PPDI Depok Data Jumlah Difabel

Depok – PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) Kecamatan Depok kembali mengadakan rapat rutin 3 bulanan pada Kamis (19/10) pukul WIB di Ruang Sasana Angelocita Tama, Kantor Kecamatan Depok.

Rapat PPDI kecamatan Depok ini dipimpin oleh Sudiyono selaku Dewan Penasehat PPDI Kecamatan Depok. Dalam rapat dibahas mengenai informasi terkini baik dari pemerintah maupun dari manapun yang menyangkut kepentingan warga difabel.

Selain itu, dalam rapat dilakukan juga pendataan warga difabel berdasarkan nama dan alamat. Hal ini untuk mengetahui jumlah warga difabel dan keterangan apa yang disandang. (Sudiyono)




Depok Fokus Pencegahan Narkoba

Kecamatan Depok dijadikan locus penanggulangan narkoba karena tren kasus di Kecamatan Depok tinggi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, jumlah kasus narkoba di Kabupaten Sleman terbanyak di Kecamatan Kalasan (9 kasus), Kecamatan Depok (8 kasus), dan Kecamatan Mlati (7 kasus). Sedangkan tahun 2017 (s.d. Juli) kecamatan Depok dan Kecamatan Mlati merupakan kecamatan dengan kasus tertinggi (masing-masing 10 kasus).

Kepala BNNK Sleman Drs. Kuntadi, mengatakan bahwa pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba (P4GN) di Sleman membutuhkan partisipasi instansi/lembaga dalam implementasinya, yaitu dengan peran aktif lingkungan kerja dalam menggagas dan melaksanakan program P4GN, bersinergi dengan BNN maupun secara mandiri, dan melibatkan personil untuk menjadi penggiat anti narkoba.

Sementara Sekda Kabupaten Sleman Sumadi  mengamini bahwa P4GN merupakan tugas bersama, “tidak hanya menjadi tugas BNN, karena narkoba sudah masuk sampai ke desa-desa dan juga lingkungan anak-anak,” ujar Sumadi Selasa (25/7) di The Atrium Hotel & Resort, Mlati.

Kegiatan dari Pemerintah Kabupaten Sleman yang mendukung P4GN antara lain aspek pencegahan berupa dibentuknya satgas anti narkoba di sekolah, dibentuknya desa bebas narkoba dengan ±40 orang tergabung di dalamnya, pusat informasi konseling remaja, dan kampanye anti narkoba. Sementara untuk aspek penanganan Pemkab Sleman menyediakan pelayanan rawat jalan narkoba, dan direncanakan akan dilengkapi dengan terapi metadon.




Festival untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Sleman – 150 anak yang berasal sembilan sekolah untuk anak autis di Yogyakarta, diantaranya Bina Anggita, Citra Mulya Mandiri, Dian Amanah, Fajar Nugraha, Fredofios, Sekolah Luar Biasa (SLB) Pembina, Primagama, Taruna AL-Quran, Yapenas dan Sekolah Inklusi mengikuti Festival Ajang Bakat Anak Istimewa, Sabtu (8/4). Festival Ajang Bakat Anak Istimewa ini meliputi lomba fotografi, menggambar, mewarnai dan pentas seni.

Rita Ekawati selaku Ketua Panitia Festival Ajang Bakat Anak Istimewa mengungkapkan bahwa festival ini berfungsi sebagai wadah bagi anak-anak penyandang autis untuk menunjukkan bakat serta kemampuannya. Selain itu dari festival seperti ini diharapkan agar orang tua dan masyarakat bisa menerima anak berkebutuhan khusus sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri, sehingga hak-haknya sebagai masyarakat dapat terpenuhi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengungkapkan bahwa sudah banyak contoh keberhasilan yang diraih oleh anak-anak autis. Maka yang perlu dilakukan oleh orang tua dan masyarakat adalah mengarahkan dan mengoptimalkan kemampuan yang mereka miliki, salah satunya dengan Festival Ajang Bakat ini. Bertepatan dengan Hari Autis Sedunia, Sri Muslimatun berharap agar acara ini tidak hanya berhenti sebagai acara seremonial saja namun juga dimanfaatkan sebagai sarana informasi dan edukasi terhadap masyarakat, sehingga dapat tumbuh kesadaran dan penerimaan masyarakat atas keberadaan anak autis. Selain itu, Sri Muslimatun juga berharap informasi dan edukasi dapat diberikan kepada orang tua untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiapkan mereka agar dapat mandiri di tengah-tengah masyarakat.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun  membuka Festival Ajang Bakat Anak Istimewa ini di Kantor Kecamatan Depok Kabupaten Sleman. Acara ini diprakarsai oleh Forum Komunikasi Orang Tua dan Masyarakat Peduli Autis Yogyakarta (Forkompak).




Gatot Resmikan Berbagai Proyek di Depok

DSC_9043Sleman – Untuk mengatasi permasalahan lingkungan akibat padatnya pemukiman penduduk di wilayah perkotaan  Pemerintah Desa Condongcatur melalui Anggaran Satuan kerja Penyehatan Lingkunga DIY tahun 2014 berhasil membangun Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) sistem  Instalasi Pengolah Air Limbah (Ipal) Komunal di Padukuhan Joho.

