Rencanakan Pembangunan dengan Skala Prioritas

Turi – Selasa (16/1), Pemerintah Kecamatan Turi mengadakan rapat pra Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) 2019 pada pukul WIB di Ruang Rapat Kecamatan Turi. Rapat dihadiri oleh semua kepala desa se-Kecamatan Turi (Wonokerto, Girikerto, Donokerto, Bangunkerto), dan lembaga-lembaga/instansi lainnya, yang ada di Kecamatan Turi.

Camat Turi, Siti Anggraeni, dalam sambutannya berharap kelada desa untuk merencanakan pembangunan dengan skala prioritas, yaitu dengan mendahulukan tempat-tempat yang memang  harus segera dikerjakan atau diperbaiki, juga semua jenis kegiatan harus bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menambah ekonomi masyarakat sehingga bisa mengurangi dan mengentaskan kemiskinan

Dalam pra Musrenbang ini semua desa masing-masing memaparkan hasil Musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) 2019 antara lain, pembangunan talud jalan, pengaspalan jalan, pembangunan irigasi, serta pelatihan-pelatihan baik untuk karang taruna maupun PKK.

Hasil rapat pra Musrenbang ini akan menjadi acuan Musrembang Kecamatan Turi 2019 sehingga jika ada program yang kurang atau belum masuk masih bisa direvisi atau diubah. Diharapkan rencana pembangunan ini bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat di Kecamatan Turi. (Harman)




Studi Banding P3A Tirtonirwono ke P3A Sidomulyo

Turi – P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) Sidomulyo yang berkantor di Dusun Wonosari kedatangan tamu dari P3A Tirtonirwono, Trimulyo, Sleman, Minggu (17/12).

Rombongan tiba di Kantor P3A sekitar pukul WIB dengan menggunakan bus dan disambut oleh pengurus dan juga Ketua P3A, Tarminanto. Sedangkan dari P3A Tirtonirwono yang berjumlah 20 orang yang terdiri dari Pengurus P3A se-Desa Trimulyo dan dipimpin oleh Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Heni.

Adapun tujuan kedatangan pengurus P3A Tirtonirwono Desa Trimulyo Sleman adalah untuk belajar tentang keorganisasian dan juga hal-hal yang menyangkut aturan pembagian air, perawatan sungai, dan juga mengenai sumber dana P3A, mengingat P3A Sidomulyo Wonosari sudah pernah menjadi juara 2 lomba P3A tingkat nasional tahun 2009.

Rombongan meninjau bendungan yang berada di Sungai Krasak dan juga melihat saluran irigasi sungai yang dikelola oleh P3A Sidomulyo. Saluran irigasi sepanjang 2 km yang dikelola oleh P3A Sidomulyo ini sudah permanen sehingga di waktu kemarau meski debit air berkurang air tetap sampai dan bisa untuk mengairi kebun salak. Setelah dari bendungan rombongan diterima di Kantor P3A Sidomakmur. (Harman)




26 Daerah Irigasi Terganggu Akibat Banjir

Sleman – Banjir yang terjadi dibeberapa titik diwilayah Sleman pada hari Sabtu (12/3) lalu  diakibatkan karena tingginya curah hujan yang terjadi. Kejadian banjir tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur irigasi sehingga berdampak pada 26 daerah irigasi dan menyebabkan terganggunya pasokan irigasi lahan pertanian seluas 1064,8 hektar.

“Hal ini menjadi pelajaran kita bersama untuk dapat meningkatkan pengelolaan air agar lebih baik lagi. Saya mengajak semua pihak untuk meningkatkan tangkapan air hujan agar tidak langsung melimpah ke sungai dan menyebabkan banjir,” kata Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI di  Sleman, Selasa (29/3).

Dikatakan Sri Purnomo, berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk memasukkan air ke tanah diantaranya dengan memperbanyak penanaman pohon, membangun peresapan dan membuat biopori.

“Tak kalah pentingnya saya juga mengajak semua pihak untuk menjaga kebersihan sungai dari sampah untuk mencegah terjadinya banjir yang disebabkan tersumbatnya sungai,” kata Sri Purnomo.

Sementara hujan deras yang terjadi hari Minggu (27/3) sore mengakibatkan sejumlah sungai diwilayah Sleman meluap. Bahkan ada yang mengakibatkan tanggul jebol dan pohon bambu roboh akibatnya air sungai menggerus pekarangan. Akibat banjir tersebut sedikitnya 14 rumah terdampak luapan air sungai.

Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Drs Julisetiono Dwi Wasita SH MM mengatakan kejadian banjir hari Minggu (27/3) mengakibatkan Dusun Jongkang RT 2/ RW 33 Sariharjo Ngaglik Sleman sebanyak 5 rumah dengan 7 KK sebanyak 24 jiwa terdampak luapan air kali Buntung yang disebabkan tanggul jebol 12 meter.

Selain itu Dusun Gemawang RT 1/ RW 34 Sinduadi Mlati Sleman sebanyak 8 rumah terdampak luapan air kali Bedog dengan 8 KK terdiri dari 32 jiwa. Dusun Mranggen RT 6 / RW 27 Sinduadi Mlati Sleman 1 rumah terdampak luapan kali Buntung 1 KK dengan 4 jiwa.

Sementara banjir/ luapan air sungai Sengkan (hilir sungai Gajah Wong) mengakibatkan Dusun Sengkan RT 06/Rw 59, Joho, Condongcatur Depok Sleman terdampak akibat debit air sungai terlalu deras, dan rumpun bambu roboh membuat aliran sungai menggerus pekarangan rumah (pondasi dapur) milik Awig. Kerugian material, talut ambrol & pondasi dapur gantung, dan beresiko roboh.

“Tindakan yang dibutuhkan adalah pembersihan rumpun bambu yang melintang di sungai,” kata Julisetiono.