ngemplak sebagai Juara I tingkat Nasional, peserta KB lestari 20 tahun  Tukino dan istri Sri Sukarti alamat Jl Lele I Minomartani Ngaglik sebagai Juara I tingkat Nasional dan Juara II PKB (Penyuluh KB) tingkat nasional Drs Akhiz Isa Ansori (Penyuluh KB Kecamatan Gamping).

Sementara itu pada tahun 2014 data bidang KB di Kabupaten Sleman meliputi jumlah peserta KB aktif  dari total PUS sebesar (79,09%), jumlah peserta KB pria  dari total PUS sebesar (6,37%), jumlah kelompok BKB  230,  jumlah kelompok BKR  155, jumlah kelompok BKL 201jumlah UPPKS  865.




Bupati Jadi Imam dan Khotib Shalat Idul Fitri di Denggung

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI bertindak sebagai imam dan khotib shalat Idul Fitri di lapangan Denggung Tridadi Sleman, Jumat (17/7). Hadir pada shalat Idul Fitri 1436 H tersebut antara lain Sekda Sleman dr Sunartono MKes, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj Kustini Sri Purnomo dan keluarga besarnya, dan beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Sleman.

Dalam khotbahnya Sri Purnomo  menyampaikan bahwa  orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yaitu  bahagia ketika berbuka puasa setiap sore hari sebagai tanda selesainya puasa pada hari itu, dan puncaknya adalah hari saat shalat Idul Fitri sebagai tanda kebahagiaan berakirnya puasa Ramadan selama satu bulan.

Dikatakan Sri Purnomo  di bulan Ramadan banyak pelajaran, hikmah, faidah dan fadhilah yang dapat diambil untuk bekal kehidupan kedepan, dan apakah kita bisa meneruskan aktivitas yang dilakukan di bulan Ramadan diteruskan di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya untuk berbuat amal kebajikan dan meningkatkan imam dan taqwa.

Menurut Sri Purnomo  ada tiga pesan dan kesan Ramadan yang bisa dipegang bersama sesudah Ramadan selesai bagi umat Islam/beragama, yaitu pesan moral atau Tahdzibun Nafsi, yaitu harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia yaitu hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai, dan jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri.

Pesan kedua menurut Sri Purnomo adalah  pesan sosial, yaitu saat diakhir Ramadan untuk mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin.

Sedang pesan ketiga adalah Jihad, jihad dimaksud adalah bukan jihad dalam pengertian sempit, yakni berperang di jalan Allah, akan tetapi jihad dalam pengertian yang utuh, yaitu  jihad yang lebih komprehensip, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, ataupun jiwa untuk mencapai keridhaan dari Allah, terutama jihad nelawan diri sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang palin besar.

Sri Purnomo juga mengajak kepada jamaah untuk bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan Ramadan ke dalam  bingkai kehidupan nyata, yaitu untuk mengemdalikan hawa nafsu kita sendiri untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain, menjalin hubungan silaturahmi serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda bedakan status sosial serta meyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bertmartabat, berkeadilan dan sejahtera.

Yang jelas tambah Sri Purnomo bahwa setelah puasa satu bulan tersebut mampu melahirkan spirit baru untuk dapat diteruskan di bulan-bulan setelahnya, yaitu bangkit dengan semangat puasa, bangkit dengan spirit Al-Quran dan bangkit dengan spirit sholat malam. Sedangkan yang bertindak sebagai Imam dan Khotib shalat Idul Fitri 1436 H di Masjid Agung Soedirohoesodo adalah Dr KH Mahrus Munajad MHum.