Film Sebagai Wahana Komunikasi Antarbudaya dan Pembangun Karakter Bangsa

Turi – Dinas Kebudayaan Sleman mengadakan Sarasehan Film tahun 2017, Rabu (22/11) mulai pukul WIB di Dalem Notoraharjan. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Aji Wulantoro, yang secara langsung membuka acara tersebut.

Acara ini juga diikuti oleh Ketua Desa Budaya se-Kabupaten Sleman, pendamping desa budaya, dan perwakilan kecamatan di desa budaya tersebut. Sedangkan sebagai pembicara, Lilik Kustanto (ISI Yogyakarta), Lucia Ratnaningdyah Setyowati (ISI Yogyakarta), Suwatno Pringgowidakdo (UNY), dan Marzuki (UNY).

Dalam sambutanya, Kepala Dinas Kebudayaan Sleman berharap melalui sarasehan ini, semua pengiat dan pelaku budaya bisa selalu menjaga dan menjunjung tinggi budaya yang ada di daerah masing masing. Aji juga merasa prihatin dengan film saat ini yang tidak mengangkat budaya yang ada di Indonesia.

“Sangat sedikit film yang melibatkan ragam budaya di Indonesia, sebagai contoh film yang mengangkat kebudayaan kita yaitu, Laskar Pelangi yang dalam naratifnya mengandung kebudayaan,” tutur Aji.

Film-film dengan budaya Indonesia ini diungkapkan Aji sebenarnya bisa membendung budaya asing yang sangat mudah dan cepat masuk ke Indonesia.

Dalam kesempatan ini, juga dikenalkan cara mebuat narasi dan cara menilai sebuah film. Ke depannya setiap desa budaya diharapkan bisa membuat film budaya yang memuat karakter kebudayaan dan adat-istiadat setempat untuk pembelajaran anak-anak sekolah sehingga kebudayaan Indonesia tidak punah. (Harman)




Ruang Kreatif Film, Animasi, dan Video akan Dibangun di Sleman

Geliat Jogja Creative Society (JCS) sebagai sebuah komunitas kreatif di bidang film, animasi, dan video mendapat perhatian dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). JCS mendapat bantuan dari Bekraf senilai Rp 2,58 miliar berupa revitalisasi ruang kreatif, sarana dan bantuan peralatan studio.

Ruang kreatif itu bernama Sleman Creative Space yang direncanakan berlokasi di kompleks Taman Kuliner Condong Catur dan akan berfungsi sebagai pusat industri kreatif bidang film, animasi dan video khususnya di Sleman. Sleman Creative Space ini adalah pilot project sinergi bersama antara komunitas kreatif, pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis film, animasi dan video di Sleman.

Di dalamnya akan terdapat fasilitas ruang putar indoor, area layar tancap, animation render farm, mini studio dan outdoor gallery sehingga bisa makin mempercepat dan memperbanyak lahirnya karya-karya dari Sleman yang sebetulnya selama ini sudah mendunia.

Selasa (22/8) lalu di Kantor Bupati Sleman komunitas JCS beraudiensi dengan Bupati Sleman Sri Purnomo sebagai upaya bersinergi dalam membuat sebuah wadah yang bisa menjadi tempat berkarya bersama bagi penggiat film dan animasi. Sri Purnomo sangat mendukung upaya JCS karena industri kreatif film, animasi, dan video selama ini terbukti mampu menggerakkan subsektor ekonomi kreatif lainnya seperti merchandise, fashion, advertising dan lainnya yang secara umum mendongkrak perekonomian di Sleman.

“Adanya pembangunan proyek bersama ini diharapkan dapat menginisiasi industri-industri kreatif lainnya di Kabupaten Sleman,” kata Sri Purnomo.