Hari Jadi Sleman, Rehab 100 Rumah Keluarga Miskin

Sleman – Sebanyak 100 rumah keluarga miskin yang memiliki beban lingkungan dan beban sosial masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman bakal direhab oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman.

“Rehab rumah keluarga miskin tersebut dilakukan dalam rangka memperingati hari Jadi Sleman yang ke 100. Dan kegiatan tersebut oleh panitia dikemas dalam bakti sosial,” kata Ketua umum peringatan Hari Jadi Sleman ke 100, Sukarno SH MSi di Sleman, Kamis (14/4).

Menurut Sukarno, rehab rumah ini akan dilaksanakan di 86 desa yang ada di Sleman. Intinya satu desa satu rumah yang direhab.

“Kalau di Sleman ada 86 desa, selebihnya akan dilakukan skala prioritas dengan cara  verifikasi oleh panitia, sehingga nantinya ada satu desa mendapatkan 2 rumah yang direhab,” kata Sukarno.

Untuk pelaksanaan rehab rumah ini persyaratannya tidak perlu sertifikat, sehingga bagi warga yang ngindung milik orang lain asalkan pemiliknya boleh dibangun maka rumah tersebut akan dibangun.

Untuk melakukan bakti sosial rehab rumah keluarga miskin tersebut dari Pemkab Sleman menyediakan anggaran sebesar Rp 12 juta yang perinciannya Rp 11 juta untuk beli material, sedangkan yang Rp 1 juta untuk biaya tukangnya.

“Kegiatan rehab rumah ini direncanakan akan berakhir bulan Mei,” tutur Sukarno.

Dikatakan Sukarno, bakti sosial lainnya adalah pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) gratis untuk 170 IMB bagi warga miskin yang tersebar di 17 kecamatan. IMB gratis tersebut dikeluarkan oleh BPMPPT Sleman.

“Bakti sosial Hari Jadi Sleman ke 100 ini memang cukup spektakuler, karena banyak kegiatan yang membantu masyarakat. Selain rehab rumah dan pemberian IMB gratis ada juga beberapa bakti sosial dibidang kesehatan,” kata Sukarno.

Untuk bidang kesehatan diantaranya pemasangan kontrasepsi gratis bagi 240 orang. Kemudian pap smear gratis bagi 200 orang, operasi katarak gratis untuk 100 orang.

Selain itu pemberian kacamata gratis bagi 100 anak sekolah, sunatan masal untuk 100 anak dan pemberian alat bantu dengar untuk 100 orang.




Puncak Acara hari Jadi Kabupaten Sleman Berlangsung Meriah

IMG_3879Sleman– Puncak acara Hari Jadi Kabupaten Sleman ke 99  tahun 2015 berlangsung meriah  ditandai dengan upacara di Lapangan Denggung Sleman,  Jumat (15/5) sore. Dalam puncak acara tersebut beberapa Bregodo di Kabupaten Sleman ditampilkan sebanyak 51 Bregada, antara lain Cucuk lampah, Pembawa pusaka dan Rontek, Bregada BSW Gamping, Bregada Abdi dalem Kabupaten Sleman, Bregada Paguyuban Sekar Sedah, Bregada Gandrungarum Cangkringan, dan lainnya.

Dari beberapa bregada tersebut diberangkatkan dari 5 titik , yaitu dari Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Perempatan KPU, Ngancar Kidul, Jalan Gito-Gati dan Mulungan. Acara diawali dengan pengambilan pusaka Tumbak Kyai Turunsih, Lambang Sleman, Juaja Mega Ngampak, Bendera Merah Putih dan Umbul-umbul yang selanjutnya dikirab menuju Lapangan Denggung. Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara Sekda DIY Drs Ihsanuri mewakili Gubernur DIY.

Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman kali ini, meruapakan peringatan hari jadi yang ke-99. Pada tahun ini pula, merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2010 – 2015.  Masyarakat dan budaya Sleman menjadi salah satu sokoguru keistimewaan Jogja. Dan sebaliknya, Keistimewaan Jogja menjadi payung agung yang ngayomi, ngiyupi, dan ngayemi masyarakat dan budaya Sleman.

