Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan di seputar Taman Wisata Kaliurang, Minggu (31/12).
Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan datangnya tahun baru 2018. Sesuai dengan tema untuk perayaan tahun baru kali ini, yakni “Kaliurang Menyanyi dan Menari”, terdapat tiga panggung di Kaliurang yang disiapkan. Pertama, Panggung Tlogo Putri yang menampilkan berbagai orkes Melayu dan Dangdut. Kemudian di seputaran Wisma Sembada atau depan Panggung Udang, diselenggarakan Koespolus-an dan tarian Poco-Poco. Semnetara, panggung utama berada di Gor Kaliurang yang mementaskan grup band Letto.
Sebelum acara dimulai Dinas Pariwisata Sleman menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan untuk Lomba Pejor, Lomba Lampion, dan Lomba Fotografi yang diikuti oleh masyarakat lokal Kaliurang dengan tema “Flora dan Fauna Lereng Merapi”.
Menurut Surdaningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, salah satu tujuan diselenggarakannya berbagai acara dengan terkonsentrasi di beberapa destinasi wisata ini yaitu agar bisa menyongsong tahun baru dengan baik, aman, dan terkendali tanpa ada kemacetan lalu lintas.
Sudarningsih menyampaikan bahwa target wisatawan untuk perayaan tahun baru kali ini telah tercapai bahkan lebih dari target awal.
“Kita targetkan terdapat 6 juta wisatawan, dan ini melebihi target awal sampai wisatawan. Sekarang kelebihannya sekitar 7 juta dan menyeluruh di berbagai destinasi di Sleman seperti Tebing Breksi dan Taman Kuliner Condong Catur, dan 3 spot di Kaliurang.”
Selain di Kaliurang, Dinas Pariwisata juga menyelenggarakan perayaan tahun baru di Tebing Breksi dan di Taman Kulinet Condong Catur. Kedua tempat ini menyajikan beberapa hiburan seperti pentas band, angklung, dan permainan tradisional. “Sehingga di beberapa tempat memang kita selenggarakan sehingga massa tidak terkonsentrasi di suatu tempat tapi menyebar,” ungkap Surdaningsih.
Di tahun yang baru ini, Surdaningsih berharap akan ada lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Sleman, baik itu wisatawan nusantara maupun mancanegara.
“Karena kita sudah menyiapkan event internasional yang bisa diikuti nantinya. Ada Sleman Temporan, Jogjakarta Internasional Heritage Work, kemudian kita mengagendakan event Sleman Fashion Festival, serta tour ke Prambanan dan Merapi,” tambah Surdaningsih.
Selain itu, Sudarningsih juga menyampaikan bahwa Sleman akan mengadakan pembenahan-pembenahan di berbagai destinasi. “Kita buat instalasi instalasi dengan harapan para wisatawan bisa merasa lebih aman dan nyaman sehingga bisa lebih ramai,” terangnya.