UKM Belajar Kembangkan Usaha Lewat Kelas Managemen Keuangan

Gamping – Kecerdasan finansial atau FinQ merupakan ukuran kemampuan seseorang dalam memahami pentingnya perencanaan dan tata kelola keuangan yang baik. Hal ini disampaikan oleh Direktur akses perbankan Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Restog Krisna Kusuma, SH, , Ak., dalam kegiatan bertajuk Kelas Manajemen Keuangan Usaha bagi UKM Kreatif di Yogyakarta.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Bekraf Indonesia dengan DPR RI Komisi X di Hotel Grand Mercure Yogyakarta Selasa (17/10) pukul WIB. Peserta pelatihan ini sebanyak 120 orang pengusaha UKM kreatif yang telah terseleksi dari 600 orang pendaftar.

Sebagai narasumber Bekraf menghadirkan CEO Financial Wisdom, R. Adjie Wicaksana, Bank BRI, Sigit, dan Head of Community Manager Bukalapak Muhammad Fikri.

KIM Kecamatan Gamping mengikuti kegiatan ini dimaksudkan agar bisa mengembangkan usaha dengan menaikkan omset penjualan dan membuat laporan keuangan usaha sebagai persyaratan   pengajuan kapitalisasi.

Lebih lanjut Bekraf menghimbau kepada seluruh peserta untuk mendaftarkan usahanya di Bekraf Information System on Mobile Application (BISMA). Dengan bergabung di BISMA, pengusaha UKM kreatif akan mendapatkan bimbingan dari Bekraf baik berupa bimtek, workshop, pameran, maupun fasilitasi permodalan. (Adnan Nurtjahjo)




UPT BP3K Gelar Potensi Pertanian di Ngemplak dan Cangkringan

Sleman – Gelar Potensi Pertanian ini di UPT Balai Penyuluhan, Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Ngemplak Cangkringan sebagai ajang untuk menampilkan dan mengenalkan potensi-potensi pertanian yang ada di Kecamatan Ngemplak dan Cangkringan dalam bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.

“Diharapkan dengan diselenggarakannya gelar potensi ini dapat memotivasi para kelompok tani untuk dapat terus berinovasi dalam bidang Pertanian, Perikanan dan Kehutanan,” kata Wakil Bupati Sleman, Dra Hj Sri Muslimatun MKes disela-sela  gelar potensi pertanian di UPT BP3K wilayah Ngemplak dan Cangkringan, Selasa (18/10).

Disampaikan Sri Muslimatun bahwa dengan mengusung tema “Dengan Hari Pangan Sedunia Kita Tingkatkan Pemanfaatan, Nilai Tambah dan Konsumsi Produk Pangan Lokal”.

Sri Muslimatun juga berharap kegiatan Gelar Potensi pertanian kali ini mampu menjadi motivasi serta menumbuhkan semangat dan kesadaran masyarakat khususnya para petani di Ngemplak dan Cangkringan.

Untuk dapat terus mengembangkan dan memanfaatkan produk pangan lokal tidak hanya sebagai pangan alternatif namun lebih dari itu pengembangan pangan lokal akan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat sehingga dapat berimplikasi bagi peningkatan derajat kesejahteraan keluarga.

Disampaikan pula oleh Sri Muslimatun bahwa Optimalisasi keberadaan produk pangan lokal dapat terwujud jika sumber daya manusia pengolah produk-produk tersebut memiliki kompetensi yang baik serta inovasi untuk mampu mengolah produk lokal yang ada sebagai sumber pangan sehingga mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga.

“Untuk itu saya menghimbau para petani khususnya di daerah Ngemplak dan Cangkringan untuk terus berani mengeksplore diri dengan ide-ide kreatif dalam mengolah dan memanfaatkan produk pangan lokal yang kita miliki. Inovasi dan kreatifitas inilah yang menjadi modal bagi peningkatan nilai tambah produk pangan lokal yang ada,” kata Sri Muslimatun.

