Sambut Libur Imlek, Wisata Kaliurang Pentaskan Seni Topeng Ireng

 Turi – Dalam rangka menyambut liburan Imlek sekaligus liburan panjang, obyek Wisata Kaliurang menyelenggarakan pentas berbagai macam kesenian tradisional maupun modern di Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan untuk menarik pengunjung di obyek Wisata Kaliurang yang mana merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang Kabupaten Sleman dan merupakan penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman yang cukup besar.

Salah satu kesenian yang ditampilkan pada Jumat (16/2) di Tlogo Putri Kaliurang adalah Seni Topeng Ireng Arka kawedar yang beralamat di Dusun Kadiluwih Margorejo Tempel. Seni topeng ini merupakan binaan dari Kesenian Topeng Ireng Siswo Kawedar Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Pementasan seni topeng yang dimulai dari pukul WIB sampai pukul WIB ini berjalan lancar dan cukup meriah dikarenakan cuaca cukup cerah sehingga penonton antusias untuk melihat pementasannya.

Pementasan ini ternyata tidak hanya diadakan saat liburan hari raya tetapi setiap hari Minggu dan juga setiap Sabtu malam. Ini untuk menambah destinasi wisata seni tradisional yang ada di Obyek Wisata Kaliurang serta untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Sleman. (Harman)




Rayakan Tahun Baru di Beberapa Destinasi Wisata Sleman

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan di seputar Taman Wisata Kaliurang, Minggu (31/12).

Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan datangnya tahun baru 2018. Sesuai dengan tema untuk perayaan tahun baru kali ini, yakni “Kaliurang Menyanyi dan Menari”, terdapat tiga panggung di Kaliurang yang disiapkan. Pertama, Panggung Tlogo Putri yang menampilkan berbagai orkes Melayu dan Dangdut. Kemudian di seputaran Wisma Sembada atau depan Panggung Udang, diselenggarakan Koespolus-an dan tarian Poco-Poco. Semnetara, panggung utama berada di Gor Kaliurang yang mementaskan grup band Letto.

Sebelum acara dimulai Dinas Pariwisata Sleman menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan untuk Lomba Pejor, Lomba Lampion, dan Lomba Fotografi yang diikuti oleh masyarakat lokal Kaliurang dengan tema “Flora dan Fauna Lereng Merapi”.

Menurut Surdaningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, salah satu tujuan diselenggarakannya berbagai acara dengan terkonsentrasi di beberapa destinasi wisata ini yaitu agar bisa menyongsong tahun baru dengan baik, aman, dan terkendali tanpa ada kemacetan lalu lintas.

Sudarningsih menyampaikan bahwa target wisatawan untuk perayaan tahun baru kali ini telah tercapai bahkan lebih dari target awal.

“Kita targetkan terdapat 6 juta wisatawan, dan ini melebihi target awal sampai wisatawan. Sekarang kelebihannya sekitar 7 juta dan menyeluruh di berbagai destinasi di Sleman seperti Tebing Breksi dan Taman Kuliner Condong Catur, dan 3 spot di Kaliurang.”

Selain di Kaliurang, Dinas Pariwisata juga menyelenggarakan perayaan tahun baru di Tebing Breksi dan di Taman Kulinet Condong Catur. Kedua tempat ini menyajikan beberapa hiburan seperti pentas band, angklung, dan permainan tradisional. “Sehingga di beberapa tempat memang kita selenggarakan sehingga massa tidak terkonsentrasi di suatu tempat tapi menyebar,” ungkap Surdaningsih.

Di tahun yang baru ini, Surdaningsih berharap akan ada lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Sleman, baik itu wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Karena kita sudah menyiapkan event internasional yang bisa diikuti nantinya. Ada Sleman Temporan, Jogjakarta Internasional Heritage Work, kemudian kita mengagendakan event Sleman Fashion Festival, serta tour ke Prambanan dan Merapi,” tambah Surdaningsih.

Selain itu, Sudarningsih juga menyampaikan bahwa Sleman akan mengadakan pembenahan-pembenahan di berbagai destinasi. “Kita buat instalasi instalasi dengan harapan para wisatawan bisa merasa lebih aman dan nyaman sehingga bisa lebih ramai,” terangnya.




Cintai Satwa Karena Satwa Punya Hak yang Sama

Gamping – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta menyelenggarakan Festival Satwa Hasil Penangkaran, Sabtu (4/11) pukul WIB di Pendopo Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Gamping.

Hadir dalam acara ini, Kepala Balai BKSDA Yogyakarta Ir. Junita Parjanti, Kepala Kantor PPPEJ diwakili Dr. Dwi Widiastuti, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Babinsa Ambarketawang, Sumardjo, dan perangkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala BKSDA menyampaikan festival tahun ini mengangkat tema ‘Melaraskan Konservasi dan Budaya’. Masyarakat diharapkan senantiasa mencintai satwa dan lingkungannya, salah satunya Gelatik Jawa karena satwa juga mempunyai hak yang sama dengan makhluk lainnya.

