Industri Pengolahan Ikan Meningkat

Sleman – Industri pengolahan hasil budidaya perikanan di Kabupaten Sleman mencatat tren pertumbuhan yang positif. Saat ini, sudah ada sekitar 40 orang tergabung dalam Asosiasi Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Kabupaten Sleman (ASPPIN). Bahkan omset yang mereka peroleh mencapai Rp 20 miliar.
Menurut Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DP2K) Sleman, Ir Widi Sutikno MSi, peningkatan omset ini sejalan dengan perkembangan DIY sebagai daerah tujuan wisata.
“Industri pengolahan di sektor perikanan tumbuh bagus. Saya menilai ASPPIN telah siap masuk ke pasar bebas,” kata Widi, Rabu (13/7).
Widi memandang keberadaan industri pengolah perikanan sudah memunculkan alternatif pasar. Dari sisi pendapatan, bisa memberikan keuntungan lebih karena nilai ekonomis produk meningkat.
Hal itu didukung kesadaran pelaku industri dengan mengurus perizinan, dan menyiapkan tempat produksi yang higienis. Dari pihak Pemerintah Kabupaten memberikan dukungan dengan mengadakan pelatihan rutin tahunan dibiayai APBD.
Di lain sisi, berkembangnya industri olahan perikanan ternyata potensial untuk mendukung sektor pariwisata. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, dalam Perda telah diatur zonasi basis wisata. Untuk Sleman wilayah barat, pengembangan pariwisata diarahkan pada basis pertanian.
Hal ini juga didukung berkembangnya sejumlah desa wisata di wilayah tersebut seperti Grogol. “Di zona barat, potensi perikanan dan pertaniannya sudah ada ditambah kegiatan budaya masyarakatnya. Itu cukup potensial untuk dikembangkan menjadi daerah wisata,” kata Ayu.
Namun diakui upaya itu tidak mudah karena menghadapi tantangan alih fungsi lahan. Karena itu untuk mewujudkan wisata berbasis zonasi bidang tersebut dibutuhkan kerjasama lintas sektor termasuk dengan masyarakat.