Darma Wanita Sleman Antusias Kunjungi Destinasi Wisata

Dharma Wanita SlemanSleman – Sebanyak 40 orang anggota Darma Wanita Persatuan Kabupaten Sleman yang dipimpin oleh Nanik Hermawati Sunartono melakukan pengenalan wisata ke berbagai destinasi wisata di Kabupaten Sleman, kemarin. Destinasi yang dikunjungi tersebut adalah UMKM di Huntap Pagerjurang, Desa Wisata Pentingsari, Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan Taman Anggrek “Titi Orchid”. 

Menurut Nanik, kunjungan ke beberapa destinasi yang dikemas dalam bentuk famtrip dengan difasilitasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman memberikan kesempatan yang luas bagi anggota Darma Wanita Kabupaten Sleman untuk mengenal lebih dalam terkait dengan destinasi wisata di Kabupaten Sleman. Dan ternyata dari sekian banyak anggota sebagian besar belum pernah mengunjungi destinasi kunjungan, sehingga jelas program ini sangat bermanfaat bagi mereka.

Nanik tidak menyangka ternyata bila masyarakat di Huntap Pagerjurang Cangkringan memiliki UMKM aktif yang bergerap dalam industri rumah tangga pembuatan bakpia telo, minuman instan, budidaya sapi perah, kripik jamur, abon lele, dsb. Ini tentunya dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat. Begitu pula warga masyarakat Pentingsari yang mampu menunjukkan kreativitasnya mengelola desa wisata, sehingga aktivitas ekonomi dapat meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat setempat.

Koleksi Museum Gunungapi Merapi (MGM) memberikan pembelajaran yang berharga tentang kegunungapian dan kegempaan bagi pengunjung, khususnya film “Mahaguru Merapi” yang memberikan gambaran riil tentang Gunung Merapi. Yang paling berkesan bagi peserta adalah Taman Anggrek “Titi Orchid” sehingga para peserta dapat mengenal dan belajar langsung tentang budidaya anggrek.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Priwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM saat menemui peserta famtrip di Desa Wisata Pentingsari Cangkringan mengharapkan agar anggota Darma Wanita peserta famtrip menularkan pengalaman dan ilmunya kepada teman, sahabat dan keluarganya.

Sehingga diharapkan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman dapat dipromosikan secara positif berdasarkan testimoni yang dapat dipercaya berdasarkan pengalaman langsung berkunjung.




Finalis Dimas Diajeng Cilik Sleman Orientasi ke Destinasi Wisata

Sleman – Sebanyak 30 anak sebagai finalis dalam seleksi Dimas Diajeng Cilik Sleman 2015 melakukan observasi ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Sleman yang dikemas dalam bentuk famtrip atau familiarizarion trip. Adapun destinasi yang dikunjungi adalah Museum Gunungapi Merapi (MGM), Kawasan Wisata Kaliurang dan desa wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan.

Demikian dikatakan  Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,  Dra Endah Sri Widiastiti MPA saat melepas rombongan famtrip tersebut di halaman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Minggu (26/4)

Endah menambahkan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenalkan sejumlah destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman kepada para peserta sehingga dalam fungsinya sebagai duta wisata dan budaya untuk selanjutnya mereka dapat turut mempromosikan dengan baik destinasi wisata kabupaten Sleman.

Yang tidak kalah penting terkait dengan pemilihan Dimas Diajeng Cilik Sleman ini adalah proses untuk menanamkan kemandirian para peserta. Oleh karenanya diharapkan agar orangtua untuk meminimalisir keterlibatannya terhadap anak-anaknya.

“Biarkan mereka berproses melalui bimbingan Dimas Diajeng Sleman yang lebih senior,” kata Endah.

Ketiga destinasi yang dikunjungi tersebut yang tepat berada di kawasan lereng Merapi memiliki potensi yang besar untuk mengangkat kepariwisataan Sleman. Museum Gunungapi Merapi (MGM) merupakan destinasi yang erat dengan pendidikan baik menyangkut tentang pendidikan kegunungapian maupun tentang mitigasi bencana. Sedangkan Kaliurang merupakan obyek wisata yang memang legendaries dan memiliki kekhasan kesejukan dan panorama alam yang mengesankan.

Terlebih lagi kedepan Kaliurang akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas pendukung yaitu Taman Kupu dan Taman Keceh Anak yang diharapkan akan menjadi daya tarik tambahan di kawasan Kaliurang. Sedangkan desa Wisata  Pentingsari merupakan desa wisata yang memiliki kekhasan pedesaan lereng Merapi, dengan potensi diantaranya produk kopi Merapi, budidaya jamur serta ketrampilan menganyam janur dan wayang suket.

“Hal ini merupakan lokalitas yang masih tetap dipertahankan sebagai salah satu paket yang ditawarkan kepada wisatawan,” tambah Endah.

Dalam kunjungan  di ketiga destinasi wisata Kabupaten Sleman tersebut dipimpin oleh Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita SS .***