Disbudpar Sleman Gelar Gerakan Sadar Wisata

Foto Bersama Anggota DPRSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) gelar Gerakan Sadar Wisata dan Aksi Sapta Pesona di Agro Wisata Salak Pondoh Bangunkerto, Turi, Jumat (15/4).  

Hadir pada acara tersebut  Anggota DPR RI Esti Wijayanti, Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwiata, Badan Lingkungan Hidup, Polisi Pariwiisata dan Para Pengelola Desa Wisata se Kabupaten Sleman.

Kegiatan diawali dengan pemberian bantuan secara simbolis berupa tong sampah dan alat kebersihan oleh Esti Wijayanti  Anggota DPR RI berasal dari Sleman dan Pemberian CD Sapta Pesona dari Perwakilan Kementrian Pariwisata RI Kepada  Kepala Disbudpar Sleman.

Kegiatan dilanjutkan dengan membersihkan sampah dan lingkungan Embung / Kolam agro Wisata Salak  Pondoh Desa Bangunkerto, Turi sebagai wujud menciptakan lingkungan wisata yang bersih dan sejuk.

Kepala Disbudpar Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan bahwa kegiatan ini  dilaksanakan secara Nasional berjumlah 88 titik, sedangkan untuk DIY hanya dilaksanakan di Kabupaten Sleman dan Gunungkidul.

Tujuan gerakan sadar wisata dan aksi sapta pesona adalah untuk menjadikan masyarakat sadar wisata, menjadi tuan rumah  yang baik bagi wisatawan dengan mendorong peran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif.

Mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya kegiatan kepariwisataan. Serta dapat mengaktualisaikan nilai- nilai yang terkandung dalam Sapta Pesona  menjadi perilaku sehari-hari.

Sementara Esti Wijayanti berpesan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini konsisten untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Daerah. Pemerintah RI pada Tahun 2016 melalui Kementrian Pariwisata telah memberikan kucuran Anggaran naik hampir  300 %. Karena Sektor Pariwisata akan mensejaheterakan masyarakat Indonesia sesuai dengan salam Pariwisata  Jaya dan Sejahtera.

Di samping itu kata Esti Wijayanti bahwa  kunjungan para wisatawan dari Luar Negeri ke Indonesia pada Tahun 2015 mencapai 10 Juta orang, sedangkan untuk Tahun 2016  metargetkan kunjungan wisatawan ke Indonsia  12 Juta orang, namun khususnya di DIY pada tahun 2015 wisatawan mancanegara yang hadir di Yogyakarta mencapai 230 ribu orang dengan rata-rata yang tinggal di DIY mencapaio 1,7 Hari.

Pesan Esti Wijayanti untuk para pengeloa wisata di Kabupaten Sleman diharapkan bisa mampu membuat para wisata betah tingggal di Sleman dengan cara melaksanakan 7 Sapta Pesona Pariwisata yaitu, aman, Tertib, Sejuk, Indah, Bersih, Ramah dan Kenangan.




Disbudpar Sleman Berdayakan Desa Wisata‬ Untuk Naikkan PAD

Sleman – Untuk menggenjot pendapatan daerah di sektor pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman berencana akan meningkatkan peranan desa wisata di Kabupaten Sleman.‬ ‪Pasalnya, desa wisata memiliki potensi yang tidak kalah menariknya dengan destinasi wisata lainnya.‬

‪Sekretaris Disbudpar Sleman, Endah Sri Widiastuti mengatakan saat ini setidaknya terdapat 30 desa wisata yang tersebar di Kabupaten Sleman.‬ ‪Dari jumlah tersebut, terdapat tujuh desa wisata mandiri, yaitu Pulesari, Pentingsari, Grogol, Gamplong, Tanjung, Brayut, dan Rumah Domes.‬

Menurut Endah, desa wisata juga memiliki potensi yang menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. ‪Selain itu, guna memaksimalkan keberadaannya, tahun 2016 ini Disbudpar Sleman akan merancang Peraturan Bupati (Perbup) mengenai pembinaan desa wisata.‬

Muatan Perbup tersebut tidak bersifat instruksi atas ke bawah dari Pemkab Sleman ke masyarakat, melainkan mengenai aspek dasar pembinaan dan komunikasi bagi desa wisata‬.

‪”Harapannya Perbup ini mampu mempertahankan dan meningkatkan eksistensi desa wisata di tengah-tengah destinasi wisata lainnya,” kata Endah.




Disbudpar Sleman Beri Kejutan Kepada Partisipan Medsos

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)Kabupaten Sleman memberikan kejutan kepada partisipan di media sosial (medsos) Instagram @wisatasleman dan Facebook Disbudpar Sleman.

“Saat ini terpilih dua orang yang beruntung memperoleh surprise hadiah tersebut, yaitu follower Instagram @wisatasleman ke 600 atas nama @yednaistiraharsi dan friend Facebook Disbudpar Sleman atas nama Yunarti Suryoko,” kata Kepala Disbudpar Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Kamis (8/10).

