Sleman Jadi Tuan Rumah Hari Peduli Sampah DIY

Sleman – Kabupaten Sleman pada tanggal 21 Februari 2015 akan menjadi tuan rumah peringatan Hari Peduli Sampah tingkat DIY. Dengan peringatan tersebut diharapkan akan meningkatkan pola hidup masyarakat diwilayah Sleman dalam mengelola sampah. Demikian antara lain sambutan tertulis Bupati Sleman yang dibacakan Kapolres Sleman, AKBP Faried Zulkarnain dalam upacara 17 an yang berlangsung di lapangan Pemkab Sleman, Selasa (17/2).

Selanjutnya dikatakan Bupati Sleman bahwa pola hidup modern salah satunya terlihat dari keberadaan sampah menjadi sebuah komoditas yang bernilai ekonomi, serta melihat pentingnya daya dukung lingkungan sebagai kebutuhan untuk hidup bersih dan pula nantinya masyarakat bisa mewujudkan kebiasaan yang positif bahwa sampah bukan barang yang menjijikkan namun sampah bisa bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Kabupaten Sleman sebagai wilayah hulu Provinsi DIY yang berada di lereng Merapi, merupakan daerah resapan air dan sumber air bersih bagi wilayah DIY dan sekitarnya. Kondisi tersebut mengakibatkan semua kegiatan pembangunan secara langsung mempengaruhi pertumbuhan Kabupaten/Kota yang wilayahnya berada di bawah Kabupaten Sleman.

Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan berkurangnya lahan terbuka akibat perluasan area pemukiman, dihadapkan pada tantangan untuk mengelola persampahan dengan baik. Apalagi persampahan bisa dianggap sebagai potensi apabila dikelola secara profesional. Namun bisa juga menjadi masalah bila jika tak mampu mengelolanya.

Selain itu dalam menghadapi musim hujan dengan intensitas curah hujana yang cukup tinggi perlu diwaspadai masyarakat adalah banjir dan genangan luapan drainase kota serta tanah longsor terutama di wilayah Kecamatan Prambanan, telah terjadi tanah longsor di Desa Wukirharjo. Cuaca ekstrim yang menyebabkan terjadinya puting beliung serta antisipasi merebaknya kembali DBD harus menjadi perhatian semua pihak.

Diperlukan dukungan dan kerjasama berbagai pihak dalam upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) DBD seperti yang telah dilakukan dalam Bhakti Sosial Polri Peduli Polda DIY yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Masyarakat Kalasan dalam bentuk Fogging dan pemberantasan sarang Nyamuk.

Bupati juga mengingatkan masyarakat juga dapat memangkas pohon-pohon yang sekiranya membahayakan serta meningkatkan kesiapsiagaan. Tingkatkan koordinasi, sinergi, jaringan informasi dan komunikasi, dengan demikian kita semua dapat memaksimalkan diri membangun mitigasi bencana yang semakin baik, serta meminimalisir kerugian dan jatuhnya korban.




Warga Tamanmartani Ikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi DIY

Sleman – Tim lomba Desa Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penilaian  Di Balai desa Taman Martani Kecamatan Kalasan hari ini, Jumat (30/5). Ketua tim penilai Lomba Desa Tingkat DIY yang dipimpin oleh Haryanto,SH Ka biro Tata Pemerintahan Setda DIY.
 