Menurut FA Tri Wisono selaku Ketua KSM Sengkat Sehat. Untuk membangun Ipal tersebut dananya dari Pemerintah DIY sebesar Rp 400 juta dan dana swadaya masyarakat Rp 4,3 juta ditambah dengan swadaya penyambungan perpipaan sekitar Rp 23 juta. Sanimas ini dimanfaatkan oleh 56 KK dengan 307 jiwa.

Peresmian Ipal Komunal tersebut dilakukan oleh Penjabat Bupati Sleman Ir Gatot Saptadi, Rabu (4/11). Dalam kunjungannya Gatot didampingi Assek II, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Camat Depok serta Muspika dan Kades Condongcatur.

Selanjutnya Gatot meresmikan gapura dan jalan conblok RW14 Padukuhan Dero. Untuk gapura menghabiskan dana Rp 25,5 juta sedangkan konblok Rp 88,1 juta. Dilanjutkan dengan peresmian Lembaga Bank Sampah Kasturi, Padukuhan Gempol Condongcatur Depok.

Ditempat tersebut Gatot membuka selubung papan nama Bank Sampah juga menanam pohon sirsat. Dalam kesempatan ini juga diterima bantuan 35 tempat sampah dari Universitas Sanata Dharma untuk Desa Condongcatur dan Caturtunggal.

Gatot  mengatakan pembangunan Sanimas sistem  Ipal Komunal ini merupakan salah satu konsekuensi logis dari semakin padatnya pemukiman dan semakin tumbuhnya industri baik itu industri besar, menengah, kecil dan rumah tangga di Kabupaten Sleman.

“Hal ini karena, sebagai Kabupaten yang tumbuh cukup pesat baik itu perkembangan industri maupun perkembangan kawasan permukiman, kita harus memberi perhatian khusus dan bijak dalam mengelola dan melaksanakan pembangunan agar terwujud kesinambungan pembangunan dan tetap terjaganya kelestarian alam lingkungan,” kata Gatot.

Gatot  juga mengapresiasi warga Dero yang memperindah lingkungan dengan pembangunan Gapura dan membangun jalan dengan konblok sehingga akan nyaman untuk dilalui. Ditengah lingkungan perkotaan namun gotong royong warga masih tetap dijaga dengan baik hal ini juga mendapat apresiasi dari Gatot.

Saat ini di wilayah Kabupaten Sleman memiliki 195 Kelompok Sampah Mandiri (KSM)/Bank sampah, ke depan Pemerintah Kabupaten Sleman akan terus memotivasi dan melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan pengelolaan sampah secara mandiri dan juga membentuk kelompok-kelompok pengelolaan sampah secara mandiri.

Sekarang beberpa kelompok bank sampah yang ada di Sleman sudah mampu memperoleh manfaat ekonomi dari adanya bank sampah, yang mana kedepan sampah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




Depok Gelar Kegiatan Prokasih dan Penghijauan

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi memimpin langsung kegiatan program kali bersih atau prokasih dan penghijauan di wilayah Sungai Pelang, Gandok, Kecamatan Depok, Sabtu (26/9).

Kegiatan tersebut juga diikuti  oleh Camat Depok Drs Budiharjo dan segenap anggota forum komunikasi pimpinan Kecamatan Depok. Kegiatan diawali dengan apel bersama persiapan kegiatan prokasih dan juga penyerahan secara simbolis peralatan kebersihan.

Dalam sambutannya Gatot memberikan apresiasi kepada Kecamatan Depok atas usahanya untuk menghijaukan kembali serta menggerakkan masyarakat dalam membersihkan sungai dari sampah yang menghambat aliran sungai pelang di Padukuhan Gandok.

Gatot juga berharap  kegiatan ini tidak hanya dapat mengembalikan daya dukung Sungai Gandok bagi kelestarian alam namun juga memberikan contoh bagi masyarakat di daerah sekitar sungai lainnya untuk melakukan kegiatan serupa.  Gatot juga menghimbau agar, selain dengan upaya membersihkan sungai ini juga harus dilakukan dengan penghijauan.

“Saat ini kelestarian peraian sungai dapat terancam oleh banyaknya sampah dan limbah yang dibuang ke aliran sungai,” kata Gatot.

Menurut Gatot, tingginya sampah di sungai berbanding terbalik dengan kebutuhan air bersih yang terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah dan kepadatan penduduk. Gatot juga mengingatkan agar sungai itu dijadikan halaman depan rumah kita, sehingga jangan  menjadi lokasi untuk membuang sampah.

“Bila kelestaraian dan kebersihan sungai dapat terjaga bukan tidak mungkin nantinya juga dapat menjadi obyek wisata,” tutur Gatot.

Upaya menjaga kelestarian dan kebersihan sungai ini tentunya butuh dukungan semua pihak, baik itu pemerintah, masyarakat dan swasta, oleh karena itu one river one management harus diwujudkan, jadi pengelolaan sungai tidak terikat oleh batas wilayah.