Pemkab Sleman Gelar Peringatan Isra Miraj

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Agung Dr Wahidin Soedirohusodo, Selasa (3/6).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, PNS di Lingkungan Pemkab Sleman,  Anggota TNI/Polri,  siswa SMU terdekat dan masyarakat.

Di awal acara disampaikan laporan oleh Drs Heri Sutopo MM, Kepala Bagian Kesra Sleman, bahwa peringatan Isra Miraj ini mengusung tema “Dengan Sholat akan dijauhkan Perbuatan Keji dan Munkar”.

Selain itu juga diberikan batuan dari Baznas Kabupaten Sleman uang sebesar Rp430,60 juta untuk Fi Sabilillah 95 Asnaf, Pembangunan 21 masjid, 9 mushola, Lembaga TPA/Ponpes 65 lembaga, fakir miskin dan mualaf.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekda Sleman dr Sunartono MKes kepada panitia pembangunan Al Huda Argomulyo, Cangkringan sebesar Rp1 Juta,  panitia pembangunan mushola SDN Jati Sari, Jaten, Sendangadi, Mlati sebesar Rp1 juta,  serta bantuan fakir masing-masing kepada Ny Mardiyem dan Wiryo Sutarmo dari Padukuhan Terwilen Desa Margodadi,Seyegan.

Mewakili Bupati Sleman, Sekda Sunartono menyampaikan peringatan Isra Miraj menjadi jadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun peradaban, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh umatnya.

Proyeksi awal dari peristiwa Isra Miraj adalah menciptakan jalan pencerahan untuk membebaskan diri dari sisi gelap (dark side) pengamalan dan sejarah kemanusiaan.

Shalat lima waktu yang diperintahkan Allah SWT dalam peristiwa Isra Miraj tidak semata-mata ditafsiri sebagai kewajiban yang sifatnya ritual an sich, melainkan wahana untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran di muka bumi.

Berkenaan dengan hal tersebut, melalui peringatan Isra Miraj ini, Senartono mengajak seluruh hadirin untuk selalu meningkatkan kualitas shalat karena perintah shalat mempunyai tendensi agar umat Islam melakukan manajemen waktu dengan baik.

“Jadi kita sebagai umat Islam dituntut untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, baik itu hubungan hidup antara makhluk dengan Khaliq maupun juga hubungan antar sesama makhluk,” katanya.

Sedang ceramah pengajian disampaikan oleh Drs Arif Gunadi, MPdI dari kantor Wilayah Kementrian Agama DIY intinya memaknai Isra’ Mi’raj.




Pemkab Sleman Kembali Gelar Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya

Sleman – Salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman tahun 2014 ini, akan diselenggarakan pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman. Acara ini terselenggara atas kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS).

Pameran potensi daerah dan ragam budaya Kabupaten Sleman, diselenggarakan pada tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014, jam s.d. , di Komplek Gedung Serbaguna dan lapangan Denggung, Beran, Tridadi Sleman, dengan mengusung tema ”Memanfaatkan Produk Lokal Untuk Meningkatkan Kesejahteraaan Masyarakat”.

Kegiatan ini merupakan sebuah media unjuk produk bagi UKM, Kelompok Tani, serta berbagai industri baik sedang maupun besar dari berbagai daerah, khususnya dari wilayah Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diharapkan juga mampu menggerakkan ekonomi produktif dan kreatif menjelang pasar bebas ASEAN 2015.

Di ajang PPD kali ini terdapat 309 stand yang bersal dari instansi pemerintah, UKM binaan SKPD,UKM luar Sleman, Mitra Pemda Sleman, perbankan dan binaannya, UKM binaan PMPM Mandiri, lembaga vertikal, perguruan tinggi, potensi pendidikan Paud, TK, SD, SMP, SMA/SMK, potensi kecamatan, potensi pertanian, perikanan dan peternakan, dan perusahaan komersial.

Di arena PPD juga tersedia zona stang khusus kuliner, sehingga pengunjung tidak akan jauh-jauh jika ingin menikmati kuliner yang lezat dan hyegenis. Selain itu, juga tersedia zona permainan anak. Untuk mendorong kreativitas peserta/stand, akan dilakukan penilaian estetika stand dan akan ditentukan juara 1 hingga 5 untuk mendapatkan hadian dari Pemkab Sleman.

