Ajak Siswa Gunakan Media Sosial Secara Bijak

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sleman hadir di tengah-tengah siswa SMA dan SMK untuk mengenalkan cara santun dalam bermedia sosial.

Menggandeng dua narasumber yakni Cicilia Lusiani, Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sleman dan Iqbal Aji Daryono seorang praktisi media sosial, kegiatan ini berlangsung pada Selasa (17/7) di SMK Negeri 1 Seyegan dan Rabu (18/7) di SMA Negeri 1 Sleman.

“Kalau kalian bermedsos jangan sekali-sekali untuk menyebarkan konten negatif karena sekali sudah masuk di dunia maya, jejak digital itu tidak bisa dihapus,” pesan Lusi kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Lusi mengenalkan apa saja yang termasuk dalam kategori konten negatif kepada para siswa.

“Narsis itu masuk lho ternyata, contohnya satu hari update profil 24 kali, satu jam ganti PP, newsfeed isinya fotonya dia semua,” beber Lusi.

Cara-cara berinternet sehat pun dituturkan Lusi agar dapat mencegah para siswa mengunggah konten-konten yang berbau negatif.

“Sebenarnya kita tidak boleh mengadd orang yang sama sekali tidak kita kenal, minimal kita lihat mutual friendnya, jadi kalau tidak ada kesamaan minat, hobi, tidak tahu dia darimana, jangan langsung approve, perlu waspada siapa tahu akun palsu,” urainya.

Data pribadi juga diharapkan Lusi tidak disebar begitu saja oleh para siswa.

“Jangan sekali-sekali menyebar KTP sendiri atau oranglain, NIK itu sangat-sangat penting, dari satu rangkaian NIK bisa ketahui tanggal lahirmu, rumahmu di mana, KKmu, sampai golongan darahmu. Jadi, begitu tahu NIK orang yang punya niat jahat bisa langsung tahu semua tentangmu,” pesan Lusi.

Karenanya, Lusi memberi solusi kepada para siswa untuk memberikan data pribadi secukupnya saja, bila perlu hanya dibagikan kepada teman yang benar dikenal saja.

Kegiatan pengenalan lingkungan sekolah ini dilanjutkan dengan narasumber kedua, Iqbal Aji Daryono, yang senada dengan Lusi mengungkap pentingnya menggunakan media sosial secara bijak.

Di antara 221 siswa, Iqbal berpesan bahwa para siswa perlu memahami konsekuensi positif dan negatif media sosial

“Satu keledoran kecil kalau kalian tidak tahu mekanismenya bisa menjurumuskan. Kalian harus benar-benar sadar bahwa medan yang kalian hadapi itu tidak main-main,” ucap Iqbal usai memberi contoh kasus penyalahgunaan media sosial oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Oleh karena itu, Iqbal berharap para siswa bisa mengetahui bahwa konsekuensi dari tindakannya di media sosial akan jatuh pada dirinya sendiri sehingga siswa perlu selalu berhati-hati.




Kurangi Ketergantungan Gagdet pada Anak Lewat Aktivitas Luar

Turi – Dalam Festival Literasi Digital (FIRAL) 2017 yang berlangsung Minggu (15/10) di Convention Hall Fisipol UGM diadakan kelas parenting. Kelas yang dihadiri 60 orang terdiri dari orang tua dan calon orang tua ini, diampu oleh Hilman Al Madani.

Dalam era digitalis, kita sebagai orang tua harus menjalin komunikasi secara komunikatif kepada anak. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget, alihkan kegiatan anak bersama orang tua melalui kegiatan di luar rumah dalam bentuk bermain di alam, mengerjakan kerajinan yang disukai anak, memasak, berkunjung/silaturahmi ke tempat saudara, memancing, bermain sepakbola, atau kegiatan-kegiatan tanpa memegang handphone.

Balita adalah masa emas dalam perekaman otak. Jika sejak dini sudah dipegangi handphone maka banyak sekali akibat yang akan ditimbulkan, seperti egoisme, perilaku atraktif, keras, tidak peduli dengan lingkungan dan keluarga sekelilingnya, dan asyik dengan komunitas teman-teman di gadget.

Ke depan otak anak akan merasa kecanduan, penglihatan akan terpapar sinar biru yang menyebabkan retina rusak. Sebagai orang tua tidak ada kata terlambat untuk belajar memahami digital dalam menghadapi dan mendidik anak secara benar. Membatasi anak bukan berarti mengurangi kasih sayang kita terhadap anak, justru kita menjaga anak-anak agar bisa hidup lebih baik. (Purisada)




Meriahnya Festival Literasi Digital (FIRAL) Kominfo 2017

Sleman – Minggu (15/10) pagi yang gelap di langit Yogyakarta tak mampu membendung antusiasme tinggi para peserta Festival Literasi Digital (FIRAL) 2017. Bertempat di Convention Hall Fakultas Ilmu Sosial Politik, UGM, lebih dari 400 peserta dari berbagai latar belakang hadir penuh antusias.

Acara yang terselenggara atas kerjasama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan berbagai komunitas ini mengusung tema “Wise Knowledge, Make Positive Content”. Di awal acara para peserta dibagi ke dalam 4 kelas, yaitu Soft Skill Class oleh Dhonny Firmansyah seorang pakar infografis, Creator Class oleh Iqbal Rezeki Awal seorang cyber creator, Family Class oleh Hilman Al Madani yang merupakan seorang psikolog, serta kelas terakhir Future Class oleh Gerald Sebastian founder . Sesi ini sebagai bekal para peserta untuk memasuki sesi Creatalks.

Antusias peserta FIRAL berlanjut di sesi kedua. Pada sesi Creatalks narasumber dari berbagai latar belakang hadir menyapa para peserta. Di antaranya adalah Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Rektor Universitas Gajah Mada (UGM), Panut Mulyono, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Nasaruddin Umar, Aktor Film, Samuel Rizal, dan beberapa pembicara bergengsi lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor UGM Panut Mulyono mengatakan bahwa akademisi dan masyarakat luas juga harus turut serta dalam mendorong penggunaan internet secara positif. Senada dengan Panut Mulyono, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara juga menginginkan siapa saja khususnya anak muda untuk bisa menjadi subjek dari perkembangan digital di Indonesia.

Menkominfo mengungkapkan bahwa Kominfo akan terus mendukung dan membuka jalan bagi anak muda untuk menumbuhkan kreasi digital, tentunya dalam hal positif. Dalam paparan penutupnya, Samuel Rizal dari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) mengungkapkan bahwa penguasaan diri seorang individu akan berpengaruh pada bagaimana respon seseorang dalam menyikapi berita hoax, ujaran kebencian dan lain sebagainya.(Ari Herliyanto-KIM Kerto Mandiri Turi)