Presiden RI Berikan 1.190 Kartu Indonesia Pintar Untuk Siswa di DIY

Sleman – Presdien RI Joko Widodo Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi siswa SD, SMP, SMA/SMK di DIY yang di serahkan secara bersamaan di halaman sekolah SMK Negeri 1 Tempel, Sleman, Sabtu (4/2).

Dalam acara tersebut Jokowi juga menyerahkan bantuan 20 laptop dari Kemendikbud bagi siswa yatim piatu dan kurang mampu. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Gubernur DIY, dan Bupati Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan untuk SD sebesar Rp ,-, SMP Rp ,-, SMA Rp ,- yang dapat diambil di bank BNI dan BRI pada bulan Juni saat masuk sekolah. “Uang ini boleh buat beli seragam, sepatu, buku, dan peralatan sekolah. Tapi jangan buat beli pulsa ya, kalau ketahuan dicabut nanti kartunya”, canda Jokowi yang disambut tawa siswa dan tamu yang hadir.

Jokowi menghimbau para siswa yang hadir untuk lebih menggiatkan belajarnya dan meneruskan hingga jenjang yang lebih tinggi. Tak lupa acara bagi-bagi sepeda seperti didaerah lain juga dilakukan Jokowi dalam acara tersebut. Beberapa siswa antusisas maju menjawab pertanyaan-pertanyaan Jokowi mulai dari soal hitungan, Pancasila, jumlah provinsi di Indonesia, hingga nama-nama suku di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia  Puan Maharani yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa target KIP 2017 yang awalanya 16,4 juta anak akan ditambah menjadi 17,9 juta anak seluruh Indonesia.

Untuk anak yatim piatu seluruh Indonesia ada sebanyak 896 ribu anak, sedangkan yang sudah terdistribusi sampai saat ini yaitu 158 ribu anak. Sehingga tahun 2017 ada tambahan KIP untuk 736 ribu anak yatim piatu dan panti asuhan seluruh Indonesia.




Ditarik Pusat dan DIY, Sleman Bakal Kehilangan 1.500 PNS

Sleman – Terkait adanya penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sedang di lakukan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman diperkirakan  bakal kehilangan sekitar pegawainya karena diambil pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DIY.

“Pengurangan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Sleman ini juga sebagai dampak penataan OPD yang tengah dilakukan,” kata Plt Sekda Sleman Drs H Iswoyo Hadiwarno, Minggu (28/8).

Menurut Iswoyo, PNS Pemkab Sleman sebagian diambil pemerintah pusat seperti penyuluh keluarga berencana. Sebagian lainnya ditarik ke Pemda DIY semisal guru SMA/SMK, pegawai bidang pertambangan dan kehutanan.

Lebih jauh dijelaskan, meski nantinya tidak lagi berstatus pegawai Pemkab Sleman, namun ketugasan mereka dimungkinkan masih tetap di Sleman. Seperti halnya untuk guru dan penyuluh keluarga berencana.

Hanya saja untuk pegawai pertambangan dan kehutanan, belum tentu mereka ditempatkan di wilayah Sleman lagi. Semua itu tergantung kebutuhan personel di Pemda DIY.

Terkait penataan OPD di Sleman, Iswoyo minta seluruh PNS Pemkab Sleman untuk tidak resah. Meski ada sejumlah SKPD yang dihilangkan, namun dipastikan tidak ada personel yang terdegradasi.

“Untuk pegawai yang instasinya digabung atau bahkan dihapus, tetap akan ada tempat di SKPD yang baru. Mengingat penataan OPD di Sleman ini bukan perampingan, tetapi justru pemekaran,” tegasnya.

Dikatakan pula, meski untuk penataan OPD ini dilakukan secara nasional dan ada aturannya baik itu undang-undang maupun peraturan pemerintah, namun untuk Sleman tidak akan dilakukan secara kaku. Penataan dilakukan tetap sesuai aturan dan tepat sasaran sehingga masyarakat tetap akan terlayani.

“Pada prinsipnya, dalam penataan OPD ini ada yang digabung, ada pula yang dihilangkan sesuai dengan urusan masing-masing instansi,” jelas Iswoyo.

Ditambahkan, penataan OPD Pemkab Sleman ditarget selesai 31 Agustus 2016. Kemudian disusul dengan penetapan APBD yang harus selesai pada Desember 2016. Dengan demikian, mulai Januari 2017 nanti Pemkab Sleman sudah menggunakan APBD sesuai dengan OPD yang baru.