Berkaitan dengan ini, hal yang tidak kalah penting adalah kesigapan para penyuluh pertanian untuk dapat terus memberikan pendampingan dan motivasi bagi para petani untuk dapat terus berinovasi, oleh karenanya Sri Muslimatun berharap para penyuluh dapat terus meningkatkan pendampingan terhadap masyarakat agar dapat meningkatkan potensi dan nilai tambah pada produk pangan lokal di Kabupaten Sleman.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Ir Widi Sutikno MSi menyampaikan bahwa disamping gelar potensi  juga dilakukaan pengukuhan kelompok tani sebanyak 25 kelompok, lomba mewarnai gambaar tingkat SD, lomba memasak  kelompok wanita tani berbahan pangan lokal non beras, non terigu, lomba asah terampil pertanian tingkat SMA dan lomba memancing.




Sleman Tanam Pohon Buah Bersama ANZI di Cangkringan

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Dra Sri Muslimatun MKes bersama ANZI Pacific Forum VI dan Lions Clubs mengadakan penanaman 1000 pohon buah (Tree Planting) di Pangukrejo, Umbulharjo, Cangkringan Sleman, Jumat (2/9). Pohon buah yang ditanam antara lain Manggis, Mangga Manalagi, Durian, Pala, Jambu Bol ditanam dalam acara tersebut. 

Kegiatan penanaman pohon yang mengangkat tema ‘Protect Our Environmet” tersebut,  dikatakan Ketua Panitia Tree Planting, Jono Koesmo merupakan rangkaian kegiatan ANZI dan Lions Club bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam upaya pelestarian lingkungan.

Acara tersebut menurut Jono juga  dihadiri perwakilan dari berbagai negara seperti Australia, New Zealand, India, Jepang, Indonesia, Malaysia, dan Amerika. Selain sebagai kegiatan pelestarian lingkungan, Jono menjelaskan bahwa dengan kegiatan  yang menghadirkan perwakilan dari negara asing tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Sleman.

“Jogja khususnya Sleman memiliki potensi wisata yang besar, kami berharap kegiatan ini juga dapat menarik minat wisatawan mancanegar,” kata Jono.

Sementara Sri Muslimatun menyampaikan bahwa sebagai Kabupaten yang terletak di bagian hulu, Kabupaten Sleman menjadi kawasan konservasi air bagi Kabupaten-Kabupaten setelahnya. Kualitas lingkungan hidup Kabupaten Sleman tidak hanya berdampak langsung bagi kualitas kehidupan Kabupaten Sleman sendiri namun juga berdampak bagi Kabupaten-kabupaten lainnya.

Untuk itu, Pemkab Sleman beserta seluruh komponen masyarakat memiliki tanggungjawab untuk memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup secara keseluruhan.

Sri Muslimatun juga menyambut baik terlaksananya kegiatan ini, yang tentunya akan menjadi daya dukung bagi terwujudnya kelestarian alam dan lingkungan hidup di Kecamatan Cangkringan. Menurutnya melalui kegiatan penanaman pohon ini, maka fungsi pohon sebagai penahan laju air akan berimplikasi terhadap kuantitas air tanah yang dihasilkan, sehingga keberadaannya akan meningkatkan cadangan air tanah.

Disamping itu, manfaat secara ekologis, yakni dapat menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah, karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan menggerus bagian tanah yang subur. Selain itu keberadaannya juga dapat berfungsi dalam pelestarian keanekaragaman hayati.

Sri Muslimatun juga berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum peningkatan kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Sleman khususnya di Kecamatan Cangkringan.

Ditambahkan Sri Muslimatun,  Kabupaten Sleman terbuka untuk kegiatan CSR lainnya, seperti bedah rumah sebagai upaya meminimalisir kemiskinan di Kabupaten Sleman, konservasi lingkungan melalui pelepasan bibit ikan, dan lainnya.