Menurut Ayu, kedua partisipan media sosial Disbudpar Sleman tersebut berhak atas hadiah berupa voucher gratis masuk wahana di Sindu Kusuma Edupark (SKE),

“Selain itu, mereka juga mendapatkan buku `The Thousand Temple Tours of Sleman` dan buku Sejarah Monumen Jogja Kembali (Monjali),” katanya.

Hadiah kejutan tersebut dapat diambil di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jalan KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman pada jam kerja. Ayu mengatakan, pemilihan partisipan media sosial Disbudpar Sleman tersebut memang sengaja tidak diinformasikan sebelumnya kepada publik.

“Hal ini untuk melihat apresiasi dan partisipasi spontan dari masyarakat umum terhadap keberadaan media sosial yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman,” tambah Ayu.

Ayu mengatakan, partisispasi masyarakat di media sosial Disbudpar Sleman sangat membanggakan sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan pariwisata di Sleman.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para pelaku dan pengelola media sosial lain yang telah berpartisipasi turut mempromosikan destinasi wisata, potensi seni, budaya dan event-event pariwisata Kabupaten Sleman,” tuturnya.




Disbudpar Sleman Berdayakan Pemdes untuk Optimalkan Retribusi Kaliurang

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman telah  memberdayakan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat untuk mengoptimalkan retribusi masuk ke objek wisata Kaliurang di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem pada libur Lebaran 2015.

“Pemberdayaan Pemerintah Desa Pakembinangun ini selain untuk semakin menumbuhkan rasa memiliki bagi masyarakat setempat, juga guna memberikan pemasukan pemerintah desa setempat,” kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Dra Endah Sri Widiastuti MPA, Rabu (15/7).

Menurut Endah, pemberdayaan pemerintah desa tersebut dalam bentuk penempatan personel yang bertugas di pintu gerbang masuk Kaliurang guna menarik retribusi.

“Pada libur Lebaran ini, pagi hingga siang hari petugas yang berjaga di pintu retribusi dari Disbudpar, sedangkan untuk sore hingga malam hari petugas dari pemerintah desa setempat,” kata Endah.

Dikatakan Endah,  pemberdayaan petugas dari Pemdes ini juga sebelumnya telah dilakukan untuk menjaga pintu retribusi barat Kaliurang di Dusun Boyong.

“Sejak tahun lalu retribusi Kaliurang diserahkan ke Disbudpar, dari sebelumnya dikelola Dispenda Sleman. Karena keterbatasan SDM di Disbubpar, maka kami memberdayakan Pemdes setempat,” kata Endah.

Endah menambahkan, untuk pembagian hasil retribusi masuk ini Disbudpar Sleman memberikan pembagian 60 persen untuk pemerintah desa dan 40 persen untuk Disbudpar Sleman.

“Kami harapkan juga dengan memberdayakan Pemdes ini, juga dapat mengoptimalkan pemasukan dari retribusi,” tuturnya.

Ditambahkan, pada libur Lebaran nanti diperkirakan pengunjung Kaliurang akan meningkat tajam, sehingga pihaknya juga menambah jumlah personel yang bertugas di pintu retribusi agar tidak sampai menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

“Sedangkan untuk yang bertugas pada malam hari, selain dari pemdes setempat juga ditambah dari Pokdarwis, Polsek Pakem dan Sarlinmas Kaliurang,” katanya.




Disbudpar Sleman Hidupkan Kembali Kegiatan di Gedung Kesenian Sleman

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman terus melakukan berbagai upaya untuk menggiatkan penggiat seni dan budaya di Sleman. Salah satu yang dilakukan Disbudpar Sleman adalah memberikan ruang berekspresi bagi pegiat seni dan budaya adalah dengan menghidupkan kembali aktifitas di Gedung Kesenian Sleman.

Demikian disampaikan Kepala Disbudpar Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Minggu (24/5). Diakui Ayu sejak beberapa tahun  ini gedung yang berada di dekat Lapangan Denggung itu sudah lama mangkrak dan tidak digunakan sebagai aktifitas seni lagi dan hanya dijadikan gudang.

“Karena itu kami ingin menghidupkan kembali aktifitas gedung Kesenian Sleman,  tentunya juga  akan menambah ruang berekspresi. Mulai dari seni pedalangan, tari, dan kesenian tradisional lainnya. Jadwalnya pun sudah kami atur dengan memberdayakan kelompok seni budaya yang eksis di Sleman,” kata Ayu

Setelah aktifitas seni dan budaya di Sleman  kembali berjalan, rencananya Pemkab akan membangun gedung baru yang lebih representatif bagi kegiatan tersebut. Sehingga kreatifitas seniman lebih berkembang.

Namun demikian untuk  kegiatan seni yang sudah ada harus tetap eksis. Agar ke depannya menjadi daya tarik wisata di Sleman. Ditambahkan Ayu sebagai ruang berekspresi, terdapat 25 desa wisata yang representatif. Sementara total terdapat 34 desa wisata yang sudah dikukuhkan.

Dan salah satu caranya dengan menggelar event budaya yang melibatkan desa wisata. Setiap bulannya ada agenda kesenian yang disiapkan di lokasi (desa wisata) yang berbeda.