Gerakan Cinta Arsip Keluarga Digencarkan
Sleman – Kebijakan pengelolaan arsip selama ini hanya fokus terhadap instansi pemerintahan dan swasta. Padahal urusan mengelola arsip tidak hanya penting bagi kantor dan organisasi tapi juga keluarga. Sebab sewaktu-waktu masyarakat di tingkat keluarga akan terlibat urusan yang membutuhkan dokumen secara cepat dan lengkap.
Mengingat pentingnya dokumentasi arsip tersebut, Kantor Arsip Daerah Sleman mulai tahun ini melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami sudah mulai menggalakkan gerakan cinta arsip keluarga yang harapannya bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Sleman. Tapi mungkin akan butuh waktu lama untuk mencapai target itu,” kata Retno Susiati, Kepala Kantor Arsip Daerah Sleman, Minggu (12/12).
Untuk mengawali program itu, pihaknya telah menunjuk satu desa binaan sekaligus percontohan yaitu Desa Banyuraden di Kecamatan Gamping. Pertimbangan lokasi percontohan ini didasarkan pertimbangan penilaian yang dilakukan bekerjasama dengan PKK Kabupaten, selaku organisasi yang bertugas pemberdayaan keluarga.
Retno menjelaskan, gerakan ini bertujuan untuk menyelamatkan arsip keluarga mencakup dokumen identitas seperti KTP, dan akta lahir, serta aset keluarga berupa sertifikat tanah, buku tabungan, dan surat kendaraan.
“Melalui gerakan cinta arsip keluarga ini, kami hendak memberi pemahaman kepada warga tentang cara menyimpan arsip, termasuk pula foto dan bukti kuitansi pembayaran. Arsip keluarga yang tersimpan dengan baik akan menguntungkan dalam hal efisiensi waktu dan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Retno, pengelolaan arsip sebenarnya merupakan hal yang mudah. Diawali dengan mencatat semua dokumen yang dimiliki kemudian disimpan dalam media yang tepat. Pemeliharaan selanjutnya dilakukan sesuai jenis dan sifat arsip.
Sementara Kepala Desa Banyuraden, Sudarisman menilai sosialisasi pengelolaan arsip penting dilakukan. Sejauh ini, masyarakat sudah merasakan langsung manfaatnya.
“Kasus yang sering terjadi, arsip terselip lalu latah lapor kehilangan ke polisi atau desa. Hal seperti ini bisa menimbulkan masalah,” kata Sudarisman.
Guna mendukung gerakan ini, pihaknya telah melakukan kaderisasi PKK di 78 RT dan 22 RW. Masing-masing RW terdapat lima kader. Diharapkan nantinya mereka bisa menyampaikan secara getok tular tentang pentingnya arsip. Ditargetkan setidaknya sepertiga dari keseluruhan jumlah KK di Banyuraden bisa lebih cermat dalam mengelola arsip.