Pemerintah Patut Beri Contoh Riil Penegakan Perda

Gamping – Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Peraturan Undang-Undang, Rabu (28/2) pukul WIB di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Gamping Lantai 2.

Rapat dipimpin oleh Camat Gamping Abu Bakar dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi beserta jajarannya, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala KUA Gamping H. Jaenudin, perwakilan pemerintah desa Balecatur, Ambarketawang, Banyuraden, Nogotirto, Trihanggo dan pengurus FKDM Kecamatan Gamping.

Monev kali ini membahas tentang kerukunan umat beragama yang perlu dipertahankan dan harus ditingkatkan antar lembaga yaitu Banser, Ansor, Kokam, Pemuda Katholik yang difasilitasi oleh Seksi Tramtib dan FKDM Gamping serta bersinergi dengan Kapolres, Dandim, Kapolsek juga Danramil.

Selanjutnya FKDM tingkat desa agar membuat peta kerawanan yang ada di wilayah Rt/Rw setempat.

Dalam kesempatan ini, Camat Gamping menghimbau agar ada aksi riil di lapangan, yaitu memberi contoh kepada masyarakat tentang penegakkan perda lingkungan, maupun perda lalu lintas.

Kemudian Kompol Herwinedi menambahkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Gamping tergolong tinggi. Di bulan Januari-Februari 2018 sudah terjadi 14 kali kejadian lakalantas.  Diharapkan kepada masyarakat dalam berkendara di jalan raya agar mematuhi aturan-aturan yang diterapkan, mematuhi rambu lalu lintas dan marka jalan serta memperhatikan kecepatan maksimal yang disarankan. (Adnan Nurtjahjo)




Sinduadi Dinilai Tim Evaluasi Desa Binaan Keluarga Sakinah 2015

Sleman – Desa Sinduadi menerima Tim Evaluasi Desa Binaan Keluarga Sakinah Tingkat DIY dengan pimpinan Rombongan Drs H Masduri MSi beserta rombongan, Kamis (5/11).  Tim diterima didepan  halaman balai Desa Sinduadi oleh  Kades Sinduadi, Camat Mlati, Kepala Kantor Kementrian Agama, Kabag Kesra serta segenap perangkat desa sinduadi, serta pengurus BAZ Sleman.

Rombongan Tim disambut iringan lagu-lagu qosidah ibu-ibu Dusun Porwosari dan kelompok karawitan ibu-bu Dusun Kutu Wates Kragilan beserta paduan suara PKK Sinduadi. Sambutan Bupati Sleman yang dibacakan Sri Murni Rahayu SH MM, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia bahwa evaluasi DBKS diharapkan dapat memotivasi seluruh warga masyarakat khususnya masyarakat Sinduadi ini untuk lebih aktif berperan serta dalam melaksanakan program DBKS di wilayahnya.

DBKS ini merupakan sarana yang strategis untuk menggerakkan masyarakat agar semakin meningkatkan pengetahuan dan wawasan mengenai arti penting pembinaan keluarga. Perhatian dari para orangtua untuk menanamkan ajaran agama secara sungguh-sungguh dalam kehidupan berkeluarga mutlak diperlukan. Dengan senantiasa berpedoman pada ajaran agama, kita dapat menghadapi berbagai persoalan rumah tangga dengan sabar dan arif.

“Keluarga yang sakinah merupakan keluarga yang mampu mewujudkan keluarga harmonis yang sejahtera. Keluarga yang sakinah akan melahirkan generasi yang berkualitas, beriman dan berakhlak mulia. Karena itu keluarga merupakan pilar penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” kata Sri Murni yang membacakan sambutan Bupati.

Kepada tim penilai juga disampaikan bahwa di Sleman senantiasa dikembangkan sikap saling hormat, menghormati dan semangat bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan amanat Pancasila Sila Pertama bulir ketiga. Dengan sikap toleransi ini, muncul sikap saling tolong menolong antar umat beragama dan menghindarkan masyarakat dari diskriminasi terhadap pemeluk agama lain.

Pengembangan gotong royong juga dilakukan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Penerapan prinsip gotong royong dalam upaya pemberdayaan masyarakat telah mendukung aktivitas pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan di Kabupaten Sleman.

Kepada seluruh warga masyarakat Desa Sinduadi sangat diharapkan dukungannya dalam mewujudkan terbentuknya DBKS. Mengingat tanpa adanya dukungan dan peran aktif dari masyarakat, maka program-program DBKS  tidak akan berjalan dengan optimal.