Pertanian Topang Perekonomian di Cangkringan

Sleman – Kondisi perekonomian di Kecamatan Cangkringan cukup baik, dengan dominasi sektor pertanian dengan persentase 28,56% merupakan penopang perekonomian yang dominan di Kecamatan Cangkringan. Sementara produksi Padi dari Kecamatan Cangkringan memberikan kontribusi besar dalam eksistensi Sleman sebagai lumbung padi DIY.

“Untuk peningkatan pendapatan petani, inovasi dalam budidaya, seperti halnya produksi padi dikolaborasikan dengan produksi ikan menjadi Minapadi ataupun dengan udang menjadi Ugadi perlu dilakukan,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI disela-sela tarawih keliling putaran 6 di Masjid Mujahidin Banjarsari Glagaharjo Cangkringan, Senin (13/6) malam.

Disampaikan Sri Purnomo bahwa kondisi perekonomian masyarakat Cangkringan tahun demi tahun mengalami peningkatan yang cukup baik, yang terlihat perputaran dari sektor Keuangan, persewewaan dan jasa perusahaan cukup besar mencapai 16,03%.

Hal tersebut merupakan peluang yang harus ditangkap oleh masyarakat Cangkringan sebagai penambah alternatif lapangan kerja. Angka persen dari sektor Keuangan, persewewaan dan jasa perusahaan Kecamatan Cangkringan menempati posisi tertinggi ketiga setelah Prambanan dan Gamping.

Pada tahun 2015 di Kabupaten Sleman masih terdapat KK miskin sejumlah KK (11,76%) dari KK. Dibandingkan dengan tahun 2014 terjadi penurunan sebanyak 0,09%. Sedangkan angka kemiskinan tingkat Provinsi DIY tahun 2015 pada persentase 14,91%.

Angka kemiskinan Kecamatan Cangkringan dari tahun 2013 sampai dengan 2015 telah mengalami penurunan dari angka kk menjadi KK miskin, atau terdapat pengurangan KK miskin sebanyak 202KK dengan angka persentase17,81%.

“Walaupun demikian secara rata-rata di Kabupaten Sleman, angka kemiskinan di Kecamatan Cangkringan masih relatif tinggi dibanding angka persentase Kabupaten yaitu 11,76%,” kata Sri Purnomo.

Untuk itu lanjutnya diperlukan upaya yang lebih keras lagi untuk menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Cangkringan, dan upaya tersebut perlu peran aktif masyarakat yang sinergis dengan pemerintah, tambah bupati wilayah Kecamatan Cangkringan 47,99 km, dengan jumlah penduduk jiwa.

Dari jumlah penduduk tersebut, pada tahun 2014 untuk penduduk dengan usia sekolah 7-12 tahun sejumlah dan usia 13-15 tahun sejumlah sehingga total jumlah penduduk dengan usia sekolah sebanyak anak.

Menyinggung pendaftaran peserta didik baru yang akan dilaksanakan pada bulan Juni ini, Kecamatan Cangkringan termasuk yang menggunakan metode Penerimaan Peserta Didik Baru secara Real Time Online (PPDB RTO), Sri Purnomo berharap di Kecamatan Cangkringan seluruh anak usia sekolah harus bersekolah sesuai dengan usiannya. Semua anak di Kabupaten Sleman harus bersekolah minimal sampai jenjang SMA/SMK.

“Bila mana ada kendala mengenai biaya sekolah harap melapor ke aparat pemerintah setempat untuk segera dicarikan solusinya,” tutur Sri Purnomo.

Sedang penyalahgunaan narkoba dan bahayanya miras saat ini dikatakan Sri Purnomo tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan saja, tetapi juga telah merambah di wilayah perdesaan.

Oleh karena itu Sri Purnomo minta kewaspadaan bersama antara pemerintah dan masyarakat perlu ditingkatkan untuk bersama-sama  memerangi peredaran miras illegal dan oplosan serta peredaran narkotika illegal. Karena keduanya nyata telah meningkatkan angka kriminalitas dan menjadi perusak bagi generasi muda.

