Gamping Siap Layani Warga di Gedung Baru

Gamping – Senin (16/1) pukul WIB, dengan selesainya pembangunan gedung kantor yang baru, Pemerintah Kecamatan Gamping mengadakan doa bersama sebelum menempatinya.

Acara ini berlangsung di Pendopo Kecamatan Gamping Patukan Ambarketawang. Hadir pula dalam kegiatan ini undangan yang berasal dari personil pemerintah desa se-Kecamatan Gamping, Koramil 17 Gamping, Kepolisian Sektor Gamping, Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kecamatan Gamping, UPK, KUA, FKDM, KIM dan Panwaslu Gamping, serta perwakilan RT/RW setempat.

Syukuran gedung dengan lahan seluas m2 dan luas bangunan 740,03 m2 ini diisi dengan membaca surat Yasin dan doa yang dipimpin oleh Kepala KUA Gamping H. Jaenudin didampingi oleh Camat Gamping Abu Bakar, Sekretaris Camat Gamping Rasyid Ratnadi, Wadanramil Kapten Suwardi, dan Kanit Binmas Ipda Totok Subiyantoro.

Setelah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, prosesi dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Camat Gamping sebagai pertanda terhitung mulai tanggal 17 Januari 2018 gedung 3 lantai yang representatif ini siap digunakan untuk melayani masyarakat Kecamatan Gamping. (Adnan Nurtjahjo)




Bupati Sleman Resmikan 11 Gedung Baru

bupatiSleman – Sebanyak 11 gedung baru di Kabupaten Sleman diresmikan langsung oleh Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI. Peresmian ditandatangani dengan penandatanganan prasati di  gedung baru Pasar Sleman Unit II, Selasa (27/12).

Sri Purnomo menyampaikan bahwa peresmian tersebut merupakan hasil pembangunan fisik yang selesai pada semester kedua tahun 2016. Adapun pelaksanaan pembangunan meliputi gedung baru Markas Damkar Kecamatan Godean, Pasar Sleman Unit II, Perpustakaan SMK N 1 Cangkringan, Puskesmas Rawat Inap Godean I, Seyegan, Berbah,  dan Puskesmas Tempel I. Selain itu pembangunan penambahan ruang di Puskesmas Kalasan dan Puskesmas Gamping II.

Untuk kantor Kecamatan yaitu Kantor Kecamatan Kalasan dan Mlati, Sampai Tahun 2016 ini Pemkab Sleman telah menyelesaikan pembangunan 10 kantor Kecamatan dari 17 kantor kecamatan di wilayah Kabupaten Sleman.

“Pembangunan ini merupakan bukti komitmen dan upaya nyata dari Pemkab Sleman dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Dengan gedung yang representatif, diharapkan pelayanan pada masyarakat akan semakin cepat, nyaman, dan mudah,” jelas Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan bahwa dapat dirasakan bersama adanya pertumbuhan permukiman dan sektor jasa di wilayah Kabupaten Sleman bergerak dengan relatif cepat. Konsekuensi logis dari pertumbuhan tersebut adalah pemerintah daerah harus mampu mengimbangi dengan pemberian pelayanan yang prima, baik dalam memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat, pelayanan administrasi, maupun pelayanan jika terjadi kebencanaan.

Sementara, Kepala Bagian Administrasi dan Pengendalian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Sungkana SST MEng menyampaikan bahwa dari data APBD Tahun 2016, Anggaran Belanja Langsung sejumlah Rp 1,07 trilyun dan sekitar Rp 911 miliar atau 84,79 % merupakan pengeluaran dalam rangka pengadaan barang dan jasa serta belanja modal.

“Penyerapan anggaran sampai triwulan I sebesar 7,02%, sampai triwulan II sebesar 28,54%, sampai triwulan III sebesar 45,95% dan sampai triwulan IV hingga tanggal 22 Desember sebesar 90,21%,” jelas Sungkana.

Diinformasikan pula bahwa sebelas gedung tersebut terdiri dari prasarana perekonomian pada Pasar Sleman Unit II dengan total dana Rp 32,799 miliar yang dilaksanakan dalam tahap 3 (tahun 2014-2016), prasarana pendidikan pada ruang perpustakaan SMKN I Cangkringan senilai Rp 318,43 juta, prasarana kesehatan meliputi puskemas rawat inap Godean I  (Rp 3,53 miliar),

Dan, Kalasan (Rp 1,92 miliar), Berbah (Rp 1,98 miliar), Seyegan (Rp 3,68 miliar), Tempel I (Rp 4,28 miliar), Gamping II (Rp 2,43 miliar), serta prasarana pelayanan pemerintahan gedung kantor Kecamatan Kalasan (Rp 3,80 miliar), Kecamatan Mlati (Rp 3,69 miliar), Gedung Markas Pemadam Kebakaran (Rp 3,34 miliar ).

Pada peresmian tersebut Bupati Sleman Sri Purnomo secara simbolis menyerahkan kunci gedung baru serta penyerahan surat ijin tempat usaha bagi para pedagang yang akan menempati los Pasar Sleman Unit II.