Oleh karena itu, dalam peringatan Hari Jadi ke-99 Kabupaten Sleman kali ini, tema yang di tetapkan adalah “DENGAN HARI JADI KE-99 KABUPATEN SLEMAN KITA KEDEPANKAN NILAI-NILAI BUDAYA DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT SLEMAN SEMBADA MENDUKUNG JOGJA ISTIMEWA”. Dengan bersendikan pada nilai-nilai budaya ini pula, berbagai tantangan dan hambatan yang mendera masyarakat Sleman, dapat kami atasi. Salah satu hambatan tersebut adalah terjadinya musibah erupsi Merapai di Tahun 2010 yang juga merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMD tahun 2010 – 2015.

Untuk memeriahkan acara dilapangan Denggung juga dipentaskan tari  Tepak-Tepak Pawestri garapan Eko Ferianto, SSN dengan 75 penari yang menggambarkan kegiatan masyarakat dalam bercocok tanam hal ini mengingatkan bahwa sebagai lumbung beras DIY Sleman perlu dipertahankan mengingat lahan pertanian saat ini terus berkurang untuk pembangunan fisik.

Sementara itu, dalam sambutan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X yang dibacakan Sekda DIY, Ihsanuri disampaikan agar Sleman tetap menjunjung tinggi nilai dan budaya Jawa dalam menyelenggarakan pemerintah dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu dalam bertindak juga harus mengedepankan keadilan serta dapat mengamalkan nilai dan budaya tersebut.




Bupati dan Wakil Bupati Potong Tumpeng Di Malam Tirakatan Hari Jadi Sleman

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman Drs. H. Sri Purnomo, MSI disertai oleh Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu. . , memotong tumpeng dalam acara tirakatan menjelang peringatan hari jadi ke-97 Kabupaten Sleman, 15 Mei, di Sleman Selasa (14/5) malam. Potongan tumpeng selanjutnya diserahkan kepada Ketua DPRD Sleman Kuswasnto, SH. dan kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Hari Jadi Sleman Drs. Mardiono.

Tirakatan ini dihadiri pula oleh Bupati beserta istri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sleman, Wakil Bupati beserta suami, Sekda, Assekda, Kabag, Kepala Dinas/kantor/ instansi di lingkungan Pemkab Sleman serta Camat.

Dalam kesempatan tersebut juga dibagikan trophy berbagai kegiatan lomba yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan hari jadi, meliputi Lomba Emisi Kendaraan bermotor Kategori injeksi Juara I Mobil Toyota Fortuner Bagian Umum, Kategori Karburator Juara I Toyota Kijang BKD Sleman, Kategori Diesel Juara I Isusu Elf Dinas Nakersos.

Untuk lomba kebersihan dan keteduhan kota kecamatan juara I Kecamatan Kalasan, Juara II Kecamatan Godean dan Juara III Kecamatan Mlati. Untuk Lomba kebersihan pasar tradisional kategori B juara I Pasar Kejambon dan kategori A juara I pasar Godean.

Sementara itu, menurut Drs. Mardiono, Ketua Panitia Hari Jadi, untuk lomba-lomba yang lain trophy telah diserahkan di tempat usai pelaksanaan kegiatan dimasing-masing lokasi. Dalam kesempatan ini, Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan malam tirakatan dalam rangka hari jadi ke-97 Kabupaten Sleman tahun 2013 ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk merenungkan kembali   dinamika yang terjadi dalam satu tahun terakhir ini.

Dalam satu tahun ini,  perlu juga bersyukur karena banyak prestasi yang telah diraihbaik di bidang pemerintahan, pertanian dan  kesehatan. Prestasi yang berhasil diraih di antaranya Pemenang kategori Layanan Air Bersih dalam MDG’s Award serta Piala Citra Abdi Negara atas prestasi akuntabilitas kinerja Sleman.

Prestasi ini merupakan buah dari kerjasama dan partisipasi seluruh masyarakat, swasta dan jajaran pemkab. Sleman. Acara juga diisi dengan penyampaian renungan oleh Prof. Dr. Suminto A. Sayuti Mantan Dekan Fakultas Bahasa dan Sastra UNY yang menyampaikan materi Menuju Sleman sejahtera lahir batin, kemarin dan esok adalah hari ini.

Tirakatan diakhiri dengan penyerahan Kendogo dan dua buah lampu sebagai cucuk lampah kepada Bupati. Kirab broto  diikuti oleh bregodo prajurit dengan busana kejawen lengkap mengelilingi ibukota kabupaten Sleman dengan start lapangan Pemkab Sleman.