Sleman– Sekolah Umum Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Tegal, belum lama ini, mengadakan audiensi dengan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Widi Sutikno MSi.
Adapun maksud dan tujuan dilaksanakannya audiensi tersebut karena SUPMN Tegal yang pada tahun ajaran 2011/2012 menerima siswa-siswi yang berjumlah 25 orang, yang merupakan korban erupsi Merapi tahun 2010, bantuan pendidikan tersebut diberikan kepada korban bencana alam.
Bantuan pendidikan tersebut juga diberikan kepada anak-anak korban bencana lainnya seperti korban bencana tsunami Mentawai dan juga korban bencana banjir bandang Wasior.
Rombongan SUPMN Tegal tersebut dipimpin oleh Kepala SUPM Tegal Anasri. Ia melaporkan bahwa siswa-siswi korban erupsi Merapi 2010 yang menempuh pendidikan di SUPM Tegal tahun ajaran 2011/2012 dari 25 orang siswa-siswi yang dibina di SUPMN Tegal, 14 orang berhasil lulus dan akan diwisuda, sementara 11 orang mengundurkan diri selama proses belajar mengajar berlangsung.
Dari 11 orang yang mengundurkan diri tersebut karena masih mengalami trauma terhadap kejadian erupsi Merapi tahun 2010, sehingga memutuskan untuk mengundurkan diri sehingga dapat bersama keluarga mereka masing-masing.
Dari 14 orang yang meneruskan pendidikan hingga lulus, 2 peserta didik yang berasal dari korban erupsi Merapi tersebut menjadi lulusan terbaik, Lulusan terbaik pertama adalah Uswatun Khasanah dan lulusan terbaik kedua adalah Winarni.
Pihak SUPMN Tegal kemudian menyalurkan lulusan terbaik I-III untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi, Uswatun Khasanah melanjutkan ke Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, sedangkan Winarni memilih tidak meneruskan studi karena sudah diterima bekerja pada Perusahaan bergerak pada industri hasil pengolahan perikanan yang ada di Jakarta.
Selain itu siswa-siswi yang lulus juga disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang telah menjadi mitra pihak SUPMN Tegal, bahkan ada 2 orang siswa korban erupsi Merapi yang langsung diterima oleh perusahaan pengolahan ikan yang ada di Jepang.
Kepala SUPMN Tegal, Anasri mengundang Bupati Sleman Sri Purnomo agar dapat menghadiri wisuda 14 siswa-siswi tersebut sekaligus menerima penyerahan siswa-siswi korban erupsi Merapi tersebut oleh Kepala Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan sangat berterima kasih kepada pihak SUPMN Tegal yang telah membimbing siswa-siswi korban erupsi merapi hingga dapat menyelesaikan studi.
Bahkan ada salah satu siswa menjadi lulusan SUPMN Tegal, tentunya hal tersebut sangat membanggakan. Walaupun demikian, Sri Purnomo tetap menyayangkan adanya 11 siswa yang mengundurkan diri, tetapi hal tersebut memang bisa dimaklumi karena memang kondisi mental anak-anak tersebut masih sangat trauma akibat erupsi Merapi 2010.
Sri Purnomo berharap agar kerjasama SUPM Tegal dapat terus terjalin dan dapat ditingkatkan pada masa mendatang.