Desember, Waspadai Peningkatan Penderita DBD

Sleman – Diprediksikan penderita Demam Berdarah Dengue (DPD) akan mulai mengalami peningkatan pada bulan Desember 2015. Berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman jumlah penderita mulai Januari hingga November 2015 sebanyak 490 orang dengan 5 orang meninggal dunia. ‬‪Demikian diungkapkan Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Sleman,  Hindarti Wulijeng, Jumat (27/11).

Hindarti  menjelaskan, penderita jumlah DBD mengalami peningkatan setiap curah hujan tinggi. Mengingat dengan musim hujan akan mempercepat nyamuk demam berdarah berkembang baik. ‬

‪”Kami perkirakan mulai Desember penderita meningkat karena curah hujan sudah tinggi. Soalnya beberapa bulan terakhir ini khususnya musim kemarau, jumlah penderita cukup sedikit,” kata Hindarti. ‬

‪Jumlah penderita DBD tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2014 sebanyak 538 orang dengan meninggal 4 orang. Tahun ini wilayah yang jumlah penderita cukup tinggi, Kecamatan Depok 85 orang, Godean 77 orang, Gamping 56 orang, Kalasan 53 orang, Berbah 48 orang, Ngaglik 42 orang, Mlati 34 orang, Sleman 24 orang, Seyegan 22 orang, Prambanan 20 orang.‬

‪”Jumlah penderita yang banyak ini berada di wilayah yang padat penduduk. Justru di daerah yang tidak padat penduduk seperti Turi, Pakem dan Cangkringan, tahun ini tidak ada yang menderita DBD,” terangnya.‬

‪Adapun ciri-ciri orang terkena penyakit DBD antara lain, panas mendadak tinggi dan hanya turun karena obat. Hari ketiga, panas kembali naik. Bagi masyarakat yang merasakan tanda-tanda itu, supaya segera mendapat pertolongan medis dengan melakukan cek darah.‬

‪”Karena itu sebelum hari ketiga, sebaiknya banyak minum dan makanan bergizi. Jika kondisi daya tahan tubuh baik, DBD bisa dicegah. Tapi kalau gizinya tidak dijaga, bisa terkena,” tutur Hindarti.‬

Dengan cuaca hujan seperti sekarang ini lanjutnya, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai penyakit DBD. Banyaknya genangan air bisa menjadi tempat perindukan atau berkembangbiaknya nyamuk. Untuk itu, barang-barang yang mudah menimbun air supaya ditimbun.




GKR Hemas Donasikan Gaji Bulan Desember dan Januari Untuk BKL Moyudan

Gejog LesungSleman – Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas mendonasikan gajinya untuk bulan Desember 2015 dan Januari 2016 kepada BKL “Mugi Waras”, Blendung Desa Sumbersari Kecamatan Moyudan Sleman. Gaji bulan Desember sebesar Rp 10 juta untuk membeli sarana prasarana kegiatan BKL yakni gejog lesung maupun pengeras suara, sementara gaji bulan Januari 2016 sebesar Rp 10 juta dialokasikan untuk pembelian keranda.

Hal tersebut dilakukan GKR Hemas setelah mendengar keluhan dari pengurus BKL “Mugi Waras” yang sangat membutuhkan sarana tersebut. Usai melihat kegiatan BKL “Mugi Waras” GKR Hemas  merasa salut dengan kegiatan lansia di  BKL “Mugi Waras”, Blendung, Sumbersari Moyudan. Karena lansia tidak merasa berhenti,  tetap produktif, tetap sehat, tetap optimis membimbing dan membantu anak cucu dan melihat aktivitas mereka.

Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam bentuk dialog dan penyerapan informasi juga menghadirkan nara sumber dari DIY yakni Kepala Dinas PU DIY dan Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Kelautan DIY serta pejabat DIY lainnya. Kedatangan GKR Hemas disambut dengan kesenian tek-tek dan menyaksikan  kegiatan keterpaduan Posyandu lansia, senam lansia, kegiatan kerohanian seperti pengajian, pangrukti loyo muslim dan katholik, kegiatan sembahyangan.

Juga kegiatan kesenian berupa sholawatan, gejok lesung dan angklung. Kegiatan juga terintegrasi dengan kegiatan ekonomi produktif berupa UPPKS lansia dengan kegiatan bidang pertanian antara lain budidaya jamur merang, perikanan, peternakan itik, kegiatan kerajinan membuat kasur, besek, tikar dan tempe. GKR Hemas juga sempat meresmikan Mushola Al Janah yang sebagian besar untuk kegiatan lansia.

Menurut Ketua  BKL “Mugi Waras”, dengan lansia 81 orang umur 60 tahun ke atas dan dengan 59 BKL dan 15 kader, kegiatan yang juga dilaksanakan yakni home care dan day care dan kegiatan senam tiga generasi (yang juga ditampilkan dalam acara penyambutan) yaitu senam yang diikuti oleh semua anggota keluarga yang terdiri dari anak (cucu) dewasa (orangtua) dan lansia (kakek/nenek).

Senam tiga generasi ini merupakan hasil kerjasama antara BKKBN Sleman bersama dengan  FPOK UNY dibawah bimbingan Ny Fajar  dan PLKB Moyudan, tokoh masyarakat Blendung. Senam ini telah dilaksanakan setiap hari Jumat pagi di Balai Desa Sumbersari. Tujuan senam ini adalah menciptakan  keharmonisan keluarga sehat cucu, anak dan nenek/kakek.