“Kami tergetkan 2 Januari 2017 bakal ada pelantikan pejabat besar-besaran menyesuaikan OPD yang baru,” kata Iswoyo.




Puncak Peringatan Hari Keluarga DIY Akan Berlangsung di MGM

Sleman – Puncak Acara Hari Keluarga DIY akan berlangsung di Museum Gunungapi Merapi (MGM) hari Sabtu tanggal 27 Agustus 2016.

“Puncak acara Hari Keluarga DIY tersebut rencananya akan dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hemas dan GKR Bendoro,” kata Kabag Humas Sleman, Dra Sri Winarti dikantornya, Rabu (24/8).

Dalam puncak acara hari keluarga nanti kegiatannya berada pada dua titik di Omah Jawi dan MGM. Sedang kegiatan di Omah Jawi rombongan akan menyaksikan deklarasi dari GenRe (Generasi Remaja) yang terkait dengan pendewasaan Usia Perkawinan .

Usai peninjauan di Omah Jawi rombongan Gubernur dan Bupati Sleman langsung menuju MGM. Di MGM nanti berbagai kegiatan akan dilakukan antara lain  ekspose berupa gelar kegiatan BKS dan UPPKS berupa pameran berbagai produk dan kegiatan yang telah dilakukan dan rencana kedepan.

“Tidak ketinggalan pada kesempatan tersebut akan ditampilkan paduan suara  dan gelar kesenian Badui Kampung KB dari Dusun Malangrejo Wedomartani Ngemplak,” tutur Sri Winarti.

Bagi para juara dari berbagai lomba yang dilakukan baik ditingkat Provinsi maupun Kabupaten Sleman akan menerima hadiah, dan penyerahan bantuan/stimulan UPPKS tingkat DIY, serta pemberian hadiah Kesatuan Gerak PKK –KB Kesehatan Tingkat DIY.

Sedang untuk tingkat Kabupaten Sleman lomba yang dilakukan adalah lomba akseptor KB lestari 15 tahun. Lomba PIK-R jalur masyarakat, lomba pelayanan KB MKJP kataegori Puskesmas, lomba keluarga Harmonis sejahtera, lomba motivator KB pria dan lomba KB lestari 10 tahun.

Sementara di Kabupaten Sleman sendiri sampai saat ini telah terbentuk 17  Kampung KB di 17 Kecamatan yaitu  Dusun Temuwuh Kidul Balecatur Gamping, Pendulan Sumberagung Moyudan, Kisik I Sendangagung Minggir, Dongkelan Sidorejo Godean, Kregolan Margomulyo Seyegan, Toragan Tlogoadi Mlati, Banjeng Maguwoharjo Depok.

Dan, Baran Kalitirto Berbah, Sengir Sumberharjo Prambanan, Tundan Purwomartani Kalasan, Malangrejo Wedomartani Ngemplak, Tanjungsari Sukoharjo Ngaglik, Murangan VIII Triharjo Sleman, Bangunrejo Merdikorejo Tempel, Gondaang Donokerto Turi, Ngepring Purwobinangun Pakem, dan Bulaksalak Wukirsari Cangkringan.




Penyaluran Kredit Multiguna Bank Sleman Jalin Kerjasama Instansi di DIY

Sleman – Untuk lebih menjalin silaturahmi dengan mitra serta bendaharawan gaji pegawai di Kabupaten Sleman, Bank Sleman secara rutin setiap awal tahun selalu mengadakan acara gathering.

Acara dilaksanakan Jumat (26/2) sore di Grha Sarina Vidi dihadiri oleh para bendahara gaji instansi se Kabuaten Sleman, Acara ini juga diselenggarakan dan sebagai wujud terima kasih Bank Sleman atas kepercayaan, loyalitas dan kerjasama yang sangat baik yang telah terjalin.

Direktur Utama Bank Sleman Moh Sigit SE MSi menyampaikan saat ini Bank Sleman telah menjalin kerjasama dengan berbagai instansi di seluruh DIY dalam hal penyaluran Kredit Multiguna. Harapannya kerjasama yang telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan, tidak hanya dalam hal penyaluran kredit tetapi dalam hal pengelolaan dana.

Sigit juga menyediakan fasilitas jemput bola ke instansi tentunya dengan suku bunga menarik dan bersaing. Perkembangan kinerja Bank Sleman sampai dengan akhir tahun 2015 dan Pertumbuhan dari tahun 2014 yakni total aset tahun 2015 Rp 629,86 miliar, selisih Rp 105,31 miliar dari tahun  2014 Rp 524,55 miliar, peningkatan 20,08%, DPK tahun 2015 Rp 454,82 miliar selisih Rp 98,43 miliar dari tahun 2014.

