Rapat Rutin Badan Keswadayaan Masyarakat

Turi – Sabtu (21/10) pukul bertempat di Kantor BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Bakti Manulgal Donokerto, diadakan rapat BKM.

Dalam rapat dihadiri anggota BKM, Fasilitator Kelurahan (Faskel), dan semua Unit Pemerintahan (UP) yaitu Unit Keuangan, Unit Sosial, dan Unit Pembangunan.

Pembukaan dilakukan oleh Koordinator BKM, Sagi Wibowo dengan pernyataan bahwa masa kerja periode 2010/2017 sudah akan habis. Selanjutnya diminta agar calon dari masing-masing pedukuhan untuk segera masuk.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Faskel yaitu Basuki yang menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Perkembangan KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dimana pelatihan sudah dilaksanakan
  2. Review mengenai sampah,kebakaran, dan saluran air akan segera diadakan
  3. Media Warga
  4. Pemilu BKM akan dilaksanakan pada Sabtu, 11 November 2017 di Aula Desa Donokerto.
  5. Program KOTAKU.

Selanjutnya dilanjutkan dengan laporan dari:

  1. Sekretariat, membahas persiapan Pemilu BKM, sejauh ini sudah siap 95 persen dan mengenai anggaran di sekretariat masih ada uang sejumlah Rp ,-
  2. Dari UPS di kas ada Rp ,-.
  3. Dari Unit Keuangan melaporkan laporan laba rugi, serta laporan pemasukan dan pengeluaran (Suharno)



Turi Gelar Rapat Bahas Media Warga

Turi- BKM (Badan Keswadayaan Masyarakat) Donokerto menyelenggarakan pertemuan pada Sabtu (16/9) pukul WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 peserta, yang terdiri dari Faskel (Fasilitator Kelurahan) 2 orang, anggota UPK (Unit Pengelola Kegiatan), UPL, dan UPS. Pertemuan dipimpin oleh Koordinator, Bapak Sagi.

Pertemuan ini membahas beberapa hal, seperti laporan UPK tentang perkembangan keuangan, laporan UPS tentang perkembangan kambing, laporan dari UPL dilanjutkan pembahasan tindak lanjut, laporan peserta pelatihan tentang penangan lokasi yang kumuh, dan pemilihan BKM periode 2018 dari tata tertib, teknik pemilihan, hingga pelaksanaannya.

Selain itu, Ibu Efi dari Faskel menjelaskan tentang terkait media warga yang ada di Donokerto, yaitu buletin yang terbit 4 kali selama setahun dikoordinatori Ibu Haryani. Kemudian media warga lainnya adalah foto novela, foto lokasi kumuh, dan banner.

Pertemuan berakhir pada pukul WIB dan ditutup dengan doa.