Selanjutnya dari BAZ Sleman memberikan bantuan untuk program kesehatan, pendidikan dan anak yatim secara simbolis Kepada Ny Purwati – Mranggen Tegal, Ninik- Jetis, Mulyadi – Pogung Kidul, Sarilah – Rogoyudan,  Zahra Agustin – Pogong Kidul, Tegar Wahyu – Jombor Kidul, dan Akabar Dwi K – Kragilan.

Sambutan Tim DBKS Drs H Masduri MSi menyampaikan bahwa tujuan Dari Evaluasi DBKS ini untuk menekan angka perceraian 5800 / tahun di DIY, mewujutkan terciptanya Keluarga sakinah yang berarti terjalinnya hubungan timbal balik antara suami  istri  yang selaras, serasi, dan seimbang sesuai dengan Al Qur’an surat Ar Rum ayat 21.

Tim juga melihat beberapa kegiatan diantaranya kegiatan Kelompok Pangrupi Jenazah, Konseling Remaja, Kegiatan Ibu-Ibu Simulasi Problem Keluarga diselesaikan dengan bermusyawarah.




Kementan Evaluasi Pelayanan Publik Pertanian di Sleman

Tim Evaluasi KementanSleman – Tim Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian melakukan evaluasi kinerja pelayanan publik bidang pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Wilayah III, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (18/9). Evaluasi ini setelah Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wilayah III Seyegan berhasil mewakili Kabupaten Sleman, untuk mengikuti kompetisi Abdi Bakti Tani 2015.

“Kompetisi ini akan menjadi media bagi BP3K wilayah III Seyegan untuk mengevaluasi penerapan pelayanan publik di bidang pertanian yang selama ini telah dilaksanakan,” kata Asisten Sekda III Kabupaten Sleman, Djoko Handoyo SH.

Menurut Djoko, dalam upaya menerapkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat, BP3K wilayah III Seyegan berusaha untuk mencanangkan berbagai hal untuk mendukung upaya tersebut.

“Beberapa hal yang dicanangkan adalah dengan memberikan informasi secara jelas mengenai jam pelaksanaan pelayanan di BP3K wilayah III Seyegan, baik secara langsung maupun melalui laman (website),” katanya.

Djoko menambahkan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat pelayanan dapat dilaksanakan di luar jam kerja karenanya BP3K wilayah III Seyegan memfasilitasi dengan memasang papan informasi tentang nama petugas dan nomor telepon yang bisa dihubungi, sehingga pengguna layanan dapat menghubungi masing-masing petugas sesuai kebutuhan pelayanan yang diinginkan, termasuk pelayanan di luar jam kerja tetap dilayani.

“Adanya moto dan maklumat pelayanan, sebagai suntikan semangat bagi para petugas dalam memberikan pelayanan sekaligus sebagai refleksi dalam menjalankan tugasnya agar selalu dalam jalurnya,” katanya.

Kepala UPT BP3K Wilayah III Seyegan Ipnu Sutopo mengatakan, wilayah kerja UPT meliputi tiga Kecamtan Seyegan, Tempel, dan Mlati, terdiri dari 18 desa dan 237 dusun/padukuhan.

“Luas wilayah binaan mencapai ,7 hektare lebih dan jumlah kelompok binaan sebanyak 549 kelompok tani, 18 gabungan kelompok tani (gapoktan) dan didukung 36 petugas penyuluh lapangan (PPL),” katanya.

Sementara Mardianis dari Sekretariat Jenderal Kementrian Pertanian RI setelah melakukan pengamatan lapangan dan menyimak paparan dari Kepala UPT BP3K wilayah 3 Seyegan mengatakan menemukan kesesuaian antara kegiatan lapangan dan laporan yang disampaikan.

“Penilaian yang dilakukan dimaksudkan untuk mengevaluasi sejauh mana kinerja pelayanan yang terbaik dilakukan para PPL diberikan kepada petani sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam mendukung swasembada pangan,” katanya.

Dalam kesempatan ini juga ditampilkan aneka produk pertanian meliputi salak pondoh organik dan aneka olahannya, beras organik, pupuk organik, buah-buahan dan hasil bumi serta aneka olahan makanan dan minuman hasil binaan PPL BP3K wilayah III Seyegan.***




Kurikulum Berubah, Disdikpora Sleman Akan Lakukan Evaluasi

Sleman – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH  mengatakan terkait dampak dari perubahan kurikulum yang mendadak tersebut  pihaknya akan segera melakukan evaluasi dengan membandingkan output dari penerapan kurikulum 2013 dan KTSP.


