Camat Depok Pimpin Langsung Kegiatan PSN

Inspeksi Jentik NyamukSleman – Camat Depok, Drs Budiharjo bersama tim memimpin langsung pelaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumah- rumah warga Padukuhan Ringinsari Kecamatan Depok, Jumat (5/2).Pemantauan  dengan melihat langsung pekarangan/halaman, bak mandi, tempat penampungan air, dispenser minum dan sangkar burung.

Dari 308 titik/rumah yang dipantau ternyata masih ditemukan 22 rumah atau titik positif ada jentik sehingga ABJ baru mencapai 92,8 % masih dibawah  Angka Bebas Jentik yaitu 95 %. Hasil dari pemantauan terdapatnya sarang nyamuk / jentik ternyarta terdapat di pekarangan rumah warga yaitu  pada ban bekas, bekas aqua gelas, ember cat, kwali bekas yang dibuang oleh warga sembarangan sehingga dapat menampung air hujan untuk sarang nyamuk.

Kegiatan PSN di Depok tersebut berkaitan dengan gerakan Jumat bersih Kabupaten Sleman bersama Tim Pokjanal DBD. Pemantauan kelompok dua yang beranggotakan  dari Dinas Kesehatan, TNI/POLRI, Bagian Pemdes, Bapeda, Bagian Kesra serta Camat Depok dan Puskesmas, dibantu Kader ibu-ibu Padukuhan Ringinsari Depok.

Sementara untuk kelompok I melaksanakan monitoring dan pemantauan langsung serta PSN di Dusun Genitem, Desa Sidoagung Kecamatan Godean beserta ibu-ibu kader Gerakan Jumat bersih Padukuhan Genitem Desa Sidoagung melihat langsung bak mandi, penampungan air dan pemeliharaan burung  serta air minum di dispenser, halaman rumah/lingkungan yang ada barang bekas.

Barang bekas berpotensi menjadi genangan air hujan dari 60 rumah/titik menemukan 17 positif rumah / lingkungan yang ada jentik bakal nyamuk, sehingga angka AJB nya 72%  masih di bawah angka standar yaitu 95%.

Hasil evaluasi dari Tim Pokjanal DBD Kabupaten Sleman bersama Camat dan Aparat Desa agar supaya masyarakat  dapat  menjaga  lingkungan dengan gerakan 3 M, masing-masing kader bisa melibatkan anak-anak usia  sekolah  SD tau SMP bisa terlibat langsung dengan pendampingan Ibu Kader, serta melestarikan gerakan kebersihan melalui gotong royong atas   kesadaran bersama demi kesehatan bersama. Karena berkembangbiaknya jentik menjadi nyamuk dewasa bersiklus  5 sampai 7 hari.




Jadi Daerah Endemis DBD, Camat Depok Minta Warganya Waspada

Sleman – Camat Depok, Drs Budiharjo meminta warga untuk mewaspadai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasal wilayah Kecamatan Depok masuk dalam daerah endemis terjangkitnya DBD.

Menurutnya sebagai wilayah yang masuk dalam endemis DBD, edukasi masyarakat terhadap upaya pemutusan siklus hidup nyamuk Aedes aegypti.

“Terlebih kepadatan penduduk di Depok cukup tinggi. Jika hanya dibebankan kepada kader Jumantik tentu kurang optimal, sehingga kami berharap kesadaran masyakart untuk menerapkan PHBS meningkat,” paparnya, Minggu (8/2).

Selain Kecamatan Depok, terdapat empat wilayah kecamatan lain yang juga masuk dalam daerah endemis DBD. Antara lain meliputi Kecamatan Gamping, Godean, Mlati, dan Kalasan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes mengatakan guna menekan penyebaran penyakit DBD di wilayah Sleman, pihaknya mengerahkan kelompok Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

Selain bertugas untuk memantau jentik nyamuk, tugas lain yang diampu oleh kader Jumantik adalah pelaksana posyandu dan pelaksana masyarakat desa siaga. Para kader Jumlantik juga diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Terutama penerapan 3 M plus yaitu menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang potensi untuk perkembangan nyamuk serta penyebaran lavarsida atau bubuk abate di musim hujan ini. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya PHBS, maka penyebaran DBD juga dapat ditekan,” kata Linda menjelaskan.