Dan, Rp356,39 M peningkatan 27,62 % OSC tahun 2015 Rp477, 64 miliar selisih Rp46,41 miliar dari tahun 2014 Rp 431,23 miliar peningkatan 10,76%, Laba tahun 2015 Rp 23,18 miliar selisih  Rp 3,15 miliar  dari tahun 2014 Rp 20,03 miliar peningkatan15,73%.

Acara juga diisi dengan  penyampaian sosialisasi, edukasi dan literasi keuangan dengan mengambil tema Perencanaan Keuangan kepada bendahara Gaji Instansi, bagaimana merencanakan dan mengelola keuangan dengan baik sekaligus manfaat yang didapat. Materi Sosialisasi dan Edukasi, Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan DIY.

Disampaikan oleh Esti Binucaningsih Kasubag Pengawasan Bank I. Sementara materi  Perencanaan Keuangan kepada Bendahara Gaji disampaikan oleh Stafianita dari Akusara Financial.




Sleman Sementara Siap Menerima Limpahan Eks Gafatar DIY

Sleman – Penjabat Bupati Sleman, Ir Gatot Saptadi menyatakan setelah dilakukan koordinasi tingkat Provinsi bersama semua Kabupaten yang difasilitasi Kesbanginmas Provinsi, TNI dan Polri disepakati Kabupaten Sleman siap  menerima sementara limpahan eks Gafatar DIY setelah dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat.

“Setelah dilakukan koordinasi pada Kamis (21/1) sore disepakati Sleman siap menerima limpahan temen-temen eks Gafatar di DIY, ya intinya menampung sementara setelah dipulangkan dari Mempawah Kalimantan Barat melalui Semarang,” kata Gatot di Sleman, Jumat (22/1).

Setelah mereka sampai di Sleman dikatakan Gatot tentunya akan dipikirkan langkah selanjutnya dengan melakukan koordinasi berbagai pihak bagaimana mensosialisasikan mereka kepada masyarakat. Untuk sementara eks anggota Gafatar DIY tersebut akan ditampung di asrama haji. Namun kepastiannya belum diputuskan.

Menurut Gatot memang ada dua kemungkinan masyakarat menyikapi kepulangan eks anggota Gafatar ini. Dan kemungkinan itu masyarakat ada yang menolak atau menerima eks anggota Gafatar tinggal bersama masyarakat.

“Hal ini tentu menjadi menjadi pemikiran tersendiri dan diperlukan  koordinasi  bersama,” kata Gatot.

Gatot juga menyampaikan harapannya jika eks anggota Gafatar itu masih ber KTP Sleman tentunya warga Sleman sama-sama masih akan menerima mereka, sepanjang eks anggota Gafatar itu tidak melakukan aktifitas ilegal.

“Saya katakan ilegal karena di Sleman, Gafatar sudah tidak ada,” katanya.

Ditambahkan Gatot, Pemkab Sleman juga akan melakukan ‪pembinaan dari segala aspek. Mulai sosialisasi dari psikologi, agama, hingga sisi keormasan. Dalam memberikan pembinaan, Pemkab Sleman bekerjasama dengan Pemda DIY dan pihak lainnya termasuk kepolisian. Pembinaannya sendiri akan dilakukan setelah kepulangan warga eks Gafatar.

Untuk warga Sleman yang menjadi anggota Gafatar, Gatot menyatakan belum menerima laporan pastinya. Namun diperkirakan ada 11 orang warga Sleman.

“Konsentrasinya saat ini menerima kedatangan eks anggota Gafatar itu dulu. Untuk penampungannya akan dikoordinasikan lebih lanjut,” tambah Gatot.

Masyarakat sendiri diharapkan Gatot tidak terpengaruh minoritas sehingga jangan terpengaruh informasi yang tidak jelas. Ketika ditanya apakah akan disiapkan lokasi khusus untuk eks Gafatar ini, Gatot menyatakan tidak setuju.

“Saya tidak setuju kalau untuk tinggal eks Gafatar tersebut dalam lokasi eksklusif atau tersendiri. Sebab yang lebih baik ya tinggal bersama masyarakat, kalau eksklusif bisa menimbulkan ekses-ekses lain,” tutur Gatot.