Bupati Resmikan Kegiatan PNPM Cangkringan

DSC_0229 e (1024 x 658)Sleman – Berbagai hasil kegiatan dan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan telah diresmikan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Assekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd,  Sabtu (17/1). Hasil pembangunan yang diresmikan Suyamsih berupa  gedung PAUD di Plosokerep Desa Umbulharjo Cangkringan peresmiannya ditandai dengan pengguntingan pita dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Selanjutnya Suyamsih juga meresmikan pembangunan irigasi di dusun Dawung Wukirsari Cangkringan yang ditandai dengan pemecahan Kendi, dan dilanjutkan dengan peninjauan bangunan.

Sedang di pedukuhan Kebur Lor Argomulyo Cangkringan  Bupati Sleman, Sri Purnomo  menyusul dengan meresmikan pembuatan talud Jalan  yang menghubungkan padukuhan Kebur Lor dengan Tawangrenggo yang ditandai dengan pengguntingan pita dan peninjauan dengan melintasi jalan tersebut.

Sementara itu Kepala Desa Argomulyo Cangkringan, Darjono  melaporkan bahwa  talud jalan yang baru diresmikan tersebut  sepanjang 600 meter kiri kanan jalan hingga taludnya mencapai 1200 meter. Lebar jalan yang semula hanya 1,5 – 3 meter diperlebar menjadi 4 meter dengan menggunaakan tanah warga.

“Atas kesadarannya warga yang terkena pelebaran jalan tidak minta ganti rugi maupun ganti untung, ” kata  Darjono.

Lebih lanjut dilaporkan bahwa biaya untuk pembangunan talud tersebut sebesar Rp 212,208 juta yang terdiri dari dana PNPM Mandiri Perdesaan Rp 190,883 juta dan swadaya masyarakat Kebur Rp 21,325 juta.

Untuk  bangunan gedung Serbaguna di Glagaharjo yang telah disempurnakan, diresmikan Sri Purnomo  ditandai dengan pengguntingan pita. Tidak ketinggalan di Dusun Batur Kepuharjo Cangkringan, Sri Purnomo juga menyempatkan diri meresmikan gedung Serbaguna yang ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Bangunan yang dibangun cukup megah tersebut menjadikan padukuhan Batur semakin  representatif dibanding dengan padukuhan yang lain. Untuk peresmian berbagai hasil kegiatan di Cangkringan tersebut secara seremonial juga ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Sri Purnomo.

Usai meresmikan berbagai hasil kegiatan pembangunan di wilayah Kecamatan Cangkringan, Sri Purnomo   menyampaikan bahwa dengan diresmikannya berbagai hasil kegiatan masyarakat tersebut bukan berarti telah selesai, tetapi justru makin berat karena harus merawat dan meningkatkan. Lebih lanjut disampaikan bahwa wilayah Cangkringan yang potensi untuk pariwisata tersebut perlu ditingkatkan, karena dengan meningkatnya potensi pariwisata maka akses jalan sebagai jalur perekonomian akan lebih baik.

Sedangkan Camat Cangkringan, Edi Harmana SH MHum melaporkan bahwa semua hasil pembangunan di kecamatan Cangkringan  baik dari dana PNPM Mandiri Perdesaan maupun dari swadaya masyarakat telah dilaksanakan dengan baik, bahkan hasilnya melebihi 100 % dari target.




Pagelaran “Kali” Pertunjukkan Berkelas Dunia Di Cangkringan

Sleman – Para pengunjung yang memadati halaman kantor Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, berdiam dalam gelap selama 75 menit untuk melihat sebuah karya yang bertemakan “without contraries there is no progression” permenungan William Blake.

Bambang N Karim, sutradara sekaligus media artis Pagelaran “Kali” telah menyulap halaman kantor kecamatan menjadi panggung seni karya instalasi berkelas dunia.

Melalui Pagelaran “Kali”, Bambang telah menampilkan suguhan tari, musik dan efek multimedia yang disebutnya sebagai interdiciplinary art dalam suatu kesatuan cerita yang utuh, menyentuh dan menginspirasi.

Keberhasilan Pagelaran “Kali” dalam mengemas sebuah  pertunjukkan interdiciplinary art merupakan hasil perpaduan kerja tim kreatif Bambang N Karim yang terdiri dari Agung Gunawan sebagai director of movement, Deasylina Da Ari sebagai principal dancer , dan  Johan Aditama sebagai director of music.

Sebanyak  75 orang anak yang terdiri dari para penari dan musisi dari Sanggar Pradapa Loka Bakti Pacitan, mempersembahkan 12 repertoar  “Kali”. Jalinan cerita yang terpisah dirangkai dalam satu untaian gerak dan visual yang sarat makna.

Para pengunjung diajak untuk merenungkan nilai-nilai kehidupan dan pengunjung dibebaskan untuk menafsirkan maknanya. Tema-tema berat hasil dari beberapa kutipan sastrawan ini berhasil diterjemahkan ke dalam suatu karya seni yang apik dan sangat menyentuh.

Pagelaran “Kali” yang dihadiri oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu dan Board Member of Australia Indonesia Institute, Andrew Donovan, telah menjadi suatu suguhan istimewa bagi masyarakat Cangkringan, dan sekitarnya.

Pagelaran “Kali” sebagai kolaborasi seni antara Indonesia dan Australia menjadi awal hubungan yang indah bagi dua negara khususnya di bidang pengembangan seni kontemporer.

Hal ini sesuai dengan  yang diungkapkan oleh Andrew Donovan dalam sambutannya. Andrew juga begitu terkesan dengan antusiasme dan kebaikan masyarakat Cangkringan Sleman.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu menyampaikan bahwa melalui acara Pagelaran “Kali” yang ditampilkan di Cangkringan ini telah membuktikan bahwa Sleman mampu menjadi wadah kreativitas bagi para seniman.