Ketua tim Penilai Lomba Desa TK DIY mengatakan  bahwa Indikator penilaian meliputi data dasar baik orbitasi dan data pendukung, data tingkat perkembangan pendidikan, kesehatan masyarakat, ekonomi masyarakat serta keamanan dan ketertipan masyarakat, pemerintahan, lembaga kemasyarakatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.
Dikatakan Haryanto, lomba desa juga merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada masyarakat untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan. Melalui perlombaan desa ini diharapkan Desa dan Kelurahan yang terpilih menjadi ajang lomba nantinya dapat melanjutkan dan meningkatkan kinerja masyarakatnya, serta masyarakat juga dapat memberikan dukungan kepada pemerintah desa atau kelurahan dalam bentuk partisipasi aktif dan kreativitas secara optimal dari segenap petensi yang dimiliki.
Staf Ahli bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu, SH, MM mewakili Bupati Sleman berharap bahwa tim lomba tingkat DIY ini menjadi motivasi dalam melaksanakan penyelenggaraan pemerintah dan Pembangunan di desa dengan lebih baik.
Sri Murni Rahayu mengatakan bahwa upaya untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah desa, selama tahun 2013 lalu Pemkab Sleman telah melakukan pembinaan APBDes, fasilitasi 33 pemilihan kepala Desa, pemilihan dukuh di 51 padukuhan, pengisian 14 perangkat Desa dan fasilitasi pensertifikatan tanah kas desa 116 bidang.
Ditambahkan Sri Murni bahwa Pemkab Sleman juga telah menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan pemerintah desa yakni dana bagi hasil pemerintah desa sebesar Rp 32 miliar lebih, yang didalamnya termasuk dana alokasi desa sebesar Rp 14 Miliar lebih dan bantuan keuangan sebasar Rp 31 Miliar lebih. Dana tersebut antara lain dialokasikan untuk tunjangan penghasilan perangkat desa hingga RT/RW, bantuan pemilihan kades, BPD, Dukuh dan kompensasi tanah garapan perangkat desa yang terkena dampak erupsi merapi.
Pada acara penerimaan tim evaluasi lomba desa tersebut juga dihadiri oleh Muspika Kecamatan Kalasan, Kades beserta perangkat Desa Taman martini  serta di ramaikan oleh kesenian tradisional karawitan yang di pandegani seniwati Sunyahni  dan kelompok mocopat  anak-anak memetri wiji yang dipinpin oleh tri Joko saptono dan kesenian tradisionil lainnya, dan tak ketinggalan pula paguyuban gerobag juga tidak ketinggalan ikut pula meramaikan kegiatan tersebut tak luput pula sambutan antusias dari masyarakat khususnya desa Tamanmartani.***



Tingginya Angka Kemiskinan Masih Jadi Tantangan DBKS DIY

Sleman – Sampai saat ini DBKS sudah dicanangkan di 337 desa dari 438  desa di DIY, namun perlu diketahui bahwa masih terdapat sekitar jiwa di Daerah Istimewa Yoghyakarta (DIY) yang masih  hidup di bawah garis kemiskinan yang harus segera dituntaskan.

Angka kemiskinan di DIY masih di atas rata-rata nasional, karena angka kemiskinan di DIY sebesar 16%, sedangkan rata-rata angka kemiskinan nasional 14%.

Tantangan lainnya adalah meningkatnya angka perceraian yang mengindikasikan adanya disharmoni keluarga. Selain itu, juga adanya fenomena pernikahan di bawah umur.

Berdasarkan data dari Kemenag DIY, angka nikah di bawah umur tahun 2013 sebesar 399 orang. Jumlah ini menurun sedikit bila dibndingkan dengan tahun 2012 sebanyak 396 orang.

Bupati Sleman Drs. H. Sri mencanangkan Desa Binaan Keluarga Sakinan Tingkat DIY di Balai Desa Madurejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman.

Tujuan gerakan keluarga sakinah ini, adalah sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia secara terpadu antara masyarakat dan pemerintah dalam mempercepat mewujudkan masyarakat madani yang bermoral tinggi, penuh keimanan, ketaqwaan dan akhlaq mulia.

Penduduk di wilayah Desa Madurejo adalah sebagian besar petani dan buruh tani. Kepala Desa Madurejo, H. melaporkan bahwa di tingkat RT, RW di tiap Padukuhan sudah ada posyandu anak-anak dan yandu lansia dan tiap RT dan RW sudah terbentuk adanya pengajian secara rutin hal ini perlu di tingkatkan.

Mindoyo berharap agar seluruh warga masyarakat di Desa Madurejo agar mendukung program DBKS ini.

