Peringatan Harkitnas Ditandai Ziarah Ke Makam Wahidin Sudiro Husodo

Pemkab Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-106 di komplek lapangan Pemda Sleman, Selasa (20/5), dengan inspektur upacara Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, dan diikuti oleh jajaran Muspida, Pimpinan SKPD, PNS, para siswa, serta Ormas kepemudaan.

Bupati Sleman H Sri Purnomo yang membacakan sambutan Menkominfo mengatakan, jika dihitung dari titik awal Kebangkitan Nasional tahun 1908, Momentum 1908 dan 1928 adalah momentum kaum muda yang bercita-cita Indonesia merdeka.

Pemikiran dan cita-cita mereka, berlanjut melalui perjuangan para pemuda periode tahun 1945-1949. Mereka berjuang bagi tegaknya bangunan ke-Indonesaan yang merdeka dan berdaulat.

Revolusi kemerdekaan yang membangun nasionalisme tanpa pandang bulu, revolusi yang menjadi motor penggerak mobilitas sosial bagi seluruh komponen bangsa.

Revolusi yang pada gilirannya memberi ruang dan peluang bagi setiap anak bangsa untuk berbakti, mengabdi dan berkiprah sesuai profesi, keahlian dan bidang yang digelutinya.

Maka peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-106 tahun 2014 ini mengambil tema “Maknai Kebangkitan Nasional melalyui Kerja Nyata dalam suasana keharmonisan dan kemajemukan bangsa”. Makna nasionalisme kekinian bukan lagi kamuflase kerinduan romantisme perjuangan masa lalu.

Tetapi bagaimana mengimplementasikan romantisme perjuangan tersebut kedalam pola pikir, pola sikap dan perilaku kebangsaan selaras dengan tuntutan zaman. Membangun Indonesia baru di masa depan adalah antitesis dari kepentingan kelompok dan individu, antitesis berpikir kedaerahan, antitesis dari cara berperilaku kepartaian atau golongan.

Nasionalisme yang diperlukan adalah nasionalisme yang berkontribusi bagi kedaulatan dan harga diri bangsa kita. Makna kedua, bahwa kita pada dasarnya menginginkan sebuah keharmonisan dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta bagaimana perbedaan dan kemajemukan dapat terkelola menjadi kekuatan.

Nilai-nilai toleransi akan perbedaan, nilai-nilai kemajemukan yang tumbuh berkembang atas dasar komitmen dan kesadaran bermasyarakat, berbangsa dan bernegara tidak boleh luntur sampai kapanpun.

Semangat dan makna peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2014 ini, adalah semangat untuk berani melakukan evaluasi diri, semangat bagi penguatan komitmen seluruh komponen dan potensi bangsa dalam membangun Indonesia kedepan yang lebih baik.

Selanjutnya setelah upacara dilanjutkan menghadiri upacara ziarah tabur bunga di halaman makam Pahlawan Nasional dr Wahidin Sudiro Husodo dengan Inspektur Upacara Brigjen M Sabrar Fadhilah, serta dihadiri jajaran Kemkofinfo Pusat,  Muspida Provinsi DIY, Ormas Kepemudaan, Pramuka  dan Siswa-siswa SMP, SMU.