Tingkatkan Kapasitas Masyarakat dalam Penanggulangan Bencana

Ngaglik – Guna membantu seluruh warga desa menghadapi ancaman bencana, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran terhadap bencana, serta menyelamatkan diri secara mandiri maka Desa Sukoharjo membentuk pengurus Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Sukoharjo, Sabtu (7/4).
Desa Sukoharjo telah ditetapkan sebagai desa penyangga apabila terjadi bencana erupsi Merapi, karenanya dalam rangka penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan risiko bencana diadakanlah Gladi Lapang Pembentukan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik ini. Gladi lapang ini mengajak 100 warga melakukan simulasi penanganan bencana erupsi.
Dilengkapi dengan sarana dan prasarana untuk bencana erupsi, gladi dilaksanakan di Lapangan Klidon sebagai Pusat Pengungsian dari Warga Hargobinangun Pakem dan Barak Pengungsian Desa Sukoharjo. Para relawan dalam gladi lapang ini bersiaga dengan kendaraan dari Polsek Ngaglik dan juga ambulans dari BPBD Kabupaten lokasi pengungsian terdapat beberapa fasilitas, seperti dapur umum, serta layanan kesehatan untuk lansia dan difabel.
Ditemui di sela-sela gladi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, menyampaikan bahwa pembentukan Destana ini didasarkan pada UU RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dan PP nomor 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB nomor 1 tahun 2012 tentang Desa Tangguh Bencana atau DESTANA.
“Tujuan diadakan gladi ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam penanggulangan bencana khususnya di Desa Sukoharjo,” tutur Joko.
Joko menambahkan bahwa pihaknya selalu mensosialisasikan terkait ada 7 bencana di Sleman yang harus siaga dihadapi antara lain Erupsi Gunung Merapi, Gempa Bumi, Tanah Longsor, Banjir, Puting Beliung, Kebakaran, dan kekeringan. “Karenanya dengan dibentuk Destana bisa meminimalisir pengurangan korban 7 bencana tersebut,” tandas Joko.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, menyambut baik diadakannya gladi lapang ini. Sri menuturkan dengan pelatihan ini masyarakat bisa tahu bagaimana cara dan prosedur penanggulangan bencana. “Sehingga terjadinya bencana kita siap dan siaga untuk menanggulanginya, untuk desa Sukoharjo sebagai daerah penyangga harus siap sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pengungsian, untuk itu saya sangat bangga semua kepala dusun yang jumlahnya 14 dusun ikut dilibatkan sehingga sewaktu waktu bisa digerakkan dengan cepat,” tutur Sri Muslimatun.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Muslimatun mengukuhkan Destana Desa Sukoharjo beserta pengurusnya sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Desa Desa Sukoharjo Nomor 32 tahun 2018 tentang Pembentukan Pengurus Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Desa Sukoharjo. tertanggal 7 April 2018. Sebagai Penanggungjawab dalam kepengurusan ini adalah Hadi Subronto selaku Kepala Desa Sukoharjo, Ketua Tim Destana, Harowi, Tim Humas, Komunikasi dan Peringatan Dini, Sujadi yang didukung Tim Logistik, Keamanan, Pendataan, Keuangan, Tempat Pengungsian, Kesehatan, Dapur Umum dan Tim Evakuasi. (Suripto)