Selain PPD, perhalatan kali ini juga akan festival budaya Sleman dan festival karya seni aiswa. Pada festival gelar budaya Sleman akan menampilkan, kesenian kolosal dari 17 kecamatan yang akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam .

Festival karya seni siswa akan tampil di panggung hiburan setiap hari mulai jam hingga jam . Dalam festival gelar budaya Sleman, grup kesenian yang tampil, akan dinilai dan ditentukan juara 1 hingga juara 5 yang akan mendapatkan hadiah pembinaan persembahan dari Bank Sleman.

Dalam perhelatan PPD dan Ragam Budaya tahun 2013, dari jumlah stand sebanyak 219  stand, besaran nominal transaksi yang terjadi pada event tahun 2013 selama 10 (sepuluh) hari mencapai lebih dari Rp2,5 milyar.

Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan pameran potensi daerah dan gelar budaya Kabupaten Sleman sudah mendapat apresiasi yang cukup besar bukan saja dari masyarakat tetapi juga pelaku ekonomi Sleman. Diharapkan perhelatan tahun ini, akan mendapatkan apresiasi yang lebih besar




Sleman Kembali Gelar Pameran Potensi Daerah Dan Gelar Budaya 2014

Sleman – Badan Promosi Pariwisata Kabupaten Sleman, bekerjasama dengan Pemkab Sleman, akan menyelenggarakan Pameran Potensi Daerah dan Gelar Ragam  Budaya Kabupaten Sleman tahun 2014 pada  tanggal 25 April sampai dengan 4 Mei 2014.

Pameran Potensi Daerah dan Gelar  Ragam Budaya  secara rutin diselenggarakan di kompleks lapangan Denggung, untuk  memperingati Hari jadi Kabupaten Sleman pada tanggal 15 Mei mendatang, dan juga Hari Pendidikan Nasional tanggal 2 Mei.

Ketua BPPS Jono Lesmana SE, Sabtu (5/4) kemarin mengatakan bahwa, Pameran Potensi Daerah dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman, yang dari tahun ke tahun  jumlah pengunjungnya terus meningkat, akan dikemas sebagai salah satu event  wisata keluarga.

“Tidak sekedar untuk sarana promosi potensi daerah dan sarana informasi dan komunikasi hasil pembangunan daerah kabupaten Sleman. Terlebih waktu  pelaksanaan pameran dan gelar budaya tersebut bersamaan dengan penyelenggaraan MTQ tingkat DIY  yang akan dipusatkan di Masjid Agung,” katanya,

Disisi lain, event tersebut diharapkan sebagai ruang bagi masyarakat Kabupaten Sleman untuk berkompetisi  menyiapkan diri menghadapi pasar bebas ASEAN pada tahun 2015 nanti.

Berkenaan dengan hal tersebut, PPD dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman th 2014 akan mengambil tema,  memanfaatkan produk lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Stand yang disiapkan ada sekitar 300 stand yang diperuntukkan bagi  instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Sleman dan binaanya, BUMD, Instansi Mitra Pemkab Sleman, lembaga pendidikan SD sampai dengan Perguruan tinggi, pengelola wisata, UKM, produk pertanian dan kuliner. Selain itu juga  diberikan ruang untuk permainan anak dan sektor informal.

Pendaftaran dilaksanakan mulai tanggal 7 April sampai tanggal 21 April. Tempat pendaftaran di Sekretarian Panitia PPD dan Gelar Ragam Budaya Kabupaten Sleman 2014 di Bagian Humas sekretariat  daerah Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Jono Lesmana mengemukakan bahwa untuk gelar ragam  budaya akan dilaksanakan setiap malam selama pameran berlangsung dengan pementasan potensi seni dari 17 kecamatan yang ada di kabupaten Sleman.

Pada tahun ini akan dilakukan penataan stand dan alur pengunjung yang lebih baik dan lebih nyaman. Alur pengunjung akan melewati semua stand. Bahkan Panitia juga akan memberikan hadiah bagi penunjung yang akan diundi setiap akhir Gelar Ragam Budaya.