“Nilai hasil ujian akhir siswa akan jadi evaluasi bersama, antara yang menggunakan kurikulum 2013 dengan sekolah yang menerapkan KTSP. Hasil penilaian ini akan dikonsultasikan kepada Provinsi sebagai bahan evaluasi nasional,” kata Arif dikantornya, Jumat (23/1).

Lebih lanjut, Arif juga mengaku heran dengan perubahan yang mendadak tersebut. Padahal, kebijakan tersebut dikeluarkan tidak terpaut lama dengan kebijakan sebelumnya.

“Saya akui, banyak sekolah yang kebingungan. Untuk itu, hari ini Jumat   kami kumpulkan sekolah-sekolah non-piloting terkait penerapan kebijakan baru ini. Pemerintah daerah kan hanya sebagai pelaksana kebijakan,” katanya.

Dari data Disdikpora Sleman dari 716 sekolah, sebanyak 654 sekolah yang tetap melanjutkan kurikulum 2013. Jumlah tersebut terdiri dari 463 SD, 99 SMP, 36 SMA, dan 56 SMK. Kurikulum 2013 sendiri diterapkan bagi siswa kelas I, II, IV dan V di tingkat SD, kelas VII dan VIII di tingkat SMP, serta kelas X dan XI di tingkat SMA dan SMK.

Sesuai dengan surat dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 233/c/kr/2015, sekolah non-piloting harus kembali ke kurikulum 2006.

Surat tersebut secara otomatis menggugurkan surat dari Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Dirjen Pendidikan Menengah (Dismen) pada Desember lalu.




BKB Kabupaten Sleman Dievaluasi Tim DIY

upload120-300x267

Sleman – Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak di Kabupaten Sleman, dilakukan melalui Program Ketahanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Anak, yang diwadahi dalam kelompok kegiatan BKB.

“Selain itu, pengembangan BKB di Sleman juga merupakan salah satu bagian untuk wujudkan Kabupaten Sleman menuju layak anak,” kata Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman Hayah , ketika menerima tim evaluasi BKB Tingkat DIY, di Balai Umbul Dusun Degolan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (18/3).

Tim evaluasi BKB Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipimpin oleh Kepala Bidang KS-PK BKKBN DIY Rohdiana Sumaryati,, dan  mereka diterima oleh Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman Hayah .

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Muspika Kecamatan Ngemplak, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahlaga serta Kepala Desa dan perangkat Desa Umbulmartani beserta masyarakat Degolan dan sekitarnya.

Nurul Hayah menyampaikan bahwa untuk meningkatkan peran keluarga dalam membina Balita, Pemkab Sleman saat ini tengah melaksanakan pembinaan kegiatan 236 kelompok Bina Keluarga Balita. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu, yaitu sebanyak 209 kelompok.

Jumlah keluarga yang menjadi sasaran BKB yaitu orang, atau meningkat dari tahun lalu sebanyak orang, dan sebanyak orang mengikuti program KB. Pada tahun 2013 jumlah Balita (usia 0-5 tahun) di Kabupaten Sleman tercatat sebanyak orang anak.

Pendidikan untuk anak-anak di Kabupaten Sleman didukung oleh 224 taman bermain, 573 PAUD, dan 534 sekolah taman kanak kanak. Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan.

Pembangunan bidang kesehatan mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, sehingga rata-rata usia harapan hidup 76,01 tahun atau di atas rata-rata provinsi 74 tahun dan nasional 70,6 tahun.

Selain itu, angka kematian bayi per kelahiran hidup sebesar 4,60, atau lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan nasional 34 per KH.

Pada tahun 2013 angka kematian ibu melahirkan 63,70 orang per kelahiran hidup, dibawah angka provinsi yaitu 124 per kelahiran hidup dan angka nasional 226 per kelahiran hidup.

Kondisi persentase gizi buruk balita 0,37% masih lebih baik dibanding provinsi (0,68%) dan nasional (4,9%),  dan persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan pada tahun 2013 sebesar 99,90% lebih baik dari angka nasional yaitu 95%.

Sementara itu Ketua BKB Rias Padukuhan Degolan, Dian , melaporkan bahwa BKB Degolan ini berdiri sejak tahun 2005  tetapi banyak kendala sehingga belum begitu kelihatan hasilny.

Namun pada tahun 2013 yang lalu, BKB Rias ini dipusatkan di Balai Umbul yang dibangun di atas tanah Kas Desa Umbul Martani dan hingga sekarang juga perkembangannya sangat luar biasa.