“Kenakalan remaja yang sudah cenderung berperilaku kriminal, pada awal bulan ramadan  membuat prihatin kita semua. Hal tersebut merupakan tanggungjawab kita bersama untuk melakukan penanganan dan juga pencegahan agar kejadian seperti yang terjadi di Pakem – Turi pada hari Senin dini hari yang lalu, tidak terulang kembali,” tambah Sri Purnomo.

Beberapa kasus kenakalan remaja yang telah cenderung berlaku kriminal tersebut tidak hanya terjadi di Sleman saja, tetapi juga terjadi di wilayah-wilayah lain. Komunikasi internal keluarga sangat penting untuk pencegahan agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali.




Kirab Budaya Padepokan Sendang Kamulyan Cangkringan Meriah

Kirab Sendang KamulyanSleman – Untuk pelestarian budaya Jawa di Kabupaten Sleman Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan mengadakan Kirab Budaya dan Sedekah Bumi berlangsung meriah, Rabu (14/10). Kirab dengan menempuh perjalanan hampir 2 Km tersebut disambut antusian masyarakat Cangkringan.

Kirab budaya dimulai dari Padepokan Sendang Kamulyan Karanglo menuju Makam Kyai Bodriyo di Jaranan Argomulyo Cangkringan. Dalam kirab budaya tersebut beberapa Bregodo mengiringi kirab.

Urutan dalam kirab tersebut bendera Sendang Kamulyan, Marching band SMK Muhammadiyah Cangkringan, prajurit berkuda, prajurit punokawan, berikutnya Pusaaka Sendaang Kamulyan, Sesaji dan Alim Ulama, Abdi dalem Surakarta, gunungan puluwetu paertanian, gunungan buah-buahan, gunungaan Uang, prajurit Sendang Kamulyan, jatilan Bambung Saputra, jatilan Gondang Pusung, jatilan Turi, jatilan pria wanita dan prajurit tombak Sendang Kamulyan.

Yang sangat menarik gunungan puluwetu (hasil bumi), gunungan buah-buahan dan gunungan uang tersebut usai dikirab  diperebutkan pada pengunjung. Sebagai Sesepuh Padepokan Sendang Kamulyan, Handaru Rasuna Said  yang memimpin langsung Kirab Budaya dan merti Dusun tersebut  menyampaikan bahwa Kirab budaya tersebut sebagai rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa pada umatnya, disamping itu sebagai upaya pelestarian budaya yang adiluhung.

Menurut Handaru  bahwa rangkaian Kirab Budaya dan Merti Dusun tersebut sebelumnya telah dilangsungkan pagelaran wayang ulit semalam suntuk dengan dalang Ki Cermo Sugeng Handoko  dengan lakon Petruk Ratu siangnya Rabu (14/10)  dilakukan kirab Budaya dan diakhiri dengan pentas kesenian Jathilan dari Kharisma Jati dari padukuhan Jaranan.

Disamping itu, hari berikutnya akan ditampilkan pula beberapa kesenian yaitu kesenian jatilan Bambung Saputro dari Klaten tanggal 16 Oktober 2015, tanggal 17 Oktober 2015 Dangdut/Campursari Putra Vega dari Klaten, tanggal 18 Pkober 2015 ditampilkan jatilan dari kecamatan Turi, tanggal 19 Oktober 2015 Wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Sendang Banyu Rasa oleh dalang Ki Hariyata dari Klaten, dan pada tanggal 31 Oktober 2015 dipentaskan jatilan dari Gondang Pusung.

Dikatakan  Handaru, yang jelas kedepan acara serupa akan digelar lebih meriah lagi dengan melibatkan beberapa eleman dan kesenian yang ada di sekitar Cangkringan, disamping itu akan dikemas lebih apik, karena acara Kirab Budaya sudah menjadi agenda tahunan/rutin.

“Direncanakan sebelum kirab berlangsung akan diadakan pasar malam selama seminggu, dengan panggung terbuka yang akan diisi berbagai kesenian yang ada di Kabupaten Sleman. Dengan panggung terbuka tersebut diharapkan sebagai sarana pelestarian budaya dan unjuk kebolehan masing-masing kesenian,” tambah Handaru.