Bupati Sleman memberi apresiasi yang sangat tinggi bahwa di tiga Desa yaitu Desa Madurejo Prambanan, Desa Sidorejo Kecamatan Godean dan Desa Pondokrejo Kecamatan Tempel telah dipilih sebagai Desa Binaan Keluarga Sejahtera (DBKS) tingkat DIY.

Ketua tim  Pembina DBKS DIY Drs. H. Mashuri berharap agar pencanangan DBKS ini dapat mengantisipasi dan menghindarkan munculnya permasalahan-permasalahan keluarga yang potensial menyebabkan terjadinya perselisihan. Terlebih saat ini semakin banyak permaslahan generasi muda seperti kenakalan remaja dan tawuran.

Mashuri mengharapkan dukungan seluruh kader DBKS dalam upaya membangun keharmonisan keluarga. Para kader DBKS inilah yang menjadi motivator dan penggerak kegiatan di tingkat yang paling bawah guna meningkatkan kualitas keluarga.




KUA Kecamatan Turi Wakil Sleman Dalam Lomba Tingkat DIY

mcs

Sleman, InfoPublik – KUA Kecamatan Turi yang mewakili Kabupaten Sleman dalam penilaian KUA percontohan tingkat provinsi,  telah dievaluasi Selasa (21/5), oleh tim yang mayoritas dari Kementerian Agama Provinsi DIY , hanya ada satu anggota tim diluar Kemenag Agama, yaitu Ruse  Sutikno, dari Pemda Prop. DIY.

Anggota tim penilai dengan kurang lebih 10 anggota dipimpin oleh Kepala Kemenag Prop. DIY. Drs. H. Maskul Haji yang dalam kesempatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa tugas Kemenag antara lain kewenangan pembinaan terhadap 6 agama di Indonesia.

Dan untuk memperlakukan semua agama sama secara adil dan sinergis. Yang jelas dalam penilaian tersebut tim ingin mengetahui dari dekat kondisi KUA Turi apakah kondisinya sama dengan yang ada dalam laporan, apakah sudah sesuai atau belum.

Lebih lanjut disampaikan bahwa fungsi KUA antara dulu dan sekarang sudah lain, fungsi KUA sekarang adalah fungsi pembinaan. Yang memprihatinkan menurut Maskul Haji bahwa anggaran pembinaan untuk KUA selama satu tahun hanya Rp2 juta. Hal ini menuntut manajemen yang baik agar dapat dilaksanakan dengan baik pula.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, , Dandim 0732 Satriyo Pinandoyo, Kepala Kantor Kemenag Lutfi Ahmad, SAg, Camat Turi Dra. Endang Widowati.

Bupati Sleman dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Wakil Bupati, antara lain menyampaikan bahwa keberadaan KUA  tidak dapat dilepaskan dengan masalah pernikahan.

KUA dituntut tidak hanya memberikan pelayanan admisnistratif pernikahan, namun juga harus berupaya agar pernikahan yang dilangsungkan merupakan tonggak terwujudnya keluarga yang hatmonis, sakinah dan berkualitas.

KUA mempunyai peran besar dalam memberikan edukasi daan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kualitas kaluarga. Permasalahan keluarga yang sangat komplek apabila tidak dikelola dengan baik, maka akan membawa dampak negatif pada kondisi ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Masih tingginya angka perceraian menunjukkan bahwa upaya untuk membina pernikahan dan keluarga yang harmonis harus terus digalakkan. Berkenaan dengan hal tersebut, keberadaaan lembaga Pembina perkawinan sebagaimana KUA maupun BP4 harus terus dievaluasi dan ditingkatkan kinerjanya.

Keharmonisan keluarga merupakan syarat bagi terwujutnya masyarakat yang sejahtera, oleh karena itu Bupati berharap agar kiprah KUA di sleman semakin optimal.

Sementara itu Kepala KUA Kecamatan Turi pada kesempatan tersebut antara  melaporkan bahwa pemeluk Agama Islam di Kecamatan Turi terdapat jiwa, Kristen , Katolik 226, Hindu 3 dan Budha 2.