SMAN 1 Ngaglik Terima ISO 9001-2008

Sleman – Mengawali bulan Juni SMAN 1 Ngaglik menerima penghargaan ISO 9001-2008 dari TUV Rheinland Indonesia. Penyerahan sertifikat ISO dari TUV diserahkan oleh Direktur PT TUV Rheinland Cabang Jogja, Ir Cornelius Toro Infantrianto kepada Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, selanjutnya diserahkan kepada Kepala SMAN I Ngaglik Drs Subagyo, Jumat (10/6).
Kepala SMAN 1 Ngaglik, Subagyo menyampaikan komitmennya untuk siap bekerja keras secara konsisten dalam mewujudkan sistem yang telah diakui oleh lembaga yang berwenang yakni PT TUV , sehingga dapat meningkatkan kualitas sekolah sesuai dengan visi sekolah yaitu menjadi SMA sebagai komunitas beriman dan bertaqwa, cerdas, berprestasi, berkecakapan hidup, serta berkarakter kebangsaan pancasila.
SMAN 1 Ngaglik saat ini memiliki 18 kelas dengan jumlah murid 570 anak, dengan prestasi yang saat ini sedang dilalui mewakili DIY dalam lomba Pusat Informasi Konseling Remaja tingkat nasional.
Sedangkan Sri Purnomo menyampaikan penerimaan sertifikat ISO ini merupakan suatu pengakuan secara tertulis akan kualitas manajerial dari SMA Negeri 1 Ngaglik.
“Sampai dengan saat ini jumlah sekolah di Sleman yang sudah bersertifikat ISO ada sebanyak 25 yang terdiri dari 17 SMK dan 8 SMA Negeri,” kata Sri Purnomo.
Prestasi yang telah diraih SMA Negeri 1 Ngaglik ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Sleman untuk dapat pula meningkatkan kualitas manajerialnya.
Sri Purnomo juga mengingatkan bahwa penerimaan sertifikat ISO bagi SMA Negeri 1 Ngaglik ini jangan menjadi tujuan akhir dari pengembangan mutu sekolah.
“Jangan merasa sempurna dengan apa yang sudah diraih. Mempertahankan apa yang sudah diraih tidaklah cukup, namun menjadi cambuk baru untuk mencapai pengembangan manajemen dan mutu sekolah yang lebih baik lagi ke depan,” tutur Sri Purnomo.
Dengan diperolehnya pengakuan secara tertulis melalui sertifikat ISO ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Ngaglik untuk dapat terus berusaha semaksimal mungkin dalam mempertahankan dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik di dalam sistem dan proses belajar mengajar maupun dalam tata kelola sebagai sebuah organisasi sekolah.
Guru, karyawan maupun para siswa harus mampu menunjukkan kualitas sekolahnya melalui penciptaan lulusan yang unggul dan berdaya saing.

