1.687 Sertifikat Tanah Warga Cangkringan Diserahkan

SerahSleman– Sebanyak bidang sertifikat tanah warga Cangkringan Kabupaten Sleman diserahkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN, Ferry Mursyidan Baldan di Balai Desa Kepuharjo Cangkringan, Jumat (6/3) sore. Dalam penyerahan ini Menteri didampingi Sekretaris utama Kementrian, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, dan Kepala Kanwil BPN DIY Ari Yuriwin SH MSI. 

Dalam kesempatan ini Menteri Agraria  juga menyerahkan bibit tanaman seperti Kepel, Damar, Biola Cantik, Durian, Jambu, Sirsak untuk ditanam di wilayah Cangkringan selain untuk penghijauan juga untuk penganekaragaman buah-buahan di lereng Merapi.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo  mengatakan bahwa program konsolidasi tanah yang diluncurkan oleh BPN adalah program yang sangat positif dan memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat, terutama masyarakat di lereng Merapi yang pada tahun 2010 yang lalu terdampak oleh erupsi Merapi.

Menurut Sri Purnomo, pasca erupsi Merapi banyak dokumen-dokumen pertanahan atau sertifikat tanah atau patok batas tanah yang hilang sehingga program konsolidasi tanah dari BPN ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan pertanahan ini.

“Program konsolidasi tanah ini merupakan penataan kembali penguasaan, kepemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah agar menjadi lebih tertib teratur dan sesuai rencana tata ruang wilayah,” kata Sri Purnomo.

Sedang Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat karena dengan kerelaan, keikhlasan dengan kearifan lokal masyarakat tanahnya untuk diukur kembali maka mempermudah petugas BPN untuk menyelesaikan sertifikat tanah.

Kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Jogja inilah yang harus perlu dipertahankan karena sebelumnya kondisi tanah yang dimiliki masyarakat ada yang bengkok/tidak lurus dan karena ada pengukuran ulang tentu diluruskan sehingga hal ini menyebabkan ada yang lebih ada yang kurang. Namun lanjut Sultan,  berkat adanya keikhlasan dengan musyawarah dan mufakat dapat diselesaikan.

Sultan juga  berpesan kepada masyarakat untuk menyimpan sertifikat tanah dengan baik karena merupakan aset yang mempunyai nilai, dan jangan diagunkan di bank untuk pinjam uang bila tidak terpaksa.

Menteri Ferry juga menyampaikan terimakasih karena berdasarkan kesepakatan musyawarah dan mufakat  dengan kearifan lokal dan nilai-nilai sosial yang kuat di masyarakat maka akhirnya kembali mendapat hak atas tanah. Hal mengingat masalah pertanahan yang ada batasnya ada surat-suratnya saja bisa timbul masalah, apalagi yang batas-batasnya hilang, surat-suratnya hilang tentu kalau tidak adanya kearifan lokal maka tidak akan dapat diselesaikan dengan baik.

Menteri juga menyampaikan bahwa permasalahan tanah muncul karena adanya ego yang berlebih dari masyarakat yang potensial menjadi konflik, bencana dan kerenggangan sosial sehingga tidak dapat memberi manfaat bagi pemiliknya. Untuk itu Kementriannya saat ini lebih mementingkan kemanfaatan tanah bukan hanya dari segi kepemilikan saja.

Menteri juga mengapresiasi masyarakat Cangkringan karena bencana yang terjadi bisa memberikan kemanfaatan karena memegang teguh nilai-nilai sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai ini yang akan menjadi contoh dan model yang baik bagi masyarakat lainnya di luar DIY.

Pada bagian lain juru kunci Gunung Merapi Asih (putra Mbah Marijan) yang juga menerima sertifikat tanah menyampaikan rasa gembiranya menerima sertifikat langsung dari Menteri secara gratis. Dan sudah menjadi harapan sejak dulu dari masyarakat sehingga menambah semangat masyarakat dalam memanfaatkan tanah.

Masyarakat tidak ragu lagi karena tanah sudah dilengkapi surat-surat kepemilikan sehingga tenang dalam memanfaatkan bagi penghidupan sehari-hari. Selama ini tanah telah dimanfaatkan untuk menanam rumput pakan ternak, ditanami pohon-pohon dan untuk aktifitas ekonomi lainnya.




Ubo Rampe Labuhan Merapi Dari Keraton Diserahkan

211_20140602051019Sleman – Upacara labuhan Merapi tahun 2014 akan mulai berlangsung  hari ini, Jumat (30/5) yang diawali serah terima ubo rampe labuhan dari Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat di Kecamataan Depok.

