Pertemuan Dusun Bahas Kepentingan Warga Turi

Turi – Warga Padukuhan Turi 13 Kembangarum Wetan Kali mengadakan pertemuan warga untuk membahas keperluan dusun pada Kamis Wage malam Jumat Kliwon (8/2) di Rumah Eko Suryanto, salah satu warga padukuhan.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dusun, Kunto, mahasiswa KKN dari UPY Yogyakarta, Ketua Paguyuban, Sunarto, serta warga RT 04, RT 05, dan RW 026.

Dalam pengantarnya, Ketua Paguyuban menghimbau agar pemuda dapat menjaga kegiatan di masyarakat. Selanjutnya, Kepala Dusun menyampaikan tentang hasil dari proses sertifikasi tanah, kesehatan, keamanan, administrasi kependudukan, juga tentang KIA (Kartu Identitas Anak) dan e-KTP.

Kepala Dusun juga tidak lupa mengenalkan adanya program KKN dari UPY yang berjumlah 12 mahasiswa. Program KKN yang disusun oleh mahasiswa sudah siap dilaksanakan dan meminta pada warga untuk bersama-sama mensukseskannya.

Acara dilanjutkan dengan laporan keuangan yang meliputi dana pembangunan, bedah rumah, dana sosial, sewa meja kursi dan tenda, serta laporan dari pemuda. Pertemuan ditutup pada pukul WIB. (Suharno)

 




Merti Desa Prosesi Membersihkan Diri Lahir dan Batin

Turi – Untuk menandai puncak acara Wonokerto Expo 2017, dilaksanakanlah Upacara Adat Merti Desa Wonokerto, Minggu (12/11). Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspika Kecamatan Turi dan Camat Turi, Siti Anggraeni Susilaprapti.

Upacara Adat Merti Desa Wonokerto diawali dengan arak-arakan gunungan dari masing masing padukuhan di wilayah Wonokerto. Gunungan ini diarak mengelilingi Desa Wonokerto.

Para peserta arak-arakan memakai berbagai macam kostum, seperti kostum daerah dan kostum rakyat untuk memikat masyarakat umum. Hal ini menambah semarak dan menarik prosesi arak-arakan.

Arak-arakan dimulai dari Lapangan Puntuk melewati beberapa dusun di wilayah Desa Wonokerto dan berakhir di halaman Desa Wonokerto yang merupakan tempat prosesi upacara adat. Tumpeng dan gunungan yang diarak mengelilingi dusun di wilayah Desa Wonokerto diserahkan oleh perwakilan peserta arak-arakan kepada Kepala Desa Wonokerto.

Dalam sambutannya Kepala Desa Wonokerto, Tomon Haryowirosobo memaparkan bahwa dengan kegiatan merti desa dalam rangkaian acara Wonokerto Expo ini, seluruh masyarakat diharapkan bisa membersihkan diri secara lahir dan batin.

Wonokerto Expo 2017 yang mengambil tema “Semangat Bela Negara Meningkatkan Potensi Desa” ini diawali dari tanggal 4 hingga 12 November 2017, dengan menampilkan beberapa produk UMKM dan pentas kesenian. (Ari Herliyanto)




Progam JBM Belum Diterapkan Disemua Dusun

JBMSleman – Kemudahan dalam mengakses media hiburan saat ini menjadi salah satu tantangan yang tidak mudah dalam memunculkan komitmen dari orangtua dan anak didik untuk dapat mematuhi aturan Jam Belajar Mayarakat (JBM). Dalam pelaksanaan program JBM diperlukan sinergisitas dan kolaborasi yang baik antara seluruh jajaran yang terlibat sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan baik.

“Saat ini seluruh kecamatan di Kabupaten Sleman telah memiliki dusun rintisan JBM meskipun belum diterapkan disetiap dusun,” kata Drs Iswoyo Hadiwarno,  Pj Sekda Kabupaten Sleman disela-sela Rakor Pelaksanaan JBM  di Aula Lantai 3 Pemkab Sleman, Senin (21/11).

Pelaksanaan JBM tersebut dikatakan Iswoyo merupakan upaya pemerintah dalam rangka menciptakan kondisi lingkungan masyarakat yang nyaman, aman dan tertib untuk kegiatan belajar, sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai dengan baik. Apalagi terwujudnya pembangunan dalam bidang pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat dan orangtua.

Oleh karenanya ketiga komponen tersebut harus mampu saling mengisi dengan peran dan fungsinya masing-masing. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan khususnya keluarga akan sangat menentukan keberhasilan pendidikan.

Diharapkan nantinya dapat dilaksanakan media sosialisasi baik bagi masyarakat, orangtua dan anak didik sebagai upaya penyamaan persepsi dan komitmen dalam pelaksanaan JBM kedepan.

Menurut Iswoyo program JBM sebagai upaya bersama dalam menggiatkan kembali pelaksanaan jam belajar masyarakat  di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi media koordinasi dalam menyusun langkah-langkah strategis dalam mempercepat pelaksanaan JBM agar dapat segera terlaksana di seluruh wilayah Kabupaten Sleman.

“Melalui pelaksanaan JBM ini saya berharap dapat semakin meningkatkan capaian dan pembangunan pada sektor pendidikan di Kabupaten Sleman.  Disamping itu saya berharap pelaksanaan JBM  pada akhirnya dapat menjadi gaya hidup positif yang diterapkan oleh masyarakat,” kata Iswoyo.

Sementara  Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora), Arif Haryono SH menyampaikan bahwa perintisan gerakan JBM telah dimulai sejak tahun 1999 dan berjalan mengalami pasang surut.

Tahun 2014 Dinas Dikpora Kabupaten Sleman melaksanakan program rintisan Dusun Percontohan JBM di setiap kecamatan dengan satu dusun percontohan hingga tahun 2016.

“Melalui rakor yang diikuti seluruh camat dak kades se Kabupaten Sleman ini diharapkan dapat mempercepat gerakan JBM agar terlaksana di setiap dusun di Kabupaten Sleman,” kata Arif.