Desa Sambirejo Prambanan Miliki Gedung Baru

Peresmian GedungSleman – Pembangunan gedung baru kantor Desa Sambirejo di dusun Gunungsari, Sambirejo Prambanan, Sleman telah selesai dilaksanakan. Gedung yang berada di selatan bangunan lama tersebut bahkan telah  diresmikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dengan penandatanganan prasasti serta pemotongan tali pita tirai papan nama  bersama Camat Prambanan, Abu Bakar SSos MSi, pekan lalu.

Kepala Desa Sambirejo, Mujimin mengungkapkan bahwa kantor desa seluas 282 m2 tersebut mulai dibangun pada September 2014 dengan total biaya pembangunan sebesar Rp 645,5 juta.

“Selain dari anggaran, kami juga mendapatkan bantuan dari dana revitalisasi gotong royong DIY dan bantuan Pemkab Sleman serta swadaya masyarakat,” kata Mujimin, Rabu (30/3).

Mujimin juga menambahkan pembangunan gedung kantor desa tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada warga masyarakat dikarenakan beberapa bagian bangunan lama sudah tidak mendukung kinerja pemerintah desa karena mengalami kerusakan.

“Rencananya bangunan lama tetap akan kami manfaatkan untuk ruang kerja BPD, PKK, Karang taruna, dan Gapoktan,” tambah Mujimin.

Senada dengan Mujimin, Camat Prambanan Abu Bakar juga mengharapkan bahwa gedung kantor desa yang baru ini dapat difungsikan secara maksimal untuk meningkatkan pelayanan  khususnya pada warga Sambirejo.

Menurutnya dengan persiapan yang sudah mulai dilaksanakan, rencananya tahun depan Sambirejo akan turut serta dalam lomba desa mewakili Kecamatan Prambanan.

Sementara Sri Purnomo mengungkapkan bahwa Sambirejo memiliki potensi wisata seperti Tebing Breksi dan Candi Ijo serta potensi produksi batu alam yang dapat meningkatkan penghidupan masyarakat.

Karena itu Sri Purnomo menghimbau pada Pemerintah Desa Sambirejo untuk mengembangkan potensi yang ada agar kedepannya Sambirejo dapat menjadi salah satu tujuan utama destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman.




Tahun Baru, Pelayanan Perizinan Pindah ke Gedung Baru

Gedung Baru BPMPPTSleman – Mulai hari Senin 4 Januari 2016 Pelayanan Publik yang dilakukan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) pindah ke gedung baru tiga lantai seluas  dengan luas tanah  di bekas SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) di Beran Lor, Tridadi, Sleman.

Kepindahan tersebut dimaksudkan agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal, mengingat kantor yang lama sudah kurang representative dengan semakin tingginya kuantitas pelayanan perizinan kepada masyarakat.

“Dengan menempati gedung kantor BPMPPT yang baru, diharapkan akan lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” kata Kepala BPMPPT Kabupaten Sleman, Purwatno Widodo SHCn saat dijumpai diruang kerjanya, Selasa (29/12).

Lebih lanjut disampaikan Purwatno bahwa BPMPPT yang terdiri satu Sekretariat dan  lima bidang yaitu Bidang Penanaman Modal, Bidang Pendaftaran, Informasi dan Pengaduan Perizinan, Bidang Perizinan Pertanahan, Bidang Perizinan Bangunan dan Bidang Perizinan Gangguan Usaha dan Jasa, dengan jumlah pegawai 65 orang akan menempati gedung baru berlantai tiga yang lebih representatif.

Menurut Purwatno, akses menuju Kantor BPMPPT dari jalan Magelang arah selatan sebelum lampu merah Beran Lor belok ke kiri akan tampak jelas gedung baru tersebut.

Sementara bagi masyarakat yang dari arah utara jalan Magelang bisa belok kanan di perempatan lampu merah Beran Lor – menuju Jalan Parasamya dan diutara Balaidesa Tridadi belok  kiri, sedang bagi masyarakat yang dari arah Kabupaten Sleman (jl. Parasamya) bisa ke utara dan di pertigaan utara Balai Desa Tridadi masuk ke kanan.

Diakui Purwatno  memang letak gedung yang baru tersebut agak kedalam, namun demikian untuk memudahkan akses masuk ke kantor tersebut akan diberi petunjuk jalan. Untuk lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang datang ke Kantor BPMPPT, para tahun 2016 akan dilakukan penataan akses masuk baik untuk pengunjung yang melalui Jl. Magelang, maupun yang melalui Jl. Parasamya.

“Yang jelas  Pemeritah Kabupaten Sleman berupaya untuk memberikan pelayanan perizinan yang lebih baik karena semua pelayanan perizinan ada di satu tempat. Bagi kaum difabel meskipun belum semuanya fasilitas tersedia, tetapi disamping ada tangga juga ada jalan khusus bagi kaum difabel,” tambah Purwatno.

Untuk pelayanan tanggal 30-31 Desember 2015 tersebut BPMPPT hanya melayani setengah hari/hanya sampai jam WIB karena dalam proses perpindahan berbagai sarana/prasarana perkantoran, hingga masyarakat diharap maklum, namun mulai bulan Januari 2016 nanti pelayanan sudah normal seperti biasa.

Yang menarik di komplek gedung yang baru tersebut akan tersedia berbagai fasilitas, seperti ruang tunggu, tempat bermain anak-anak, ruang laktasi, Mushola dan lainnya.