Penyerahan ubo rampe yang dibawa Abdi Dalem Kraton Yogyakarta tersebut pada Jumat pagi sekitar pukul WIB  diserahkan kepada Camat Depok Drs Budiharjo, selanjutnya ubo rampe tersebut oleh abdi dalem disertai Camat Depok diarak ke Kecamatan Cangkringan, dan oleh Camat Depok ubo rampe tersebut diserahkan kepada Camat Cangkringan  Drs Bambang Nurwiyono di Pendopo Kecamatan Cangkringan.

Ubo rampe tersebut oleh Camat Cangkringan dengan disertai abdi dalam Kraton Yogyakarta diarak ke pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan di Kinahrejo yang  diterima oleh  Ki Asih Suraksohargo sebagai juru kunci Gunung Merapi putra Mbah Marijan yang saat ini mengganti kedudukan Mbah Marijan. Selanjutnya ubo rampe tersebut disemayamkan semalam di pendopo Petilasan Rumah Mbah Marijan, malam itu juga akan dilakukan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan dalam Ki Catur Benyek.

Sedangkan Sabtu (31/5)  dimulai pukul WIB semua ubo rampe dilabuh ke Bangsal Sri Manganti dengan menempuh perjalanan 1-2 jam. Untuk tahun ini ubo rampe dilabuh di Bangsal Sri Manganti karena saat ini status Merapi yang sudah diturunkan ke status normal.

Adapun ubo rampe yang dilabuh berupa sinjang limar 1 lembar, sinjang cangkring 1 lembar, semekan gadhung 1 lembar, semekan gadhung melati 1 lembar, paningset udaraga 1 lembar, kambil watangan 1 biji, seswangen 10 biji, seloratus lisah konyoh 1 buntal, yotro tindih 2 amplop, destar doromuluk 1 lembar. Ikut menyertai uba rampe labuhan yakni kembang setaman, nasi tumpeng, ingkung serta serundeng, yang dibagikan kepada setiap pengunjung selesai upacara labuhan.***




Sistem Pengumuman SMA/SMK Diserahkan Ke Sekolah Masing-Masing

Sleman – Pengumuman ujian nasional (UN) SMK/SMA diumumkan Selasa (20/5), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional tahun 2014, sementara sistem pengumumannya diserahkan kepada kebijakan sekolah masing-masing.

Yakni, ada yang diumumkan di papan pengumuman sekolah, diundang orangtua siswa, dan ada yang memakai sarana internet.

“Tingkat kelulusan tahun ini untuk SMK lulus 100 % dan untuk SMA ada 1 siswa yang tidak lulus,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Sleman Arif Haryono SH di kantornya, Senin (19/5).

Menurut Arif, berdasarkan data yang ada  untuk tahun Ajaran 2013-2014 jumlah peserta ujian SMA  siswa dari 56 sekolah. Untuk ujian nasional tingkat SMK  diikuti siswa dari 54 sekolah.

Sementara itu, peserta yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra mendapatkan soal dengan huruf braille. Sebanyak 6 siswa SMA terdata mengerjakan soal dengan huruf braille.

Pelaksanaan untuk SMK,  7 siswa tidak dapat mengikuti UN, dengan keterangan 4 siswa mengundurkan diri dan 3 karena sakit, sementara untuk SMA ada 4  siswa yang tidak dapat mengikuti UN dengan keterangan 3 sakit  dan 1 tanpa keterangan.

Secara terpisah, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengucapkan selamat kepada para siswa yang berhasil lulus UN dan berharap bagi yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi semoga dapat diterima ditempat yang diinginkan dan bagi yang mau langsung bekerja semoga dapat diterima ditempat kerja yang diinginkan pula.

Sementara yang mau berwiraswasta harapannya semoga dapat sukses. “Bagi yang tidak lulus jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan mengikuti UN tahun yang akan datang,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo  juga mengimbau kepada para siswa yang lulus untuk tidak meluapkan kegembiraan secara berlebihan, baik dengan corat-coret baju maupun konvoi kendaraan bermotor, yang hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Sebaiknya diiisi dengan kegiatan yang positif seperti kegiatan bakti sosial dan lainnya.

Menanggapi imbauan Bupati ini, Arif Haryono mengatakan pihak Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Sleman telah memberikan surat edaran kepada Kepala Sekolah dan Polres Sleman. Agar para Kepala Sekolah dapat mengendalikan siswa untuk tidak corat-coret baju seragam, dan sebaiknya bisa dikumpulkan untuk kegiatan bhakti sosial bagi yang membutuhkan.

Kepala Sekolah juga diharapkan dapat mengendalikan siswa untuk tidak melakukan konvoi kendaraan bermotor, namun demikian apabila memang siswa menginginkan adanya konvoi dengan kendaraan bermotor agar mematuhi tata tertib berlalulintas dan pihak sekolah mendampingi.

Serta minta bantuan pihak kepolisian untuk dapat mengawal agar berjalan tertib dan tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan orang lain maupun siswa sendiri.