Turi Dukung Penerapan Jam Belajar Masyarakat

Turi – Pada Selasa (12/9) di Kecamatan Turi diselenggarakan sosialisasi tentang Jam Belajar Masyarakat (JBM). Adapun peserta yang hadir ada 30 orang dari Desa, UPT Pendidikan, PKK Desa, Babinkamtibmas, Koramil, dan Perwakilan Sekolah.

Materi tentang JBM disampaikan oleh Amiruddin Najib. Di sini dijelaskan tentang kota pelajar, perkembangan generasi dan pendidikan, manfaat JBM, konsep dasar JBM, perbandingan pelaksanaan JBM dengan daerah lain, siapa saja yang terlibat di JBM, tokoh pendidikan Indonesia, dan proses pelaksanaan JBM.

Dalam sambutannya Camat Turi, Siti Anggraeni tak lupa menyampaikan mengenai peranan orang tua, peran dari pendamping, komitmen warga, dan fasilitas

Siti juga menghimbau agar desa-desa di Turi dapat membuat peraturan terkait JBM sehingga nantinya warga dan pemerintah bisa bergerak secara bersama-sama mensosialisasikan JBM ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya-jawab.




232 Guru Terima Sertifikat Pendidik

Bupati Sleman Serahkan SertifikatSleman – Sebanyak 232 guru di Kabupaten Sleman menerima sertifikat pendidik. Penyerahan sertifikat pendidik ini disampaikan oleh Bupati Sleman Drs Sri Purnomo MSI  di Hotel Prima SR Sleman, Senin (29/2) siang.

Menurut  Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Sleman, Arif Haryono SH  bahwa yang lolos sertifikasi sebanyak 232 orang guru dari 244 orang yang mengikuti seleksi. Sementara12 peserta dinyatakan tidak lolos.

Sri Purnomo pada kesempatan tersebut mengatakan sertifikat pendidik merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan kualitas pribadi guru sebagai pendidik. Dan yang harus diingat adalah bahwa dengan diterimanya sertifikat ini juga melekat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh para guru.

“Dengan menerima sertifikat berarti guru juga memperoleh hak untuk mendapatkan peningkatan kesejahteraannya sebagaimana telah ditetapkan dalam Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 dan sudah menjadi ketetapan,” kata Sri Purnomo.

Dengan peningkatan penghasilan ini sudah barang tentu kesejahteraan para guru akan meningkat. Namun perlu di ingat, bahwa diberikannya tunjangan sertifikasi pendidik adalah untuk meningkatkan kinerja, kapasitas, dan profesionalias guru.

“Ini menjadi kewajiban saudara-saudara yang harus saudara penuhi. Guru pemegang sertifikat harus profesional dan memiliki komitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan,” pesan Sri Purnomo.

Disampaikan pula bahwa dengan menerima sertifikat tersebut diharapkan agar para guru dapat termotivasi untuk meningkatkan kinerja, disiplin, dedikasi dan loyalitas untuk kepentingan masa depan bangsa dan negara. Selain itu guru juga dituntut untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui jalur pendidikan serta menumbuhkan kreativitas dan inovasi guru dalam pembelanjaran dan model pembelajaran.

Menurut Sri Purnomo, profesi guru adalah profesi yang luhur karena memiliki tujuan utama memanusiakan manusia, menjadi manusia lebih beradab, bernurani dan bermoral tinggi. Oleh karena itu para guru harus memiliki etos pengabdian yang tinggi dan selalu berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin meningkatkan kualitas dirinya.

“Proses sertifikasi guru, bukanlah sekedar upaya setiap guru untuk memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi. Namun proses sertifikasi harus dimaknai sebagai proses menuju perbaikan, menuju peningkatan kualitas diri, dan profesionalitas para pendidik,” tambah Sri Purnomo.

Yang menjadi tujuan utama dari sertifikasi ini adalah peningkatan mutu pendidikan, yang terlihat dari kualitas para peserta didik. Dengan demikian, semakin banyak para guru di Sleman ini yang telah memperoleh sertifikat pendidik, berarti kualitas para peserta didik harus lebih baik dari tahun lalu, yang terlihat pada hasil nilai akademik, perilaku, maupun karakter siswa.

Tantangan yang lain, yang juga harus dijawab oleh para guru adalah adanya tuntutan dari para orang tua siswa yang menuntut, kepada para guru yang telah bersertifikat, harus mampu meningkatkan kualitas peserta didik. Guru yang bersertifikat harus bisa menghasilkan out put yang lebih baik, jika dibandingkan dengan guru yang belum bersertifikat.




Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Berprestasi Audiensi ke Pemkab

Sleman – Bertempat di Ruang Rapat Bupati  Sleman dilaksanakan audiensi guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah berprestasi Kabupaten  Sleman 2015 yang akan maju seleksi ke tingkat Nasional, Senin (27/7). Dalam kesempatan tersebut rombongan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,  Arif Haryono SH membawa 5 orang Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah berprestasi yang akan maju seleksi nasional.

Adapun Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah yang akan maju ditingkat nasional lebih dahulu telah diseleksi di tingkat Kabupaten dan di tingkat Provinsi dan memperoleh hasil yang terbaik. Guru yang akan maju ke tingkat Nasional adalah Erna Yuli Agustin Guru TK Indriyasana Babadan Turi, Eni Norhidayati Guru SD Muhammadiyah Kadisoka Kalasan.

Untuk Kepala Sekolah yang akan maju seleksi tingkat nasional adalah Sri Maharjati Kepala TK ABA Sidoharjo Turi dan Mujiyono kepala sekolah SMK negeri 1 Cangkringan, sedangkan untuk pengawas sekolah adalah Sutarta pengawas SMA.

Rombongan tersebut diterima oleh Asisten bidang pembangunan, Dra Suyamsih MPDi. Suyamsih berpesan kepada para nominator yang akan maju ke tingkat pusat agar dapat menjaga diri dan nama baik Sleman dan DIY. Selain itu Suyamsih juga mengingatkan bahwa penilaian ini tidak saja pada administrasi tetapi juga pada perfromance baik prestasi maupun attitude.

Suyamsih juga menghimbau agar selama seleksi di tingkat pusat nominator agar sebelumnya berkoordinasi dengan pihak sekolah agar selama ketugasan penilaian pihak sekolah dapat menunjuk guru lain untuk melaksanakan proses belajar mengajar.

Para nominator yang akan maju seleksi ditingkat nasional ini memeperoleh bantuan transport masing-masing sebesar Rp. ,-. Hasil Seleksi nasional akan diumumkan bertepatan pada hari Guru yaitu di bulan November 2015.