Hari Pertama Masuk Sekolah Ada Yang Nangis, Ada Yang Minta Ditinggal

Sleman – Hari pertama masuk sekolah benar-benar dimanfaatkan orangtua untuk mengantarkan anaknya ke sekolah. Bagi orangtua yang mengantar anaknya masuk sekolah TK maupun SD tentu menjadi pengalaman tersendiri, karena ada melihat sikap dan perilaku putra putrinya ketika berada dilingkungan sekolah.

Ada yang nangis dan minta ditunggu selama berada disekolah, namun ada pula yang justru minta ditinggal karena merasa berani masuk sekolah sendiri. Seperti yang dialami Sutadi warga Godean ketika mengantarkan anaknya masuk sekolah TK ABA Dadapan Godean. Ketika dari rumah mau berangkat sekolah, Sandya anak ketiganya  terlihat bersemangat. Namun ketika sampai di sekolahan dan akan ditinggal, anaknya justru menangis tidak mau ditinggal.

“Akhirnya saya harus menunggu di sekolah, dan pihak sekolah mengijinkan ditunggu selama satu minggu agar anaknya bisa. Beradaptasi dengan lingkungan sekolah lebih dulu,” kata Sutadi disela-sela nunggu anaknya, Senin (18/7).

Hari pertama sekolah di TK ABA Dadapan baru diisi perkenalan sesama murid dan nyanyi-nyanyi. Sementara Amelia warga Perumahan Purwomartani Kalasan yang mengantar anaknya masuk sekolah dihari pertama di SDN Sidorejo Kalasan, anaknya Satya tidak mau ditunggu karena merasa berani masuk sekolah sendiri.

“Anak saya tidak mau ditunggu meski baru pertama kali masuk sekolah SD. Katanya dia berani disekolah dan tidak usah ditunggu,” kata Amelia.
Amelia juga merasa tenang meski tidak menunggui anaknya disekolah karena jarak sekolahan dengan rumahnya tidak terlalu jauh.

Amelia mengungkapkan suasana pagi sekolah anaknya memang cukup ramai dan beberapa orangtua ada yang harus menunggui anaknya karena rewel tidak mau ditinggal.




Hari Pertama Masuk Kerja, Bupati Lakukan Sidak

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Sekretaris Daerah dan Inspektor Kabupaten Sleman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu (BPMPT), dan RSUD Sleman dihari pertama masuk kerja pasca libur lebaran,Senin (11/7).

Berdasarkan pantauan yang dilakukan terlihat bahwa aktivitas pelayanan publik di tiga kantor tersebut sudah berjalan normal seperti hari biasa. Namun khusus
layanan kesehatan di RSUD Sleman untuk rawat inap, farmasi, radiologi, bank darah tetap dilayani termasuk untuk pelayanan IGD di RSUD tetap buka 24 jam selama libur lebaran lalu.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Sleman, Supardi SH menyampaikan bahwa Disdukcapil membuka layanan pada tanggal 4,5, dan 8 Juli pada libur cuti lebaran lalu. Menurutnya selama pelayanan masa libur lebaran dari rekap data ada 4 orang warga mengurus KTP baru, 4 orang warga mengurus surat pindah penduduk, 5 orang warga mengurus masuk penduduk, 11 orang warga melegalisir akte, dan 2 orang warga mengurus akte kelahiran.

“Pelayanan pada masa libur lebaran kami buka pada tanggal 4,5, dan 8 Juli. Meskipun tidak seramai pada hari biasanya namun tetap ada beberapa warga yang memanfaatkan pelayanan saat libur cuti lebaran,” jelas Supardi.

Dari segi tingkat kehadiran pegawai dihari pertama kerja menurut Bupati Sleman Sri Purnomo juga terpantau bagus. Seluruh PNS di Disdukcapil menurutnya tidak ada yang absen. Begitu pula PNS di RSUD Sleman yang berjumlah 386 seluruhnya masuk. Sedangkan Dari 66 PNS di Kantor BPMPT hanya satu pegawai saja yang izin tidak masuk kerja.

“Jumlah kehadiran dihari pertama masuk kerja ini sudah bagus, baik PNS maupun karyawan kontrak. Hanya satu pegawai saja dari tiga instansi yang disidak izin tidak masuk karena ada keluarganya yang meninggal,” jelas Sri Purnomo.

Sri Purnomo menambahkan bahwa akan memberikan sanksi bagi pegawai yang membolos dihari pertama kerja tersebut.

“Sanksi itu pasti ada tapi nanti kita lihat dulu pegawai yang tidak masuk alasannya karena apa,” tambah Sri Purnomo.




Hari Pertama Masuk Bupati Gelar Syawalan dengan PNS Sleman

DSC_7603bernasSleman – Hari pertama masuk kerja Senin (11/7) Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI menggelar syawalan bersama dengan PNS dilingkungan Pemkab, syawalan berlangsung di Pendopo Parasamya, dengan dihadiri ribuan PNS. Disamping Bupati Sri Purnomo, juga mendampingi Ketua TP PKK Hj Kustini Sri Purnomo,  Wakil Bupati Sleman Hj Sri Muslimatun.