Gelatik Jawa adalah burung monomorfik, artinya sulit dibedakan antara burung jantan dan burung betina. Meski bisa bersarang di berbagai jenis habitat, bukan berarti jumlah Gelatik Jawa di alam banyak. Kecantikan dan nyanyian merdu Gelatik Jawa membuat masyarakat banyak yang menangkap Gelatik Jawa menggunakan jaring dan pulut (perekat) yang dipasang di dekat tempat bertengger.

Melihat kondisi ini BKSDA terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi penangkapan terhadap Gelatik Jawa di alam. (Adnan Nurtjahjo)




Midodareni Mengawali Prosesi Bekakak Gamping

Gamping – Kamis (2/11) pukul WIB bertempat di Pendopo Bekel (Dukuh) Gamping Kidul, pembuatan boneka pengantin bekakak dimulai.

Bahan dasar dari pembuatan boneka pengantin bekakak ini adalah tepung beras ketan dan beras jawa dicampur dengan air jernih, dibentuk bulat seperti bola kemudian dikukus menggunakan tungku kayu bakar. Setelah adonan jadi, selanjutnya dibentuk menjadi sepasang pengantin menggunakan kerangka yang terbuat dari bambu. Di bagian lehernya diberi cairan gula jawa sebagai darahnya.

Pada pukul WIB, pengantin bekakak dilengkapi sesaji diarak menuju Balai Desa Ambarketawang dengan dikawal prajurit HB I Wirosuto, gendruwo, wewe, tetekan dengan penerangan obor. Sesampai di balai desa, pengantin bekakak beserta semua perlengkapan sesaji saparan disambut oleh Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto.

Selanjutnya, dibawa masuk ke dalam Gedung Serbaguna untuk disemayamkan. Pemotongan tumpeng penanda dimulainya prosesi upacara adat saparan bekakak dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Acara midodareni juga dihadiri Camat Gamping Abu Bakar, Sekretaris Camat, Rasyid Ratnadi,  Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Gustan Ganda, Wakil Danramil 17/Gamping Kapten Chb Suwardi, Kapolsek Gamping Kompol, Herwinedi, beserta seribu orang masyarakat Gamping. Sebagai penutup acara midodareni yaitu pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Dalang Ki Rekso Sutono Hadi Sugito dari Kulon Progo. (Adnan Nurtjahjo)




Festival Budaya dan Kuliner Sleman Berlangsung Semarak

Bali 2Sleman – Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 telah berlangsung semarak selama 3 hari mulai tanggal 27-29 Mei 2016 dengan berbagai sajian atraksi dan sajian kuliner tradisional khas Sleman. 

Seluruh rangkaian kegiatan Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 ditutup secara resmi oleh Penjabat Sekda Sleman, Drs Iswoyo Hadiwarno di Taman Kuliner Condongcatur Depok Sleman, Minggu (29/5). Demikian disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, Senin (30/5).

Dalam festival tersebut diambil para penampil terbaik untuk masing-masing kategori, yaitu penampil terbaik Langen Carito dari SD Kanisius Sengkan Kecamatan Depok, Penampil terbaik Dolanan Anak SD Sinduadi Mlati, penampil terbaik Seni Kerakyatan Kethek Ogleng dari Gadingan Ngaglik, dan Penampil Favorit Langentaya dari Surowangsan Turi.

Sedangkan penampil terbaik kelompok Jathilan adalah Turonggo Pancawisesa dari Sidokarto Godean, dan penampil terbaik Kesenian Religius Kuntulan Bekti Rosul dari Sendangagung Minggir.

Sedangkan untuk festival kuliner “Kangen Sleman” dengan kategori lauk terbaik 1 RM Bonda Merapi, terbaik 2 Kurabu Angkringan Kichen, terbaik 3 Sego Wiwit dari Desa Wisata Tanjung Donoharjo Ngaglik.

Untuk kategori jajanan pasar terbaik 1 Jadah Tempe Kaliurang, terbaik 2 Susu Kambing Etawwa, terbaik 3 Sagon. Dan untuk lomba foto kuliner terbaik 1 karya Etty Karya Pertiwi, terbaik 2 Surono Tri Anggodo, terbaik 3 Rahadian Jati, dan Foto Favorit karya Rizqi Kusuma Putri.

Untuk lomba logo Kangen Sleman terbaik Kuncoro Ari Prabawa, dan Lomba Logo Sleman Temple Run terbaik Surono Tri Anggodo. Para prestator dalam Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 tersebut memperoleh penghargaan yang berupa tropy dan uang pembinaan.

Penjabat Sekda Iswoyo Hadiwarno mengatakan bahwa ajang Festival Budaya dan Kuliner Sleman 2016 merupakan sarana yang efektif untuk upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya. Melalui event tersebut dapat menjadikan wahana apresiasi bagi para pelaku seni budaya, serta masyarakat pada umumnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dipentaskan pertunjukan tari KRT Pringgodiningrat dan tari eksibisi dari Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Riau, Provinsi Bali serta Grup Band “Rubah di Selatan” dari ISI Jogja dan Sendratari Ramayana dari Sanggar “Sekar Jagad” Mutihan Sambirejo Prambanan.