Disamping kedua pejabat tersebut hadir pula para direktur BUMD seperti Direktur Bank Sleman Muhammad Sigit SE, Direktur BPD Cabang Sleman Nur Ismantoro, Direktur PDAM Sleman Dwi Nurwata SE, Penjabat Sekda Sleman Drs Iswoyo Hadiwarno,  serta para kepala SKPD se Kabupaten sleman.

Kegiatan syawalan tersebut tidak hanya diikuti oleh PNS di lingkungan Pemkab Sleman tetapi juga diikuti oleh karyawan-karyawati Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, Kejaksaan, BPN, dan Depag.

Syawalan tersebut berlangsung mulai pukul hingga pukul  WIB. Kegiatan tersebut diawali dengan jabat tangan Bupati Sleman dengan Wakil Bupati yang kemudian diikuti oleh pejabat-pejabat lainnya, serta karyawan yang telah berjajar antre dengan tertib.

Para PNS tidak merasa berkeberatan untuk antri dan berjejalan untuk bersalaman dengan para pejabat, mengingat momen semacam tersebut hanya berlangsung setahun sekali dan hanya terjadi di Hari Raya Idul Fitri.

Setelah berjabat tangan dengan para pejabat, karyawan-karyawati kemudian bersalam-salaman dengan para rekan kerja lainnya sambil menikmati hidangan yang telah disediakan di depan Pendopo Parasamya. Meliputi bakso, soto, Kupat tahu, dan lainnya serta aneka minuman baik panas maupun dingin.

Sri Purnomo mengatakan PNS di lingkungan Pemkab Sleman mulai hari pertama masuk kerja telah siap bekerja sesuai dengan tupoksi masing-masing dan siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dan moment hari pertama kerja secara rutin selalu diadakan halal bil halal/salam-salaman terlebih dahulu untuk memberikan kesempatan kepada PNS di lingkungan Pemkab Sleman berjabat tangan dan saling memaafkan dengan para pejabat maupun dengan sesama rekan kerja. Namun setelah selesai mereka siap untuk bekerja kembali.

Usai syawalan Sri Purnomo melakukan pantauan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu dan RSUD Sleman.




Hari Pertama UN Bupati Pantau Pelaksanaan di 6 SMA/SMK

Bupati Sleman Pantau UNSleman – Secara serentak pelaksanaan Ujian Nasional (uN) untuk tingkat SMA, SMK dan MAN dimulai hari Senin (4/4). Pelaksanaan UN di Sleman akan berlangsung mulai 4-6 April 2016. Hari pertama UN di Sleman mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dengan melakukan pantauan di 6 SMA dan SMK.

Bupati bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, Arif Haryono SH melakukan kunjungan untuk memantau langsung pelaksanaan UN  di SMAN 2 Sleman, SMAN 1 Ngaglik, SMAN 1 Ngemplak, SMAN 1 Cangkringan, SMA Sunan Kalijogo Cangkringan yang masih menggunakan sistem PBT (Paper Based Test) dan satu SMK yaitu SMKN 1 Cangkringan  yang sudah menggunakan sistim CBT (Computer Based Test)/Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Disela-sela kunjungannya, Sri Purnomo mengungkapkan bahwa di hari pertama pelaksanaan UN  terlihat lancar tanpa kendala. Dengan adanya sistem baru seperti CBT, Sri Purnomo mengharapkan kemandirian dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal lebih baik.

“Untuk distribusi ujian paper base test baik soal maupun lembar jawab berjalan lancar serta kualitas cetakan juga bagus”, ungkap Sri Purnomo.

Dengan didukungnya kelancaran pendistribusian tersebut Sri Purnomo juga berharap siswa dapat fokus dan maksimal dalam pengerjaan soal ujian.

Ditemui secara terpisah Drs Eri Widaryana MM selaku Kepala Bidang Kurikulum dan Kesiswaan Disdikpora menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan ujian dengan sistim CBT pihak Disdikpora Sleman sudah mengantisipasi untuk menghindari kendala seperti listrik padam dan lambatnya akses internet dengan bekerjasama dengan PLN dan Telkom.

Eri juga mengungkapkan bahwa dalam pelaksanan UN 2016 di Sleman terdapat 2 siswa difabel berasal dari MAN Maguwoharjo. Menurutnya Disdikpora sudah menyiapkan langkah antisipatif sehingga hal tersebut tidak menjadi kendala dalam pelaksanaan UN tahun ini.

“Sebulan sebelum pelaksanaan UN, pihak sekolah sudah melaporkan pada dinas bahwa ada  dua siswanya berkebutuhan khusus, kami sudah berkoordinasi untuk melakukan pendampingan maupun penyediaan braile dalam ujian ini,” ungkap Eri.

Arif Haryono mengungkapkan bahwa pelaksanaan UN tahun 2016 di Kabupaten Sleman diikuti oleh 61 SMA/MA dengan peserta serta 57 SMK dengan peserta sebanyak .

“Sebanyak 53 SMA melaksanakan UN secara mandiri namun 8 SMA menggabung karena belum terakreditasi,” jelas Arif.

Sedangkan dari 6 SMA/SMK yang dikunjungi Sri Purnomo tersebut pelaksanaan UN di SMAN 2 Sleman diikuti 124 siswa, SMAN 1 Ngaglik 175 siswa, SMAN 1 Ngemplak 121 siswa, SMA Sunan Kalijaga 34 siswa, SMAN Cangkringan 137 siswa, serta SMKN 1 Cangkringan 183 siswa.